
Advertise on podcast: Renungan Anak GKY Mabes
This podcast has
1253 episodes
Language
IndonesianPublisher
SM GKY Mangga BesarExplicit
No
Date created
2021/02/02
Latest episode
2026/10/17
Average duration
4 min.
Release period
1 days
Description
Audio ini membantu kalian untuk bisa melakukan, mendengarkan, dan merenungkan firman Tuhan setiap hari. Renungan akan diposting setiap hari. Mari kita bertumbuh bersama-sama di dalam Tuhan melalui firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Unlock Renungan Anak GKY Mabes podcast Email contact info,
Listeners & Audience details
Email contact information
Direct podcast contact details

Listeners
Audience numbers & engagement insights

Audience details
Podcast Insights

Podcast episodes
Check latest episodes from Renungan Anak GKY Mabes podcast
Bukti demi bukti ( 18 Oktober)
2026/10/17
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Bukti Demi Bukti
Diambil dari: 1 Yohanes 5:13
“Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”
Wonder Kids, kalau kita hanya punya satu petunjuk, kadang-kadang kita masih ragu. Tetapi kalau petunjuk demi petunjuk terus bertambah dan semuanya menunjuk ke arah yang sama, kesimpulannya menjadi semakin kuat.
Bayangkan ada satu donat gula yang hilang. Tidak ada yang melihat langsung siapa yang mengambilnya. Tetapi kamu menemukan gula bubuk di tangan seseorang, bungkus donat di dekat tempat duduknya, dan ada sisa gula di bajunya. Satu petunjuk mungkin belum cukup. Tetapi kalau semua petunjuk digabungkan, ceritanya menjadi jauh lebih jelas.
Begitu juga dengan kebangkitan Yesus.
Kita sudah mempelajari banyak bukti: Yesus sungguh mati di kayu salib, tubuh-Nya dikuburkan, kubur ditemukan kosong, banyak orang melihat-Nya hidup kembali, para murid berubah dari takut menjadi berani, Paulus yang tadinya menganiaya orang Kristen bertemu dengan Yesus yang bangkit, dan berita kebangkitan sudah diberitakan sejak awal gereja.
Setiap bukti seperti satu batu bata. Satu batu bata saja tidak bisa menjadi rumah. Tetapi ketika batu demi batu disusun bersama, terbentuklah bangunan yang kokoh. Begitu juga dengan bukti tentang Yesus. Seorang ahli mengatakan bahwa ketika kita melihat keseluruhan bukti kebangkitan, kesimpulan yang paling masuk akal adalah bahwa Yesus sungguh bangkit.
Wonder Kids, iman kita bukan sekadar perasaan. Tuhan memberi kita alasan untuk percaya. Tetapi tujuan akhirnya bukan hanya supaya kita menang dalam perdebatan. Bukti-bukti itu membawa kita kepada satu Pribadi: Yesus yang hidup.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingat tiga bukti kebangkitan yang paling kamu pahami, lalu ceritakan kepada seseorang.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi banyak alasan untuk percaya. Tolong aku bukan hanya mengetahui bukti-buktinya, tetapi sungguh percaya dan mengikuti-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: bukti demi bukti membawa kita kepada satu kesimpulan yang kuat—Yesus sungguh hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Bukti Tidak Langsung (17 Oktober)
2026/10/16
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Bukti Tidak Langsung
Diambil dari: Yohanes 12:46
“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.”
Wonder Kids, ketika orang menyelidiki sebuah kejadian, kadang-kadang tidak ada satu bukti yang langsung menjawab semuanya. Tetapi ada banyak petunjuk kecil yang kalau digabungkan mengarah pada satu kesimpulan yang kuat. Ini disebut bukti tidak langsung atau circumstantial evidence.
