1524525322
MATARAM Radio City

Advertise on podcast: MATARAM Radio City

This podcast has
33 episodes
Language
Indonesian
Explicit
Yes
Date created
2020/07/21
Latest episode
2022/05/31
Average duration
36 min.
Release period
58 days

Description

An online radio streaming and podcast station from Ampenan Bay , Mataram City, Lombok Island with good news and the best music for good people. We have a tagline ... GOOD NEWS FOR GOOD PEOPLE

Unlock MATARAM Radio City podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from MATARAM Radio City podcast


LOVE SONGS OF THE DAY
2022/05/31
Program musik menampilkan tembang cinta mancanegara era 70an hingga 2000an.
Prof DR H Judha Riksawan SH MH : Dari Penyiar Hingga Guru Besar
2021/02/17
Siapa tak kenal  tokoh penyiaran Indonesia yang satu ini. Ya Prof DR H  Judha Riksawan SH MH, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin  Makassar, Sulawesi Selatan.  Kecintaannya pada dunia penyiaran, ternyata masih lekat hingga  sekarang. Saya sendiri pertama kali kenal dan ketemu Prof Judha, 21  tahun lalu. Ketika sama-sama mengikuti  Workshop Program Director Radio  se Indonesia yang diselenggarakan Walhi, Komseni  Jakarta bekerjasama  dengan Jaringan media  Masima Radionet pada 19-23 Maret 1999 di Bumi  Wiyata Depok Jawa Barat. Saya mewakili Radio CNL 95.3 FM Mataram dan Judha Riksawan mewakili  Radio Al Ikhwan (RAI) FM Makassar. Radio tempat kami bekerja,  kebetulan  satu jaringan pemasaran dan sindikasi program dengan Prambors Network. Uniknya,  selama workshop berlangsung, kami terlibat dalam satu kelompok  hingga hari terakhir mendapat tugas ikut lomba Produksi Iklan Radio  Sukseskan Pemilu 1999, Pemilu pertama pasca tumbangnya rezim Orde  baru."Saya ingat itu Ray. Ketika kelompok lain bikin spot iklan,  kelompok kita bikin Jingle Pemilu dan kelompok kita menang toh,' kata  Prof Judha mengungkapkan kenangannya dalam obrolan hangat RayFreshTalk.  Ya, itulah untuk kali pertama saya berinteraksi dan terlibat  bekerjasama dengan  orang-orang hebat dibalik sukses Radio Anak Muda  dari berbagai Kota besar di Indonesia. Selain Judha Riksawan (Radio AL  Ikhwan FM Makassar), ada juga Beny Hartawan (New Shinta FM Bandung) dan  Ridwan (Guntur FM Singaraja).   Prof Judha sendiri malang melintang di dunia radio profesional sejak  masih duduk di bangku kuliah di Fakultas Hukum Unhas Makassar."Saya  mulai siaran dan terima gaji sebagai penyiar radio sejak kuliah semester  3,"sebutnya. Tapi jauh sebelum itu,Judha remaja ternyata sudah biasa bercuap-cuap di  depan mikropon. Bahkan mulai bersiaran sejak duduk di bangku kelas 5 SD,  menjadi penyiar radio gelap atau ilegal. Judha mengaku bahkan sering  iseng dan berani menghidupkan sendiri pemancar radio gelombang pendek  atau SW  jelang tengah malam. Radio itu dibuat kakaknya untuk keperluan  hobby semata. Tapi keisengannya itu pula, banyak yang penasaran,siapa  anak yang suka siaran tengah malam. Bagi Judha Riksawan, menjadi penyiar radio adalah taqdir dan garis hidup  yang dijalani. Ditambah lagi, nama pemberian orang tuanya  yang berbau  dunia antariksa. "Saya diberi nama Judha Riksawan, sosok manusia  antariksa, semacam  star war lah. Makanya, saya wujudkan kecintaan pada  antariksa itu menjadi penyiar radio,"selorohnya.  Karir Judha Riksawan sebagai penyiar profesional dimulai dari penyiar  honorer di Radio Bharata AM Makassar  yang kini sudah migrasi ke FM.   Dari penyiar biasa, Judha dipercaya sebagai Music Director Hingga  Program Director. Bahkan pernah juga jadi Kepala bagian pemasaran iklan  dan promosi hingga urusan produksi berita. Semua posisi penting pernah  dipegang.  Dari Radio Bharata, Judha sempat pindah siaran dan berkarir di  Radio  Al Ikhwan (RAI) FM Makassar dan dipercaya sebagai General Manager.  Judha juga pernah menjadi Direktur Radio Delta FM Makassar bahkan  pemegang saham.  Atas segala prestasinya, Judha pun diajak bergabung dengan manajemen  Prambors Network dan ikut mendirikan radio jaringan Prambors FM  Makassar, radionya kawula muda."Tapi itu saya lakoni sebelum jadi  dosen," kenangnya. Lantas?
