1531924886
Katolikana Podcast

Advertise on podcast: Katolikana Podcast

This podcast has
320 episodes
Language
Indonesian
Explicit
No
Date created
2020/09/15
Latest episode
2025/07/17
Average duration
9 min.
Release period
59 days

Description

Hai, Sobat Katolikana. Salam jumpa dengan Katolikana Podcast. Di sini kamu bisa menemukan podcast-podcast pilihan dari siaran Radio Katolikana dan Talkshow Katolikana. Follow dan kirim pesan ke Instagram/Twitter/Facebook @katolikana dan @radiokatolikana untuk diskusi, sharing, dan berbagi kisah. Katolikana.com l radio.katolikana.com l YouTube.com/Katolikana I Kontak: [email protected]

Unlock Katolikana Podcast podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Katolikana Podcast podcast


Membentuk Imam Generalis: Belajar dari Romo Mangun dan Realitas Zaman
2025/07/17
Yogyakarta, Katolikana.com – Dalam dunia yang semakin tidak menentu dan kompleks, Gereja membutuhkan pemimpin-pemimpin baru yang tidak hanya mumpuni secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, terbuka terhadap kolaborasi, dan menghidupi semangat komunitas. Semangat inilah yang ditekankan dalam retret formasi calon imam tingkat dua yang diselenggarakan Seminari Tinggi Santo Paulus Yogyakarta, 1–8 Juli 2025. Selengkapnya di Katolikana.com
Menggali Inspirasi Hari Minggu Kerahiman Ilahi
2024/04/06
Katolikana.com—Perayaan Minggu Paskah kedua merupakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Edelbertus Jara, penyuluh agama Katolik dari penyelenggara Katolik Kota Yogyakarta, berbincang dengan Martina Eti Tripusporini dan Paulus Rondang Pasaribu, keduanya Devosan Simpul Babatan dari Jaringan Kerasulan Kerahiman Ilahi Kevikepan Yogyakarta Timur, seputar Devosi Kerahiman Ilahi menyambut Hari Minggu Kerahiman Ilahi.
Connect Group GMS Yogyakarta, Dimuridkan Melalui Keluarga Rohani
2023/06/26
Katolikana.com—Connet Grup (CG) merupakan komunitas atau keluarga rohani di Gereja Mawar Sharon Yogyakarta untuk memuridkan setiap anggota keluarga yang bergabung di dalamnya. Memuridkan dan memupuk iman kerohanian butuh bimbingan yang dilakukan oleh seorang pemimpin (leader). Lidya Putri menjadi pemimpin dan mendampingi CG Youth 09 sejak 2022. Dia mengalami pemulihan semasa hidupnya dekat dengan Tuhan. “Saya mendaftarkan diri menjadi leader karena saya ingin orang lain juga merasakan apa yang saya rasakan di dalam Tuhan sehingga mereka juga bisa merasakan kasih Tuhan melalui saya,” ujar Lidya Putri yang menempuh studi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tentu tantangan yang dihadapi tak mudah. Lidya harus membimbing dengan penuh kesabaran dan memahami karakter setiap anggota CG. Dia juga harus siap pasang badan menjadi konselor untuk menampung setiap pergumulan hidup. Lidya pernah ingin menyerah karena merasa tidak dapat menghandle  semua anggota. Dia merasa capek, jenuh dan merasa gagal menjadi leader. Pergumulan yang dia rasakan akhirnya didengar oleh Tuhan melalui renungan yang dibaca. Dia menyadari anak-anak CG membutuhkan dirinya untuk selalu ingat Tuhan. Ada keluarga yang harus dirangkul. Akhirnya Lidya makin memantapkan hatinya untuk tetap menjadi leader CG. Selengkapnya di Katolikana.com
Video Rohani di TikTok Mampu Membentuk Iman Seseorang?
2023/06/20
TikTok menjadi salah satu media efektif yang menyajikan bentuk visualisasi menggunakan video, sehingga pesan-pesan yang disampaikan oleh content creator dapat sampai ke hati audience. Menurut Gabriella Yong Setiawan, TikTok rohani yang isinya konten rohani adalah salah satu sarana yang efektif. “Menurutku, salah satu pendekatan yang efektif supaya kita makin dekat dengan Tuhan, saling mengingatkan dalam hal rohani, kaitannya antara iman kita sama Tuhan bisa menggunakan media sosial, salah satunya TikTok,” ujar Lala, panggilan Gabriella. Fransisco Laverna Narwastu Nanga atau Delon mengaku tidak secara khusus mengakses konten rohani di TikTok. “Kebetulan, selama ini setiap kali aku scroll TikTok, kadang muncul selingan dari konten rohani. Entah membahas firman Tuhan, pengalaman di Kitab Suci dan sebagainya,” ujar Delon. Delon seperti mendapatkan hidayah atau pencerahan saat menemukan dan menonton video-video rohani di TikTok secara tidak sengaja yang lewat di FYP (For Your Page) atau halaman pertama TikTok miliknya. Delon kerap menemukan video rohani di TikTok setelah dirinya melihat video-video hiburan dan yang menimbulkan prasangka buruk terhadap sesuatu. Selengkapnya di Katolikana.com
