1544844221
Kajian Ustadz Syaeful Anwar

Advertise on podcast: Kajian Ustadz Syaeful Anwar

This podcast has
94 episodes
Language
Indonesian
Publisher
Syaeful Anwar
Explicit
No
Date created
2020/12/14
Latest episode
2021/10/30
Average duration
19 min.
Release period
8 days

Description

Kumpulan Kajian Ustadz Syaeful Anwar

Unlock Kajian Ustadz Syaeful Anwar podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Kajian Ustadz Syaeful Anwar podcast


Buang Mental Block Inferiormu !
2021/10/30
Sering kita mendengar ungkapan-ungkapan pesimis : - Saya ini orang kecil, tiang alit, dari keluarga miskin. Mau jadi pegawai tidak punya koneksi; Mau bisnis tidak punya modal. Yang sarjana saja banyak yang nganggur. Apalagi Saya Cuma tamatan SLTA. - Saudaraku…, buang jauh-jaun pernyataan-pernyataan negative itu; Buang jauh-jauh mental block inferiormu. Untuk sukses, tidak harus jadi Sarnana. Tamat atau tidak tamat SLTA bisa sukses; tamat atau tidak tamat SMP bisa sukses; tamat atau tidak tamat SD bisa sukses. - Siapapun Anda, Andapun bisa sukses. QS.3/Ali Imran : 159, “Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka Bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” -  Bulatkan tekadmu, mintalah peretolongan Allah. Maka In sya Allah Anda akan sukses.Wallahu ‘alam Bish Shawab.
Ahlulbaathil menyangka dirinya berjalan dijalan yang benar...?
2021/09/24
Hujjatul Islam Imam Ghozali didalam Kitab "Bidaayatul Hidaayah", pada bagian "Pendahuluan" mengatakan :"Barangsiapa yang mendukung kemaksiatan atau  membantu kemaksiatan, walau dukungan itu dengan sepotong kata, walau dukungan itu dengan satu kata "Kaana Syariikan lahu fiihaa". Maka dia termasuk dalam golongan yang berbuat maksiat itu". Dalam bahasa hukum, terkena Pasal 55 ayat (1) KUHP, "membantu melakukan, turut serta melakukan, dihukumi sama dengan Pelaku."   Karena itu, hati-hati dalam berucap, hati-hati dalam mendukung, terlebih mendukung kedholiman dan kemaksiatan. Apa yang mendasari Imam Ghozali, berani berkata demikian? Beliau mengutip QS.99/Al--Zalzalah :7-8. (bisa dibuka Al--Quran) Senada dengan Imam Ghozali, Al-HABIB ABDULLAH Bin ALWI AL--HADDAD, dalam Kitab "Risaalatul Mudzakarah" dalam Fasal " Fi Jazaa il 'Amaal", Setiap perbuatan pasti ada balasannya. Ketahuilah olehmu, Bagi orang-orang  yang memiliki hati yang bersih dan akal yang jernih, mereka telah mengetahui dan memahami balasan dari perbuatan yang dikerjakannya itu. Mereka akan menuai apa yang  mereka tanam, mereka akan memanen apa yang mereka tanam". Begitu juga Syaikh Muhammad Sya'rawi dalam kalam hikmahnya berkata " Jika Engkau tidak bisa mengemukakan yang benar itu, benar. Maka janganlah Engkau mendukung kebathilan". Karena itu perlu kita renungkan, kalam hikmah Sayyidina Ali KW, :" Bila Ahlul haq diam saja, dengan merebaknya kebathilan. Maka ahlul baathil meyangka bahwa dirinya berada di jalan yang benar.".  Wallahu 'alam BishShawab.