Inilah English LOmbok Style Bareng Della, Sabda dan Aprizal di Ray FreshTalk
2020/09/13
Ini untuk kali pertama, saya Ray Aruman memandu RayFreshTalk dalam Bahasa Inggris. Dan saya tak menyangka obrolan santai dengan tiga generasi milenial Lombok ini begitu menyenangkan. Mereka punya pandangan, ide, gagasan dan opini brilian seputar masalah aktual dan hangat. Mulai soal fenomena Virus Korona dan situasi terkini di kampung halaman mereka. Hingga soal perkuliahan online yang dinilai tidak efektif dan membosankan." If I can say stop stop,"kata Della, Mahasiswi Bahasa Inggris Undikma Mataram. Lain lagi Sabda, yang baru saja lulus SMA dan bersiap-siap mau ikut seleksi Akademi Kepolisian. Mengaku senang riset ilmiah dan berorganisasi, tapi kepincut jadi pasukan tempur, pasukan perdamaian."Saya senang main game, apalagi game perang. Dari sana saya bisa mendalami Bahasa Inggris dan ingin jadi pasukan perang,"sebutnya. Wow! Lain Della, lain Sabda, lain pula Aprizal. Baru saja lulus kuliah dan mendapat gelar Sarjana Sains dengan predikat Cumlaude dari Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram. Pria dengan nama lengkap Ye Muhammad Aprizal ini, sedang menyiapkan diri untuk ikut ujian melanjutkan studinya ke jenjang pasca sarjana. Dengan seabreg prestasi akademis dan kegiatan ekstrakurikuler, Aprizal yang jago Bahasa Inggris dan Jepang ini, memang layak jadi kebanggaan siapa saja. Apalagi orang tuanya ya Guys! Nah simak, bincang-bincang serunya di RayFreshTalk edisi khusus  Youngster Talk-English Lombok Style hanya Podcast RayFreshTalk - Mataram Radio City.
Pemprov NTB Angkat Bicara! (Bagian Akhir)
2020/09/12
Ada fakta mengejutkan lainnya terkait pertumbuhan ekonomi NTB yang hanya  minus 1% ketika pertumbuhan ekonomi nasional justru minus 5% akibat  pandemi global Covid 19 yang diprediksi masih berlangsung sepanjang  2020. Menurut, Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian   (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi, data dari Badan Pusat Statistik  (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi NTB yang lebih  bagus itu, karena  mulai pulihnya sejumlah sektor andalan seperti pertanian, peternakan dan  pariwisata yang juga  mulai menggeliat. Untuk memastikan terwujudnya adaptasi kebiasaan baru NTB (Nurut Tatanan  Baru), Pemerintahan Zulrohmi menerbitkan Peraturan Daerah tentang  Pencegahan Penyakit Menular “Korona” yang efektif berlaku mulai  September 2020 mendatang.”Ini media edukasi, untuk mengingatkan  masyarakat NTB tentang adaptasi kebiasaan baru yang sebenarnya sudah ada  sejak lama sebagai kearifan nilai lokal,”katanya dan berharap  masyarakat makin disiplin mengikuti arahan dan himbauan Pemerintah.  Eit, jangan dikira tidak ada hoax dan misinformasi yang bikin juru  bicara Pemerintah ini berpikir keras bagaimana menghalaunya. Apa saja  hoax dan misinformasi seputar Covid 19?  Yuk, kita Simak selengkapnya  hanya di obrolan hangat dan segar #RayFreshTalk. Keep listening!