Young Hoon Lee, Pendeta Senior Kedua di Yoido Full Gospel Church, Seoul Korea Selatan.
2023/06/19
Young Hoon Leellahir pada tanggal 19 November 1954, di Seoul, Korea Selatan. Ia tumbuh dalam keluarga Kristen, dan pada April 1964, ia bergabung dengan Yoido Full Gospel Church. Lee belajar teologi di Universitas Yonsei di Seoul. Setelah lulus, ia menghadiri Seminari Teologi Injil Sepenuh (sekarang Universitas Hansei) di Gunpo, dan kemudian menghadiri Sekolah Pascasarjana Teologi Bersatu di Universitas Yonsei, akhirnya mendapatkan gelar master dalam bidang teologi. Lee ditahbiskan sebagai pendeta pada tahun 1982. Setelah itu, ia meraih gelar master lainnya di bidang teologi di Westminster Theological Seminary di Amerika Serikat, dan kemudian meraih gelar MA dan PhD di bidang agama dan filsafat di Temple University.
Pernikahan Usia Dini Sebaiknya Dihindari
2023/05/31
Katolikana.com—Pernikahan usia dini di Indonesia kian menjamur. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, sebanyak 19,24% pemuda menikah pada usia 16 sampai 18 tahun. Sedangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyarankan, usia ideal menikah bagi laki-laki yaitu berumur 25 tahun. Sementara, perempuan adalah 21 tahun. Bahkan aturan terkait batas usia ideal pasangan untuk menikah sudah tercantum pada Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019. Hanya saja, masyarakat masih belum memahami secara keseluruhan alasan dibentuknya peraturan perundang-undangan tersebut. Siswa SD Menikah Dini Dilansir dari detik.com, gadis yang masih berstatus pelajar di Sekolah Dasar telah dinikahkan oleh orang tua mereka karena mereka tidak ingin terkena masalah lebih lanjut pasca tertangkapnya pasangan ini di sebuah kebun. Pasangan DK (12) dan SL (16) dinikahkan secara tertutup oleh pihak keluarga, sehingga pemerintah desa di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, tidak mengetahui kegiatan ini. Kasus ini menarik perhatian dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3A PPKB) Sulsel. Mereka menyayangkan bahwa pernikahan dini menjadi satu-satunya solusi menurut kedua orang tua dari pasangan. Simak pandangan Dr. Bernadus Sugoro Dwi Saputro SpOG, dokter Obstetri Ginekologi di rumah sakit di Kabupaten Timika di wilayah Papua dan Sisilia Hartono, SKM, CH, CCHt, CIMI yang menekuni bidang parenting dan hipnoterapi untuk mendampingi keluarga-keluarga dan anak-anak, tentang kasus pernikahan anak usia 12 dan 16 tahun di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Selengkapnya di Katolikana.com
Dea dan Lika-liku Kuliah Sambil Kerja
2023/05/31
Katolikana.com—Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jessica Dea Claresta (21) bekerja di FasaPay selama dua bulan di bagian Departemen Support bagian translator Mandarin. FasaPay adalah kantor E-Commerce. “Pertama kali aku tahu dari orang tua. Lalu, di semester lima, pada mata kuliah Komunikasi Korporat mahasiswa diminta melakukan riset identitas korporat. Kebetulan kelompok saya menggunakan perusahaan Fasa Centra,” ungkap Dea. “Kuliah sambil kerja pasti capek. Namun, kerja di perusahaan ini saya bisa mendapatkan pengalaman baru. Sebelumnya di kampus aku cuma ikut organisasi. Dengan kerja di FasaPay ini aku dapat pengalaman baru dan teman kerja,” tutur Dea. Selengkapnya di Katolikana.com
Pastor John Willis Dowling Dituduh Lakukan Pelecehan pada Seorang Anak Tahun 1945
2023/05/30