Sirah Nabawi : Abdullah Bin Masud Part 1
2021/09/12
Sahabat Nabi yang pertama membacakan ayat suci Al-Quran didepan publik setelah Nabi Muhammad SAW, adalah Sahabat Abdullah Bin Mas'ud,RA.  Pada suatu hari berkumpullah para sahabat Nabi SAW. Mereka Para Sahabat berkata "Demi Allah, orang-orang Quraisy itu belum pernah mendengar Al-Quran yang dibaca didepan publik dengan Suara Keras". Siapa yang berani "memperdengarkan Al-Quran dengan suara jahar didepan publik ?" Saya, jawab Abdullah Bin Mas'ud. Para sahabat berkata: Jangan, jangan dirimu,  kami sangat menghawatirkan dirimu, menghawatirkan keselamatanmu dari reaksi mereka kaum musyrikin Quraisy.  Biarkan aku membacanya, karena in sya Allah, Allah  akan melindungi diriku. pungkas Ibnu Mas'ud. Ke-esokan harinya, diwaktu dhuha. Abdullah Bin Masud, dihadapan masyarakat Quraisy yang sedang berkumpul, beliau membacakan QS.55/Ar-Rahman :1-6. Mendengar suara tersebut, Orang-orang Quraisy tercengan dan merenungkan bacaan  itu. itu Dia Ibnu Umi Abdin.( sebutan orang quraisy kdp Ibnu Mas'ud). Tapi kemudian ada yang berteriak, "itu Dia sedang membaca yang diajarkan Muhammad !" mendengar itu "ajaran yang dibawa Muhammad" Maka bangkitlah orang-orang itu kemudian mengerubuti dan memukuli Abdullah Bin Masud hingga wajahnya babak belur. ikuti kisahnya lebih lanjut agar tidak salah paham. Disinilah pentingnya, memahami dakwah ilallah itu haruslah didukung oleh kekuasaan dan mengerti rambu-rambu yang berlaku dimasing-masing tempat atau daerah. Wallahu'alam bish-shawab.   , "
Setan : Bila mau tidur, bacalah Ayat Kursi.
2021/09/11
Dalam Kitab Shohih Bukhori, hadis No.2311, dari Sahabat Abu Hurairah. Sahabat Abu Hurairah RA diberi tugas Rasul SAW untuk menjaga harta zakat fitrah/Zakat Ramadhan. Tiba-tiba dikegelapan malam, datanglah seorang Kakek yang mengendap-ngendap mengambil bahan makanan zakat itu. Ditegur oleh Abu Hurairah. Akan aku  adukan kamu kepada Rasul SAW. Si kakek menjawab, "tolong aku, aku sangat membutuhkan bahan makanan ini, aku punya banyak tanggungan dan aku sangat membutuhkan bahan makanan ini. Abu Hurairah hatinya iba, merasa kasihan, sehingga ia dilepaskan. Namun begitu pagi Sahabat Abu Hurairah di tanya Rasu, "Wahai Abu Hurairah apa yang engkau lakukan terhadap tawananmu semalam" Ya Rasul, dia sangat membutuhkan bahan makanan itu, aku iba, aku kasihan dan aku lepaskan. Rasul menjawab, nanti malam ia akan kembali. Kejadian itu sampai berulang tiga malam berturut-turut.. Dimalam yang ketiga, Abu Hurairah menegaskan, Engkau sudah berjanji tidak akan kembali, tapi ternyata Engkau kembali. Maka aku, akan tetap  mengadukan dirimu kepada Rasul SAW. Lepaskan aku, akan aku ajarkan kepadamu, sebuah ayat, yang bila ayat itu dibaca olehmu,  Allah akan memberikan penjagaan untukmu dan setanpun tidak bisa mendekat hinggga waktu pagi. Apa itu ? Tanya Abu Hurairah. " Apabila Engkau hendak tidur, bacalah ayat Kursi hingga akhir ayat. Maka Allah akan memberikan penjagaan untukmu dan setanpun tidak bisa mendekat hingga waktu pagi".Ujar si Kakek. Kemudian  Nabi bersabda, Apa yang ia katakan itu benar, walau sesungguhnya Dia itu Pendusta. Tahukan Engkau wahai Abu Hurairah, orang yang selama tiga malam yang berdialog denganmu itu? Tidak tahu Ya Rasullullah. Rasul bersabda : Dia itu adalah Setan. (HR Bukhori dari SahabatAbu Hurairah).Ustadz  Asep Saepullah Darusmanwiati menulis buku dengan judul "Setanpun hafal ayat Kursi". Wallahu 'alam, Bish-Shawab.