Pemprov NTB Angkat Bicara! (Part 1)
2020/09/12
Pemerintah  Provinsi NTB melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika  Statistik dan Persandian (Kominfotik) Nusa Tenggara Barat I Gede Putu  Aryadi membantah selentingan yang menyebut Pemerintahan Zulrohmi tidak  transparan dalam menjalankan roda pemerintahan dan anti kritik.”Ya kami  sangat terbuka. Bahkan Gubernur NTB mungkin gubernur paling eksis di   media sosial. Seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah,red) juga aktif  di media sosial. Artinya, kita ingin mendengar semua ide-ide baik dan  keluh kesah masyarakat itu secara proporsional. Pemerintah NTB sangat  terbuka dan tidak anti kritik, tapi mari kita tetap dalam koridor  nilai-nilai kesantunan,”kata Gede Aryadi, sapaan akrab Kadis Kominfotik  NTB ini kepada saya dalam obrolan hangat dan segar #Podcast RayFreshTalk  edisi pertama “PEMPROV NTB BUKAN BASA BASI”.  Ia memaparkan sejumlah prestasi dan terobosan penting Pemprov NTB dalam  menyiasati keadaan serba sulit dan simalakama, Pandemi Korona alias  Covid 19 yang sudah berjalan satu semester.  Mendukung kebijakan NTB Nurut Tatanan Baru (The New Normal), Pemprov NTB  baru-baru ini meluncurkan aplikasi sistem pertemuan virtual  yang  disebut #SmeetON dengan tingkat keamanan yang tinggi dibandingkan  teknologi kelas dunia sejenis seperti Zoom misalnya. Ada juga program  market place jualan online untuk industri kecil menengah melalui  aplikasi #NTB Mall. Belum lagi, gerakan Kampung Sehat hingga  pengembangan jaringan internet masuk desa melalui program #Kampung  Digital untuk menjawab persoalan sinyal internet di sejumlah kawasan  blank spot di Nusa Tenggara Barat. Simak yuk!
Ori Kero: Legenda Siaran Pedesaan Bahasa Mbojo RRI Mataram
2020/09/11
Siaran Pedesaan RRI Mataram dalam Bahasa Mbojo Dompu di era 80-an,tak bisa dipisahkan dari  sosok pengasuh acaranya yang sangat melegenda. Dialah Ori Kero yang punya nama asli Kamran Zain. Dalam obrolan hangat dan segar Ray Freshtalk selama kurang lebih satu jam, Ori Kero  menuturkan banyak hal seputar kiprahnya memulai karir siaran di RRI Mataram. ”Saya dulu masuk RRI awalnya sebagai Pengasuh Siaran Pedesaan dalam status masih siswa kelas 3 SMA tahun 80,”ucapnya. Ori Kero diajak oleh seniornya bernama Syamsudin Ali atau akrab disapa Ama Elo yang dikenal sebagai perintis, pengasuh pertama siaran Pedesaaan dalam Bahasa Bima Dompu.”Beliau itu sudah agak sedikit jenuh dan ingin melanjutkan pendidikan. Namun ketika itu sulit mencari penyiar pengganti, siapa yang harus melanjutkan acara ini. Ngomong punya ngomong ketemulah saya,”kenangnya. Ternyata Ama Elo pula yang secara khusus menyampaikan kepada Kasi Siaran waktu itu, Johanes Purwadi bahwa Ori Kero adalah orang yang pantas menggantikannya sesuai kriteria yang diinginkan Kasi Siaran. Bahkan