1506183851
Siniar Salihara

Advertise on podcast: Siniar Salihara

Categories
Country
Indonesia
This podcast has
95 episodes
Language
Indonesian
Date created
2020/04/03
Latest episode
2023/10/23
Average duration
44 min.
Release period
44 days

Description

Dengarkan aneka diskusi seru tentang seni, sastra, budaya dan filsafat di Siniar Salihara. Ada "Stay A(r)t Home Talk" serta satu segmen terbaru "Ngomong-Ngomong Soal" yang akan rilis di bulan Juni. Kunjungi www.salihara.org untuk program menarik lainnya

Unlock Siniar Salihara podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Siniar Salihara podcast


Imajinasi, Manipulasi dan Ilusi dalam Rupa Digital bersama Bob Edrian
2023/10/23
Hubungan antara teknologi digital dengan seni rupa sebetulnya bukanlah hal yang baru. Hubungan tersebut juga tidak lepas dari beberapa aspek yang memengaruhi pemutakhiran teknologi dalam kehidupan sehari-hari kita. Melalui prinsip kerja ini dan semakin canggihnya teknologi digital yang bisa kita gunakan untuk mencipta atau mengapresiasi, adakah perubahan dalam cara kita memandang seni? Dan bagaimana relasi antara seniman, teknologi, karya, dan audiensnya? Dalam episode terakhir Siniar Salihara musim keempat, Rebecca Kezia bersama narasumber Bob Edrian akan membahas hubungan antara teknologi digital dengan seni rupa dalam “Ngomong-ngomong Soal: Imajinasi, Manipulasi dan Ilusi dalam Rupa Digital”.  Musik oleh Sri Hanuraga.
Reformasi Ilmu dalam Budaya Digital bersama Fadjar Ibnu Thufail
2023/10/22
Hampir semua aspek kehidupan manusia dipengaruhi oleh teknologi digital serta mengubah cara bertindak dan cara berinteraksi kita dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, pengaruh teknologi digital masuk dalam salah satu cabang ilmu pengetahuan yaitu humaniora, yang mempertanyakan kembali tentang manusia dan sekitarnya. Tapi, bagaimana posisi manusia ketika teknologi digital telah masuk dalam ilmu humaniora? Apakah ada yang berubah dan apakah perubahan ini memperkaya cara pandang kita dalam memaknai kehidupan? Bersama host Rebecca Kezia dan narasumber Fadjar Ibnu Thufail akan membahasnya dalam Siniar Salihara musim keempat episode pertama: “Ngomong-ngomong soal: Reformasi Ilmu dalam Budaya Digital”.  Musik oleh Sri Hanuraga.
Puitika Mesin: Pedang Bermata Dua bersama Martin Suryajaya
2023/10/22
Sastra sebagai salah satu cabang penciptaan sebuah kesenian yang lekat dengan unsur kepengarangan seperti adanya konteks, sejarah, dan bentuk bahasa yang menjadi ekspresi pengarangnya, kini telah dimasuki oleh sesuatu yang lebih objektif melalui kerja teknologi digital seperti adanya perangkat kecerdasan atau AI. Namun, apa sebetulnya yang hendak ditawarkan melalui usaha atau eksperimen ini? Apakah hal ini dapat memperkaya pembacaan kita dalam mengapresiasi karya sastra? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dibahas pada Siniar Salihara musim keempat episode kedua bersama Rebecca Kezia dan narasumber Martin Suryajaya dalam “Ngomong-Ngomong Soal: Puitika Mesin: Pedang Bermata Dua”. Musik oleh Sri Hanuraga.
Toeti Heraty: Manifesto, Filsafat, dan Puisi
2023/04/17