Berdoa dengan membaca ayat kursi, selamat dari pemerkosaan.
2021/09/11
Al-Quran merupakan Mu'jizat Nabi Muhammad SAW, didalam al-quran ada Surat Al-Baqarah ayat yang ke-255, yang dikenal dengan "Ayat Kursi". Banyak hadist yang menjelaskan mengenai fadilah dan keutamaan ayat kursi. Salah satunya Hadis Riwayat Hakim : Barangsiapa yang membaca ayat kursi diwaktu pagi (shubuh), akan dilindungi Allah hingga petang (maghrib); Barang siapa yang membaca diwaktu petang (maghrib) akan dilindungi Allah hingga waktu pagi (shubuh). Ada testimoni, dari kisah seorang wanita yang pulang kerja "kemalaman" melewati sebuah lorong yang sunyi. Dikesunyian itu ia merasa tidak enak dan merasa 'takut" hingga ia berdoa memohon kepada Allah "minta diselamatkan" dengan membaca ayat kursi. Ternyata ditengah jalan yang akan dilewatinya ada sesosok pria yang sedang duduk bersandar sepertinya 'sedang menuggu mangsa", namun alhamdulillah si wanita tadi melewatinya dengan selamat. Keesokan harinya, si wanita itu membaca Newspaper, dibacanya bahwa dilorong yang semalam dilewatinya, selang 10 menit setelah dirinya berlalu ada seorang wanita yang menjadi korban pemerkosaan. Ia menduga kuat bahwa pelakunya adalah si Pria yang semalam ia lihat. Ia penasaran hingga dirinya melapor ke kepolisian setempat. Kebetulan beberapa jam kemudian, Pelaku pemerkosaan tertangkap dan kemudian ditahan. Si Wanita yang selamat itu, penasaran, hingga ia minta ijin agar dipertemukan untuk bertanya  kepada si pelaku, " Why don't you do anything to me on that night, even though you know I'm alone?". Mengapa engkau tidak berbuat apap kepadaku semalam, padahal engkau tahu tadi malam aku berjalan seorang diri ?" Simak Penjelasan pelaku. Simak hingga tammat. Wallahu 'alam bish shawab
Khutbah : Muslim wajib menghijaukan lingkungan ?
2021/08/27
KHUTBAH : Muslim Wajib Menghijaukan Lingkungan…? Sabda Nabi Muhammad SAW : “ Jika esok akan terjadi kiamat, sementara ditangan salah seorang diantara kalian ada sebiji “tunas tanaman /fasilah”, jika mampu dan sempat,  tanamlah biji tanaman tersebut (“ HR.Bukhori dari Sahabat Anas Bin Malik). Senada dengan Sabda Nabi SAW ini, Dari Imarah Bin Huzaiman Bin Tsabit, “Aku mendengar dari Umar Bin Khottob” Beliau berkata kepada Ayahku, “Apa yang menyebabkan dirimu tidak menanami lahanmu ?” Ayahku menjawab “ Aku ini seorang Kakek yang sudah tua renta, dan besok tinggal wafatnya saja”. Maka kemudian Sahabat Umar berkata, “Ku yakinkan dirimu agar engkau menanami lahanmu.” Maka keesokanharinya aku melihat Umar Bin Khattob Bersama ayahku sedang menanami  lahan itu dengan tangannya,  bersama Ayahku” Dalam Hadist Riwayat Muslim dari Jabir Bin Abdullah “Barangsiapa yang memiliki lahan, hendaklah ia menanaminya, jika ia tdk sempat menanaminya atau tidak sanggup menanaminya, maka hendaklah ia kerjasamakan dengan saudaranya untuk menanami lahan tersebut”. Tidaklah seorang Muslim menanam sebuah pohon, kemudian buahnya ada yang memakan, maka hal itu merupakan sedekah. Andaikata buah dari tanaman itu ada yang mencuri, maka buah yang dicuri itu dicatat Allah sebagai sedekah. Andaikata buah dari hasil tanaman  itu dimakan binatang buas atau dimakan burung, …..maka buah itu dicatat oleh  Allah sebagai sedekah (HR Muslim dari Jabir Bin Abdullah). Karena itu, marilah kita tanami lahan kita, tanami halaman rumah kita, kendatipun menanamnya didalam pot—pot. Hal itu sangat bermanfaat untuk penghijauan lingkungan, Kesehatan lingkungan dan menyegarkan. Diwaktu sesempit apapun, manfaatkanlah waktu itu untuk bisa berbuat kebaikan dan bermanfaat untuk orang banyak . Aamin.