dirinya dijaminkan oleh Sam Ali agar diusulkan sebagai pegawai RRI Mataram. Maka, sejak itu pula, karirnya dimulai sebagai penyiar siaran Pedesaan RRI Mataram, bersama dengan Ama Elo dan Ori Moa. ”Jadi kami langsung ngejoss, kalau kata anak muda sekarang,”sebut Ori Kero yang mengaku punya latar belakang sebagai orang teater. Namun, bukanlah mudah bergabung sebagai pegawai RRI kala itu. Ujiannya sangat ketat terutama sebagai calon penyiar.”Ujiannya berat sekali. Harus praktek, harus punya keahlian, mampu menyampaikan reportase, bisa membaca naskah dalam satu menit 500 kata. Apalagi ketika diuji Idris MZ, penyiar senior itu, orang hebat yang suaranya luar biasa. Suatu ketika, beliau lempar korek api di depan saya. Terus saya  diminta membuat laporan pandangan mata tentang sebuah korek api di depan saya. Diminta menjelaskan dari berbagai sisi, bentuk dan segala macamnya. Bayangkan saja, spontanitas, kita membuat laporan. Tapi karena saya punya pengalaman teater, ya saya berusaha menyampaikan laporan bla bla, tapi tidak selancar ini,”tuturnya. Disebutkan, ujian penyiar dulu, dituntut punya banyak keahlian. Cara membaca puisi, membaca naskah, cara reportase, cara berkomunikasi dan macam-macam.”Itu tesnya berat,”kenangnya. Namun semua dilalui dengan baik, apalagi pengalamannya mengasuh siaran pedesaan. Tak sedikit, pendengarnya mengaku seperti terhipnotis. Banyak yang menanyakan siapa Ori Kero, bagaimana postur tubuhnya, bentuk wajahnya , apakah sudah atau atau bagaimana. ”Namanya Ori, Bahasa Bima itu kan Paman. Jadi anda levelnya sudah tua. Ori Kero itu panggilan untuk Karim. Padahal nama saya Kamran Zain, tapi menurut beliau berdua Ama Elo dan Ori Moa. Nama itulah yang enak didengar jadilah Ori Kero,”ceritanya. Kamran Zain pun mengutarakan banyak suka duka mengasuh siaran pedesaan terutama dalam hal bagaimana menyampaikan informasi dengan istilah asing dan aneh itu bisa diterima dengan baik, mudah dan gampang oleh pendengar di desa.”Dulu kan musim intensifikasi dan ekstensifikasi, macam-macamlah. Semua istilah itu harus bisa diterjemahkan dalam bahasa daerah,”sebutnya dan merasa bahwa kemampuan para pengasuh siaran pedesaan Bahasa Bima Dompu dalam membangun suasana dan cerita yang menarik dan heboh, menjadikan program siaran Pedesaan sebagai acara yang membumi dan melegenda. Dalam perjalanan karirnya, Kamran Zain tidak saja dikenal sebagai penyiar handal, tetapi juga sosok Pembawa acara profesional untuk semua bentuk dan jenis acara mulai tingkat RT hingga acara kepresidenan.”Nah, menjadi MC waktu Presiden SBY berkunjung ke NTB itulah yang pertama kali saya berkeringat di ruangan berAC,”kenangnya. Kok bisa? Simak lebih lengkap penuturan Kamran Zain yang mengakhiri masa tugasnya sebagai petinggi di RRI Aceh, tentunya hanya di Ray FreshTalk Mataram Radio City.