Toeti Heraty adalah penyair perempuan yang mulai muncul pada awal 1960-an. Ia pembelajar sekaligus doktor filsafat. Toeti juga menyatakan pemikirannya dalam tulisan-tulisan non-fiksi dan ia pun mendirikan "Jurnal Perempuan" dan jurnal budaya dan filsafat "Mitra". Jika para penyair laki-laki sebelumnya kelewat banyak mengandalkan keharuan dan ilham dalam penulisan puisi, pada puisi Toeti Heraty mulai muncul siasat untuk membunyikan perenungan atau meditasi intelektual, yang kemudian membuat puisi-puisinya terasa lebih diskursif daripada liris dan dipenuhi pernyataan feminisme. Bersama host Ibrahim Soetomo dan narasumber Avianti Armand, Siniar Salihara musim ketiga hadir dengan “Ngomong-Ngomong Soal Toeti Heraty: Manifesto, Filsafat, dan Puisi”.  Musim ketiga Siniar Salihara hadir dengan topik "Perempuan Penulis". Musik oleh Sri Hanuraga.
Rukiah: Yang Menuai di Ladang Tandus
2023/04/10
Siti Rukiah atau S. Rukiah aktif menulis pada masa Kemerdekaan hingga 1965. Ia menulis puisi, cerpen, novel dan cerita anak-anak. Di luar pekerjaannya sebagai seorang penulis, Rukiah adalah seorang guru, redaktur dan aktivis politik, ia juga bergabung dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) dan menjadi salah satu elite pemimpinnya. Prosa-prosanya menampilkan kembali korban revolusi di kalangan rakyat jelata yang tidak berdosa, sebagaimana ditampilkan dalam Tandus (1952). Seperti apa kiprah dan karya-karya S. Rukiah? Ibrahim Soetomo bersama Dewi Kharisma Michellia akan mengurainya dalam “Ngomong-Ngomong Soal Rukiah: Yang Menuai di Ladang Tandus”.   Musim ketiga Siniar Salihara hadir dengan topik "Perempuan Penulis". Episode terbaru hadir setiap Senin. Musik oleh Sri Hanuraga.
Saadah Alim: Perlawanan Dan Kepatuhan
2023/04/03
Saadah Alim adalah salah satu penulis perempuan yang menyuarakan penentangannya pada tradisi poligami dan kawin karena perjodohan dalam budaya Minangkabau. Ia mengajukan pemikiran tentang perlunya kebebasan bagi perempuan dalam menentukan hidupnya, baik dalam rumah tangga maupun dunia kerja. Melalui lakon "Pembalasannya" (1940) dan kumpulan cerita pendek "Taman Penghibur Hati" (1941), Saadah menyajikan cerita-cerita psikologis yang memberikan perspektif baru dalam budaya Minangkabau saat itu. Ikuti perbincangan tentang Saadah Alim dan karya-karyanya bersama Ibrahim Soetomo dan narasumber Aura Asmarandana dalam “Ngomong-Ngomong Soal Saadah Alim: Perlawanan Dan Kepatuhan”. Musim ketiga Siniar Salihara hadir dengan topik "Perempuan Penulis". Episode terbaru hadir setiap Senin.
Soewarsih Dan Dilema Kaum Pergerakan
2023/03/27
Soewarsih Djojopuspito menulis roman pertama dalam bahasa Belanda berjudul “Buiten het Garrel” yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi “Manusia Bebas”. Pada masa 1930-an, Soewarsih tak hanya aktif dalam aktivitas sebagai penulis, ia juga aktif dalam pergerakan. Roman “Manusia Bebas” disebut sebagai “dokumentasi zaman pergerakan” yang memberikan kita semacam potret tajam tentang bagaimana kaum pergerakan nasional bertumbuh. Bersama Ibrahim Soetomo dan narasumber Dhianita Kusuma Pertiwi, Siniar Salihara musim ketiga hadir dengan “Ngomong-ngomong soal: Soewarsih Dan Dilema Kaum Pergerakan”.  Episode terbaru Siniar Salihara musim ketiga hadir setiap Senin. Musik oleh Sri Hanuraga.
Aku dan Chairil Anwar bersama Dewi Anggraeni
2022/10/24