Hijrah : Nabi berbisik kepada Abu Bakar, Laa Tahzan Innallaha Ma'anaa Part 4
2021/08/22
Jejak bekas tapak Nabi dan Abu Bakar berhasil di-endus Para Pemuda Qurais, hingga didepan Gua Tsur. Karena jejak tapak terputus, maka ada yang mencari belok ke kiri dan ada yang mencari belok ke kanan. Dan ada yang mencari naik ke Bukit Tsur siapa tahu Nabi bersembunyi dibalik bukit Tsur. Ketika beberapa pemuda berada diatas bukit tsur, dimana atap gua tsur itu berlubang besar, sehingga kaki para pemuda itu kelihatan dan terlihat oleh Abu Bakar RA dengan jelas. "Lau anna ahadahum nadhoro tahta qadamaihi la-abshornaa" Andai saja salah seorang dari mereka melihat ke kakinya, melongok kebawah pastilah mereka melihat kami, tutur Abu Bakar. Abu Bakar sangat ketakutan mengenai "keselamatan Nabi Muhammad SAW", sehingga ketakutan yang sangat itu disertai getaran fisiknya, terlihat jelas oleh Rasul SAW. Hingga Rasul berbisik " Laa Tahzan Innallaha Ma'anaa." jangan sedih, jangan takut Allah pasti bersama kita. (QS.9/At--Taubah : 40, hal. 193 Mushaf standar). Nabi dan Abu Bakar berada di Gua Tsur, dalam Tarikh / sejarah disebutkan 3 hari 3 malam. Pemuka Quraisy kehilangan jejak "dimana keberadaan Muhammad" sehingga mengumumkan sayembara :" Barangsiapa yang bisa menangkap Muhammad, hidup atau mati. akan diberi hadiah 100 (seratus) ekor unta betina"   Dalam benak setiap orang saat itu, bisa mendadak menjadi milyarder", bisa menjadi "konglomerat",  dadakan,  karena bisa jadi dari 100 ekor unta betina, dalam satu bulan bisa ada 2 atau 3 yang berkembang biak (beranak). Nilai 100 ekor unta betina, saat ini,  jika diasumsikan satu ekor unta a Rp.50.000.000,- (lima puluh juta). Maka x 100 ekor = Rp.5.000.000.000,-- (lima milyar rupiah), sebuah hadiah yang sangat menggiurkan, Para Jawara, Kepala Suku dan Kabilah. Hingga Suraqoh Bin Malik Al--Mudlij, mengejar Nabi karena ingin mendapat hadiah 100 ekor unta. Namun Allah berkehendak lain. Allah membuktikan firman-Nya, QS.8 /Al-Anfal :30, hal. 180 Mushaf Standar. "Wayamkuruuna, wayam kurullah. Wallahu khoirul Maakiriin". Suroqah meminta maaf dan mendukung perjalanan Hijrah Nabi ke Madinah.