Coba bayangkan ada satu donat gula yang hilang dari meja. Tidak ada seorang pun melihat siapa yang mengambilnya. Tetapi kemudian kamu menemukan gula bubuk di tangan kakakmu, sedikit gula di bajunya, dan ia terlihat sedang mengunyah. Tidak ada satu petunjuk pun yang sendirian membuktikan semuanya. Tetapi kalau semua petunjuk digabungkan, kita bisa menarik kesimpulan yang masuk akal.
Begitu juga ketika kita mempelajari kebangkitan Yesus.
Para ahli medis mengatakan bahwa setelah mengalami cambukan, penyaliban, kehilangan banyak darah, dan ditikam tombak, Yesus benar-benar mati. Setelah itu, tubuh Yesus diletakkan di dalam kubur milik Yusuf dari Arimatea. Lalu kubur tersebut ditemukan kosong. Dan bukan hanya itu, banyak orang kemudian bersaksi bahwa mereka melihat Yesus hidup kembali.
Satu bukti saja mungkin masih membuat seseorang bertanya-tanya. Tetapi ketika semuanya digabungkan—kematian Yesus, kubur yang kosong, kesaksian banyak orang, dan perubahan hidup para murid—semuanya mengarah kepada satu kesimpulan: Yesus sungguh bangkit dari kematian.
Wonder Kids, iman Kristen bukan berarti kita percaya tanpa alasan. Tuhan memberi kita banyak kesaksian yang dapat dipelajari. Kita memang tidak melihat kebangkitan Yesus dengan mata sendiri, tetapi kita dapat mengikuti “petunjuk-petunjuk” yang ditinggalkan dan melihat bahwa semuanya menunjuk kepada Yesus yang hidup.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingat kembali tiga bukti kebangkitan Yesus yang sudah kita pelajari, lalu ceritakan kepada seseorang.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberikan banyak bukti yang menolongku percaya bahwa Engkau sungguh bangkit. Tolong aku semakin yakin dan berani menceritakan kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: ketika semua petunjuk digabungkan, semuanya menunjuk pada satu kesimpulan—Yesus sungguh hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Sudah Hidup, Tetapi Belum Sepenuhnya (16 Oktober)
2026/10/15
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Sudah Hidup, Tetapi Belum Sepenuhnya
Diambil dari: Filipi 3:20
“Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.”
Wonder Kids, kalau kita percaya kepada Yesus, ada sesuatu yang luar biasa sudah terjadi dalam hidup kita. Dosa kita diampuni, kita menjadi milik Tuhan, dan kita menerima hidup yang baru. Dalam arti rohani, kita sudah “dibangkitkan” bersama Kristus untuk hidup bagi Allah.
Tetapi ada satu hal yang belum selesai. Kita masih hidup di dunia yang penuh dosa, sakit, kesedihan, dan kematian. Tubuh kita masih bisa lelah, sakit, bahkan suatu hari nanti akan mati. Jadi, keselamatan kita sudah nyata sekarang, tetapi belum sepenuhnya selesai.
Rasul Paulus mengatakan bahwa kewargaan kita ada di surga. Artinya, identitas kita sekarang adalah milik Kerajaan Allah. Namun, kita masih menantikan sesuatu yang lebih besar: Tuhan Yesus akan datang kembali dan mengubah tubuh kita menjadi tubuh yang mulia seperti tubuh-Nya.
Wah, ini pengharapan yang indah sekali. Kita tidak hanya berharap supaya jiwa kita pergi ke surga setelah mati. Kita menantikan hari ketika Yesus datang kembali, orang percaya dibangkitkan, dan seluruh hidup kita dipulihkan dengan sempurna.
Karena itu, kita hidup dalam keadaan “sudah, tetapi belum.” Kita sudah diampuni, tetapi masih belajar melawan dosa. Kita sudah menjadi anak Tuhan, tetapi masih menantikan kesempurnaan. Kita sudah punya hidup baru, tetapi masih menunggu tubuh yang baru.