Lebih Dekat Dengan H Bochri Rahman SH, Penyiar Legendaris dan Jurnalis Senior RRI Mataram
2020/09/10
Adalah H Bochri Rahman SH, salah seorang jurnalis senior terbaik dan penyiar legendaris yang pernah dimiliki Radio Republik Indonesia khususnya RRI Mataram. Selama karirnya di lembaga penyiaran publik tersebut, beliau punya banyak prestasi dan  inovasi. Salah satunya  sebagai penggagas dan pencetus Program Quick Report dan Quickcount RRI Pusat Jakarta yang sukses diterapkan pada penyelenggaraan Pemilu langsung,  Pemilihan Presiden - Wakil Presiden tahun 2009. Dalam obrolan saya di Ray FreshTalk selama lebih dari satu jam, H Bochri Rahman SH menuturkan bagaimana perjalanan karirnya di RRI Mataram. Diterima  sebagai penyiar , dua tahun setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Mataram, tepatnya pada tahun 1969. Ketertarikannya sebagai penyiar karena mengaku kagum dengan Pengagum penyiar senior RRI Mataram generasi pertama seperti Idris MZ, Ki Agus Adnan, Iskandar Sukmana dan Kartini Mulyono. Pada tahun 1970, selain sebagai penyiar, Bochri Rahman muda  juga menjadri reporter RRI setelah mengikuti pendidikan jurnalistik yang dilaksanakan oleh Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia ketika itu. Bochri juga  menjadi kontributor Harian KOMPAS Biro Nusa Tenggara Barat. Rekan seangkatannya adalah H Hadjar AS yang juga dikenal sebagai penyiar kawakan dan produser handal, penulis naskah Sandiwara Radio RRI Mataram. Selanjutnya, banyak kisah unik dan menarik dialaminya selama menjadi penyiar dan reporter RRI Mataram, terutama program siaran Pedesaan yang sangat membumi. Seiring waktu, H Bochri Rahman SH  juga menapaki perjalanan karir sebagai pejabat penting di RRI. Pernah dipercaya menjadi Kepala Pemberitaan RRI Papua, dipromosikan menjadi Kepala Stasiun RRI Sumenep Madura, Kepala Stasiun RRI Bengkulu, Kepala Stasiun RRI Makassar dan Kepala Stasiun RRI Bandung Jawa Barat. Selengkapnya, simak saja Ray Freshtalk edisi khusus 75 Tahun RRI, 11 September 2020. Satu yang pasti H Bochri Rahman berharap RRI Mataram di era hoax saat ini, RRI harus mampu menjawab dengan berbagai acara terutama pemberitaannya. "Caranya gampanglah, mengcounter hoax tidak secara langsung, tapi bikin dengan cara berbeda. Kedua, teknologi sekarang ini cukup canggih, RRI tidak boleh tertinggal, harus mampu dimanfaatkan RRI. Saya gembira, teman-teman RRI memanfaatkan teknologi dengan RRI Play Go, RRI Net dan lain-lain, tinggal klik dengan jari luar biasa.Itu mimpi saya sejak 1999. RRI sedang membuat mesin pencari yang bisa gampang diakses, ini sebuah terobosan baru yang katanya akan dilaunching pada Desember mendatang,"katanya. Diam-diam H Bochri Rahman ternyata mendukung penggabungan RRI dengan TVRI untuk penguatan lembaga." Saya kira kita tidak bisa hanya melihat sejarah saja, Sudah waktunya, ini suatu keharusan. Bahkan saya pernah mengusulkan agar RRI TVRI dan LKBN Antara menjadi satu payung untuk kepentingan masyarakat, kepentingan negara dan bukan kepentingan penguasa. Ini menjadi pembauran yang sangat menguntungkan, akan memperkuat RTVRI. Sudah diusulkan sejak 2012.  Saya lebih condong ini (penggabungan,red)  daripada RRI digiring menjadi lembaga di bawah kementerian. Maka, RUU RTVRI kiranya cepat dituntaskan. Saya khawatir ada keinginan membuat RRI menjadi tidak independen lagi karena ada wacana mau diusulkan menjadi BLU. Ini jelas kita bisa mundur ke belakang lagi,"tegasnya dan berharap semua pihak di RRI dan TVRI untuk legowo dengan rencana penggabungan kedua lembaga penyiaran publik tersebut. Lebih Dekat dengan H Bochri Rahman SH,  Penyiar Legendaris dan Jurnalis Senior RRI Mataram
Tami Aulia Ft Jaeko - Bedede
2020/09/06
Siapa yang tak kenal Tami Aulia. Dialah penyanyi cantik kelahiran Praya Lombok Tengah. Anak pertama dua bersaudara dari pasangan suami isteri Suharyadi dan Baiq Karyati. Tami Aulia adalah  salah satu Penyanyi Indonesia era kekinian  yang sukses menembus blantika musik tanah air, dengan kepiawaiannya menyanyikan kembali lagu-lagu hits Indonesia dan mancanegara dalam format cover version, akustik gitar. Lewat akun Youtubenya, Tami Aulia masuk dalam 10 besar deretan youtuber Indonesia paling laris sepanjang tahun 2019 lalu. Urutan pertama ada Rumah Ricis, Tami Aulia Live Acoustic, Chika Lutfi, Tasyi Athasyia, Billy Syahputra, Hendric Shinigami, NAYofficial, Raden Rauf, Windah Basudara, dan Alfy Saga. Nah, kali ini  AJONG SASAMBO Mataram Radio City menghadirkan sebuah lagu daerah Sasak Lombok persembahan Tami Aulia berkolaborasi dengan Jaeko. Judul lagunya bedede. Selamat Menikmati.