Chairil Anwar kerap menulis puisi dengan judul yang berhubungan dengan laut, di antaranya puisi “Senja di Pelabuhan Kecil”, “Cintaku Jauh di Pulau”, dan “Kabar dari Laut”. Chairil seperti sedang menggambarkan bagaimana pengalamannya terhadap suasana laut. Apakah Chairil menuangkan pengalamannya terhadap laut pada puisinya? Dan bagaimana motif laut dari sisi Chairil? Ibrahim Soetomo bersama Dewi Anggraeni akan membahas puisi Chairil dan laut  dalam “Ngomong-ngomong Soal: Aku dan Chairil Anwar”. Siniar ini adalah bagian dari acara “Seratus Tahun Chairil Anwar” yang akan dilaksanakan pada 27-30 Oktober 2022 di Komunitas Salihara. Informasi tentang acara ini, kunjungi www.salihara.org. Musik oleh Sri Hanuraga.
Aku dan Chairil Anwar bersama Hamzah Muhammad
2022/10/17
..Puisi Chairil Anwar menuliskan bagaimana suasana urban yang ditulis pada zamannya, namun rasanya justru sangat relevan dengan kondisi sekarang. Chairil mengelaborasi hal-hal sehari-hari ke dalam puisinya dan memberikan gambaran hidup yang nyata bagi pembacanya. Lantas kenapa Chairil memilih untuk menuliskannya menjadi puisi? Ikuti perbincangan Ibrahim Soetomo dan Hamzah Muhammad dalam “Ngomong-ngomong Soal: Aku dan Chairil Anwar”. Siniar ini adalah bagian dari acara “Seratus Tahun Chairil Anwar” yang akan dilaksanakan pada 27-30 Oktober 2022 di Komunitas Salihara. Informasi selengkapnya kunjungi www.salihara.org Musik oleh Sri Hanuraga.
Aku dan Chairil Anwar bersama Putri Minangsari
2022/10/10
Karya Chairil Anwar kerap jadi salah satu contoh puisi Indonesia yang muncul pada pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah, salah satunya puisi “Aku”. Sajak Chairil juga seringkali memberi pengaruh kepada pembacanya. Putri Minangsari seorang penari Bali dan penulis, membagikan bagaimana pengalaman pertamanya membaca puisi Chairil. Bersama host Ibrahim Soetomo dalam musim kedua Siniar Salihara “Ngomong-ngomong Soal: Aku dan Chairil Anwar”. Siniar ini adalah bagian dari acara “Seratus Tahun Chairil Anwar” yang akan dilaksanakan pada 27-30 Oktober 2022 di Komunitas Salihara.
Jakarta yang Bikin Keki
2022/07/11
Dominasi Jakarta sebagai pusat produksi dan distribusi karya sastra Indonesia bisa ditelusuri hingga masa awal abad ke-20—atau lebih awal dari itu. Muncul hiruk-pikuk perlawanan terhadap dominasi Jakarta dalam sastra Indonesia. Misalnya pada 1990-an muncul gerakan “Revitalisasi Sastra Pedalaman” (RSP) yang berpusat di Ngawi, Jawa Timur. Namun baik pula jika kita menilai secara kritis perlawanan tersebut. Apakah dominasi Jakarta sebagai pusat akan tetap menyala? Ikuti perbincangan Ibrahim Soetomo dan Melani Budianta dalam "Ngomong-ngomong Soal: Jakarta yang Bikin Keki". Musik oleh Sri Hanuraga.
Demam Pascamodernisme dan Senjakala Orde Baru
2022/07/04
Perdebatan tentang pascamodernisme di Indonesia baru berlangsung sepanjang tahun 1993-1994, namun situasi yang melatarinya bisa kita lacak dari tahun 1980-an ketika Orde Baru begitu kuat. Ada banyak reaksi atas munculnya paham pascamodernisme, mulai dari yang mendukung sampai yang menolak. Lantas apa dan bagaimana sesungguhnya pascamodernisme ini, terutama di Indonesia? Apa kaitan pemikiran pascamodernisme dengan situasi sosial-politik Orde Baru saat itu? Ikuti perbincangan Ibrahim Soetomo dan Akhmad Sahal dalam "Ngomong-ngomong Soal: Demam Pascamodernisme Dan Senjakala Orde Baru". Musik oleh Sri Hanuraga.

Podcast reviews

Read Siniar Salihara podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Siniar Salihara relevant audience podcasts


What do you want to promote?