Salah satu contoh kasus yang terjadi pada seorang anak dengan tertuduh Pastor John Willis Dowling pada 1945. Selengkapnya di Katolikana.com
Pelayanan di Gereja, Batu Loncatan atau Batu Sandungan bagi Mahasiswa?
2023/05/23
Nodyka Elkawi Hawinu, mahasiswa aktif semester dua program studi Teknik Geologi di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), aktif di kampus dan di pelayanan gereja. Selain fokus kuliah, Nody terlibat di Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Bumi ITNY. Nody berperan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Bumi ITNY. Ia terlibat menyusun program kerja, mengikuti rapat internal, serta menghadiri dan berpartisipasi dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut. Selain aktif di organisasi mahasiswa, Nody aktif sebagai pelayan di Gereja Kristen Nazarene Filadelfia Babarsari serta pengurus Komisi Pemuda Filadelfia Youth Fellowship.  Selengkapnya di Katolikana.com
Passion Bermusik dan Dinamika Studi ala Maharatri Refina
2023/05/21
Katolikana.com—Hobi musik bisa menjadi kegiatan menyenangkan dan bermanfaat, bahkan menjadi sumber penghasilan. Maharatri Refina (22) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta kini tengah menjalani dua kesibukan: tugas akhir kuliah dan bermusik. Sejak usia tiga tahun, Refina mulai menyukai musik. Hal itu juga didorong faktor orang tua Refina yang juga suka bermusik. “Sejak umur tiga tahun, saya ikut les music. Fokus saya berlatih alat musik gitar,” kata Refina. Dia belajar bermain gitar dengan tekun dan semangat tinggi. Meski di awal belajar, dia mengalami kesulitan dan kegagalan, namun dia tidak pernah menyerah. Sejak kelas 5 SD hingga kelas 3 SMA, Refina sudah memiliki band khusus perempuan. Disamping menjadi vokalis, Refina juga menjadi bassis. “Saya posisinya sebagai vokalis, tapi management meminta saya berlatih bass. Akhirnya, posisiku di band sebagai vokalis dan basis. Itu tantangan pertama kali terjun di dunia musik. Bagiku bermain bass itu sulit,” kata Refina. Untuk memperkaya kemampuan bermain bass, Refina memiliki referensi bassis band Kotak. Hal itu dilakukan untuk memotivasi dirinya berlatih bass. Refina berjalan bersama bandnya hingga kelas tiga SMA. Selengkapnya di Katolikana.com
Rasisme Rusak Citra Sepakbola
2023/05/16
Katolikana.com—Rasisme merupakan masalah yang persisten dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia sepakbola. Meski sepakbola dianggap olahraga universal dan menghubungkan orang dari berbagai latar belakang, namun rasisme masih sering muncul di lapangan hijau. Diskriminasi rasial di dalam dan di luar lapangan telah membuat pemain, pelatih, dan penggemar merasa terancam, tidak dihargai, dan tidak dihormati. Simak perbincangan Gideon Felix dengan Venus, pesebakbola asal Kalimantan. Selengkapnya di Katolikana.com
Pacaran Sambil Berbisnis, Ini Tipsnya!
2023/05/08
Katolikana.com—Pacaran sambil bisnis, kenapa enggak? Tak ada salahnya jika keduanya bisa berjalan beriringan. Hal itu dialami oleh Veronica Dwi Sakti Oktovia dan kekasihnya Dwi A. Esra Mempun. Keduanya memulai bisnis masing-masing pada 2019. Vero berbisnis bouqet bunga sedangkan Esra memiliki usaha studio foto. Bagaimana menjalani bisnis sambil pacaran? Simak tips dari Vero dan Esra berikut ini!
Bernadeta Liony: Visi utama Kératif Film School adalah Membuka Akses Belajar Film ke Seluruh Indonesia
2023/05/01
Katolikana.com—Kératif Film School adalah organisasi independen yang fokus pada pemerataan pendidikan film di Indonesia. Gerakan ini diprakarsai oleh sutradara dan produser film Stefanus Cancan yang merasa prihatin dengan kesenjangan akses pendidikan film di daerah asalnya, Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan di Jogja, tempat dia merintis karir. Dalam dunia film, akses pendidikan dan informasi bisa menjadi hal berharga. Namun, banyak orang terhalang oleh kesenjangan akses di berbagai wilayah di Indonesia. Dari kekhawatiran itu, Stefanus Cancan bergerak bersama empat orang rekan mendirikan Kératif Film School. Kératif Film School berkontribusi dalam memperbaiki pemerataan pendidikan film dengan menyediakan wadah bagi orang muda yang ingin belajar film. Mereka dapat mengakses ilmu dan informasi terbaru serta berkenalan dengan rekan seprofesi dan para profesional yang dapat membimbing mereka. Sebagai organisasi independen, Kératif Film School memiliki misi besar untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan film di Indonesia. Selengkapnya di Katolikana.com