Yudha Ananda - Inaq Tegining Amaq Teganang ( Sasak Pop Jazz)
2020/09/05
AJONG SASAMBO, kembali hadir dengan sebuah lagu daerah yang sangat melegenda bagi Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Judulnya Inaq Tegining Amaq Teganang Entah kapan lagu ini dibuat dan siapa penciptanya. Yang pasti, Lagu ini telah dibuat dalam berbagai versi dan genre, dinyanyikan banyak penyanyi dari anak-anak hingga dewasa. Nah, di tangan seorang seniman musik bernama Yudha Ananda, lagu ini berhasil dibawakan dalam nuansa dan balutan musik Pop jazz , bosas yang ciamik. Selamat menikmati! Judul Lagu    : Inaq Tegining Amaq Teganang Penyanyi       : Yudha Ananda Pencipta        : NN Leq jaman laek araq sopoq cerite, Inaq Tegining Amaq Teganang arane. Pegaweane ngarat sampi leq tengaq rau. Sampin sai tekujang kujing leq tengq rau. Inaq Tegining Amaq Teganang epe ne. ongkat dengan Tegining Teganang lueq cerite. Ngalahin datu si beleq beleq ongkatne.
Yuni Shara - Poto Tano
2020/09/05
AJONG SASAMBO sebuah program musik yang dapat anda dengarkan melalui siaran MATARAM RADIO CITY, setiap hari Pkl. 20.00 Wita hingga selesai. Inilah salah satu lagu Pop daerah Sumbawa berjudul Poto Tano yang dinyanyikan Penyanyi kondang Indonesia Yuni Shara. Lagu ini diciptakan musisi Sumbawa kawakan Ace Let Luar. Poto Tano merupakan salah satu hits single dari album Barapan Kebo yang dirilis sekitar tahun 1993. Selamat menikmati! judul Lagu : Poto Tano Penyanyi : Yuni Shara Pencipta : Ace Let Luar Album  : Barapan Kebo Poto Tano lawang desa Palabu tana samawa No sendi ya tu kalupa Gili ode mara intan Kasear nonda baroba Tulang jangi tu balayar Belo tampar somo umak Senap angin batarepa Sajan ngasi ate notang Me potanang no ku totang Sia tu ka bilin desa Langan lo layar let rea Sendi sate tu sangaro    Bentan gama we tanenang Salam doa ku ko bulan Leng palabu poto tano Ku nokong ke ai mata Ku tari    kanatang sia Sabar gama we andi e.. Na gier iman leng ate Mares pakarap kulete.... Lamen yanan si bagian Mana pamalat let rea Sadi jangi gayong kita
AKBP Hurri Nugroho Menyoal Oknum Aparat yang Dipecat hingga Rehabilitasi Pecandu Narkoba
2020/09/05
nilah episode ketiga dan terakhir dari seri obrolan hangat #RayFreshTalk yang menghadirkan AKBP Hurri Nugroho SH MH, Kepala BNNK Bima seputar darurat narkoba di Bumi Maja Labu Dahu Bima dan Nggahi Rawi Pahu Dompu. Selengkapnya, kita simak aja yuk!
AKBP Hurri Nugroho,SH MH Blak-blakan Tentang Modus Baru Pemburu Narkoba di Dana Mbojo (Part 2)
2020/09/05
Bagian kedua #Ray FreshTalk yang menghadirkan AKBP Hurri Nugroho SH MH mengangkat berbagai fenomena seputar modus baru para pemburu narkoba. Mulai dari mencari obat nyeri hingga pembalut wanita.     Yuk, kita simak obrolannya lebih jauh! #RayFreshTalk #Darurat Narkoba #Dana Mbojo #Kabupaten dan Kota Bima #Kabupaten Dompu

Podcast reviews

Read MATARAM Radio City podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on MATARAM Radio City relevant audience podcasts


What do you want to promote?