Hijrah : Saat dikepung Rasul SAW keluar Rumah sambil membaca Yasin ?. Part 3
2021/08/22
Ketika malam itu Rumah Rasul SAW dikepung oleh sejumlah Pemuda Qurais yang melaksanakan hasil Keputusan Rapat di Darun Nadwah , "Habisi Muhammad secara bersama-sama dengan satu tusukan pedang". Maka malam itu Rasul SAW keluar rumah sambil mengambil pasir, yang kemudian digenggam di tangan dan selanutnya pasir tersebut  di-uwur-uwurkan di setiap kepala Pemuda Qurais yang sudah nyenyak tertidur, sambil membaca QS.Yasin ayat 1 s/d ayat 9. Setelah Rasul SAW dan Abu Bakar RA sampai dan masuk kedalam Gua Tsur. Datanglah seorang Kakek Tua yang merekapun tidak kenal. "Hai kalian semua sedang menunggu apa ?" Para Pemuda menjawab ,"Kami menunggu Muhammad". Sang Kakek menjawab "Muhammad telah pergi. Para Pemuda tidak percaya, " Tidak ! Muhammad masih berada ditempat tidurnya". Ternyata yang tidur di tempat tidur Nabi, adalah Sayyidina Ali Bin Abi Thalib KW. Pengejaran dilakukan oleh Mereka yang menginginkan "menghabisi Muhammad". Endusan jejak telapak kaki bekas perjalanan Nabi dan Abu Bakar, "terputus" hingga didepan Gua Tsur. Mereka bingung, kekiri atau ke kanan,  sebagian mereka mencari Muhammad naik ke bukit tsur,  siapa tahu ada dibalik bukit, sehingga beberapa orang naik ke bukit Tsur. Atap Gua Tsur itu berlubang, Abu Bakar melihat dari lubang tersebut, bahwa "Para Pengejarnya "tepat" berada diatasnya". Andai saja salah serang dari mereka melihat ke kakinya, atau  melongok ke bawah, "Pastilah kami terlihat oleh mereka" Tutur Abu Bakar RA. Saking takutnya "getaran tubuh Abu Bakar" terlihat oleh Nabi, Nabipun kemudian berbisik "Laa Tahzan Innalla Ma'anaa"  Maa dhonnuka Yaa Abba Bakrin,  Bitsnaini Allah Tsalitsuhuma.      Kajian Hijran  Bersambung---- Hijrah: Part 4. Wallahu 'alam bish-Shawab.
Detik-detik menjelang wafatnya Rasul SAW (Bagian 2).
2021/08/20
Penting diperhatikan bagi ummat manusia khususnya Ummat Nabi Muhammad SAW, begitu besar kasih sayang Nabi Muhammad SAW  kepada Ummatnya, sehingga beliau belum rela,   bila  belum mendapat kabar dari Jibril AS, mengenai apa yang akan diperoleh Ummatnya kelak. Pesannya "jangan tingggal sholat, ash-sholaaah... ash -sholaaah, wa maa malakat aimaa nukum. Mulyakan dan lindungi orang-orang yang ikut kepadamu  (hamba sahaya/Pembantu)"  
Hikham Hijrah : Rasul SAW Hijrah sembunyi-sembunyi ?
2021/08/14
Mengapa Rasul SAW Hijrah secara sembunyi-sembunyi.  Rasul SAW hijrah secara sembunyi-sembunyi sebagai teladan buat orang lemah. Karena orang berani tidak membutuhkan itu. Rasul berpegang pada hukum sebab-akibat. Beliau lapar, perutnya diganjal engan  batu, semua ini adalah contoh bagi orang-orang lemah.  Pelajaran lain adalah persembunyian Rasul SAW di Gua Tsur, yang kemudian diikuti oleh orang-orang Quraisy. Sebenarnya yang diharapkan pengejaran itu tidak sampai ke gua tsur, tetapi akhirnya mereka sampai juga ke gua tsur. Mereka menduga kuat Muhammad SAW pasti ada disitu, namun  Allah SWT melumpuhkan "dugaan kuat" itu dengan sarang-laba-laba dan dua ekor burung merpati, yang berada di lubang itu.  Dalam dialog di Pengejar Nabi SAW. Mengapa engkau tidak masuk kedalam gua itu ? tanya temannya . "Ada sarang-laba=-laba ditempat itu", yang memang sudah ada sejak Muhammad belum lahir. Saya melihat dua ekor burung dara dilubang itu. Jadi saya mengetahui tidak ada orang didalam sana. Ikuti Kajian Hijrah Rasul SAW ini untuk lebih meyakinkan diri kita dan saya. Betapa dahsyat perjuangan Rasul SAW dan para sahabatnya dalam menyebarkan Islam, keseluruh pelosok dunia. Wallahu 'alam bish-shawab.
Mengapa Rasul SAW memilih Madinah sebagai tempat Hijrah ?