5 Hal Agar Pernikahan Kita Berkenan Kepada Tuhan, Apa Saja Itu?
2023/04/25
Menurut Ketua Kelompok Sel (KKS) GBI Keluarga Allah Solo Yohanes Wasito Utomo, pernikahan merupakan sebuah keharusan. Tetapi jika kedua calon mempelai telah melakukan hubungan intim di masa lalu sehingga mengalami married by accident, maka banyak gereja tidak mau melakukan pemberkatan pernikahan. “Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini akan menimbulkan dosa lebih banyak, sehingga kedua pihak yang ingin menikah harus melakukan pertobatan terlebih dahulu agar dapat diampuni,” ujar Yohanes Wasito Utomo. Setelah dilakukan pertobatan, gereja akan membimbing kedua calon mempelai untuk mengikuti bimbingan pra-nikah selama tiga bulan agar kedua mempelai dapat memahami arti dari sebuah pernikahan itu sendiri. Pemberkatan pernikahan akan dilakukan ketika kedua belah pihak telah melakukan pertobatan, tetapi pemberkatan dilakukan dengan cara yang berbeda daripada umumnya. Menurut Yohanes Wasito Utomo, meskipun married by accident merupakan tindakan yang melanggar perintah Tuhan, tetapi anak yang telah dikandung bukanlah suatu kesalahan sehingga harus tetap dilahirkan dan tidak boleh diaborsi. Sesuai dengan ayat Alkitab, “mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya” (Maz 139:16), artinya setiap anak yang lahir ke bumi, sudah ada dalam rencana Tuhan. Selain itu, “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr 13:4), artinya setiap manusia harus hidup di dalam kekudusan. Selengkapnya di Katolikana.com
Nathania Valentine: Komkep Kevikepan Yogyakarta Siap Sukseskan IYD 2023
2023/04/15
Katolikana.com—Setelah sempat vakum akibat situasi pandemi, Indonesian Youth Day (IYD) kembali digelar untuk ketiga kalinya pada 26-30 Juni 2023. Kali ini, Keuskupan Agung Palembang diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah. IYD merupakan kegiatan temu akbar Orang Muda Katolik (OMK) dari seluruh penjuru Indonesia. Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI) Mgr. Pius Riana Prapdi saat launching rangkaian kegiatan IYD 2023 menyatakan tema IYD 2023: ‘Orang Muda Katolik: Bangkit dan Bersaksilah!’ menjadi pemantik bagi OMK agar bangkit dari sikap acuh tak acuh. “Ini sekaligus sebagai ajakan bagi kita, orang muda masa kini dan masa depan, bergegas bangkit dan membangun niat, memanfaatkan waktu untuk kebaikan dan cinta. Selamat menyambut IYD, sebagai tanda kehadiran Kristus yang meraja,” pesan Mgr. Pius. Gaung IYD 3 telah dikumandangkan ke seluruh keuskupan di Indonesia sejak lima bulan lalu. Tak terkecuali di Keuskupan Agung Semarang (KAS), khususnya di Kevikepan Yogyakarta. Rangkaian acara pra-IYD di Kevikepan Yogyakarta diawali dengan kegiatan Kirab Salib IYD. Kirab Salib IYD menjadi acara yang dinantikan pada setiap rangkaian IYD. Komkep Vikep Yogyakarta ingin agar gaung IYD dapat dirasakan hingga seluruh paroki. “Kirab Salib dilakukan di masing-masing paroki se-Kevikepan Yogyakarta, khususnya untuk wilayah Yogyakarta Barat  hingga pertengahan Juni mendatang. Sejauh ini antusiasme dari OMK dan umat cukup baik. OMK dan umat merasa senang saat Salib IYD singgah di paroki mereka,” ungkap Nathania Valentine, pengurus Komkep Kevikepan Yogyakarta. Selengkapnya di Katolikana.com

Podcast reviews

Read Katolikana Podcast podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Katolikana Podcast relevant audience podcasts


What do you want to promote?