2021/08/14
Mengapa Rasul SAW memilih Madinah sebagai tempat Hijrah ?  dan Mengapa Rasul SAW mengirimkan sahabat-sahabatnya terlebih dahulu sebelum diri-nya berhijrah ke Madinah ? dan Apakah Rasul SAW berhijrah secara terang-terangan sebagaimana dilakukan oleh Sabahat Umar Bin Khattob,  ataukah Rasul SAW berhijrah secara sembunyi-sembunyi. Temukan jawabannya dalam serial "Hikmah Hijrah dalam Kajian Hijrah Nabi Muhammad SAW" Sumber Rujukan diambil dari : 1. M.Husen Haikal " Sejarah Hidup Muhammad", 2. Tim FKI Sejarah Atsar "Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad, Lentera Kegelapan"; 3. KH.Moenawar Chalil, "Kelengkapan Tarih Nabi Muhammad SAW'; 4. Imam Ibnu Katsir, Mukhtashor Bidayah Wan-Nihayah; 5. Syaikh Munir Muhammad Al-Ghadban, "Manhaj Haraki" Dalam Sirah Nabawi; ; 6.Prof. Ismail Al-Faruqi, "Hakikat Hijrah"; 7. Dr.Muhammad Abdul Qadir Abu Faris "Hijrah Nabawiyah Menuju Komunitas Muslim"; 8. Muhammad Abdul Khatib, Makna Hijrah Dulu dan Sekarang", 9. Syaaikh Mutawali Asy-Syarawi, "Hijrah Rasul SAW dari Mekah ke Madinah" dan lain-lain.
Pentingnya memahami darah nifas, darah yang keluar sehabis melahirkan Part 3
2021/08/11
Remaja Putri dan Wanita Muda khususnya Wanita muda yang baru pertama kali hamil, wajib tahu dan wajib mengerti serta memahami "Darah Nifas, darah yang keluar sehabis melahirkan bayi". Syekh Salim Bin Sumair dalam Kitab Safinatun Naja, menjelaskan bahwa, : Sekurang-kurangnya atau paling sedikit masa nifas itu sekejap atau setetes, dan umumnya wanita mengalami masa nifas, keluar darah sesudah melahirkan bayi itu selama 40 hari dan sebanyak-banyaknya adalah 60 hari".  Untuk mudahnya, mulai kapan dihitung "darah itu merupakan darah nifas?"  Paling tidak ada 3 (tiga) rumus yang mudah untuk memahami darah nifas. 1. Darah Nifas adalah darah yang keluar dari farji wanita setelah tuntasnya kelahiran. # Ini maknanya, bila telah lahir bayi, lalu kemudian dokternya mengatakan masih ada dalam perut wanita yang melahirkan itu, bayi lagi (kembar). Maka perhitungan darah nifasnya adalah setelah kelahiran bayi yang terakhir dilahirkan.  2. Dihitung sebagai darah nifas, "Bila darah yang keluar dari farji wanita sebelum berlalunya masa 15 hari dari saat kelahiran" # ini maknanya, bila setelah kelahiran, kemudian Wanita itu keluar darah selama 10 hari, kemudian berhenti selama 10 hari, dst seperti itu, hingga 60 hari, maka darah tersebut merupakan darah nifas. Namun bila  berhentinya keluar darah selama 17 hari. Maka ketika keluar darah lagi,, darah itu adalah darah haid bukan darah nifas, krn berhentinya telah melewati masa 15 hari. Artinya masa nifasnya hanya 10 hari. 3. Darah nifas keluar tidak lebih dari 60 hari. Sehingga bila melewati waktu terlama masa nifas, apalagi di hari ke 60 dan hari ke 61, keluar darahnya bersambung, dan seterusnya masih keluar darah. Maka darah itu bukan darah nifas, tetapi sudah bercampur dengan darah haid dan darah istihadhoh. Mengenai hal ini akan dikemukakan dalam kajian selanjutnya. Wallhu 'alam bish-showab.

Podcast reviews

Read Kajian Ustadz Syaeful Anwar podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Kajian Ustadz Syaeful Anwar relevant audience podcasts


What do you want to promote?