Wonder Kids, ini menolong kita untuk tidak putus asa. Kalau kamu masih gagal, jangan menyerah. Tuhan belum selesai bekerja dalam hidupmu. Teruslah bertumbuh, teruslah bertobat, dan teruslah berharap kepada Yesus.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa kecewa karena masih sering gagal, katakan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau belum selesai membentukku.”
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah memberiku hidup baru. Tolong aku setia hidup bagi-Mu sambil menantikan hari ketika Engkau datang kembali dan menyempurnakan semuanya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: kita sudah menerima hidup baru sekarang, tetapi kita masih menantikan hari ketika Yesus menyempurnakan semuanya. Tuhan Yesus memberkati.
Biarkan yang Mati Tetap Mati (15 Oktober)
2026/10/14
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Biarkan yang Mati Tetap Mati
Diambil dari: Roma 6:8–11
“Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.”
Wonder Kids, pernahkah kamu melihat seseorang yang seharusnya sudah membuang kebiasaan buruk, tetapi malah kembali melakukannya lagi? Misalnya sudah berjanji tidak berbohong, tetapi kembali berbohong. Sudah berhenti berkata kasar, tetapi mulai lagi. Kita sering seperti itu.
Roma 6 mengajarkan bahwa ketika kita percaya kepada Yesus, ada sesuatu yang sangat penting terjadi. Alkitab mengatakan bahwa kita “mati bersama Kristus” terhadap dosa dan sekarang hidup bagi Allah. Artinya, dosa tidak lagi menjadi tuan yang menguasai hidup kita.
Sebelum mengenal Yesus, kita mudah mengikuti keinginan dosa. Kita marah sesuka hati, berbohong untuk menyelamatkan diri, iri kepada orang lain, atau melakukan sesuatu hanya karena kita ingin. Tetapi ketika kita menjadi milik Kristus, kita mendapat kehidupan yang baru.
Lalu mengapa kita masih bisa jatuh dalam dosa? Karena walaupun kuasa dosa sudah dikalahkan, kita masih hidup di dunia yang penuh godaan dan masih harus belajar menaati Tuhan setiap hari. Itulah sebabnya Paulus berkata, “Anggaplah dirimu telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”
Bayangkan dosa seperti sesuatu yang sudah dikuburkan. Kalau sudah dikuburkan, jangan digali lagi! Jangan memelihara kembali kebiasaan lama yang Tuhan ingin kita tinggalkan.
Wonder Kids, mungkin ada dosa tertentu yang sering kembali muncul dalam hidupmu. Jangan berkata, “Memang aku begini.” Dalam Yesus, kamu tidak harus terus dikuasai dosa itu. Kamu bisa datang kepada Tuhan, mengakuinya, dan meminta Roh Kudus menolongmu berubah.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu kebiasaan dosa yang perlu kamu “biarkan mati,” lalu ambil satu langkah nyata untuk meninggalkannya.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui kematian dan kebangkitan-Mu aku mendapat hidup yang baru. Tolong aku tidak kembali memelihara dosa lama, tetapi hidup bagi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: kalau dosa sudah dikalahkan oleh Kristus, jangan hidupkan kembali apa yang seharusnya sudah mati. Tuhan Yesus memberkati.
Sisi Lain dari Awan (14 Oktober)
2026/10/13
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Sisi Lain dari Awan
Diambil dari: Daniel 7:13
“Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.”
Wonder Kids, setelah Tuhan Yesus bangkit, Ia menampakkan diri kepada murid-murid selama empat puluh hari. Lalu tibalah waktunya Yesus naik ke surga. Kisah Para Rasul 1:9 berkata bahwa Yesus terangkat dan awan menutupi-Nya dari pandangan mereka.
Kalau kita hanya melihat dari sisi murid-murid, kita melihat Yesus pergi dan menghilang di balik awan. Tetapi Daniel 7 seolah-olah memberi kita gambaran dari “sisi lain awan.” Daniel melihat seorang seperti Anak Manusia datang dengan awan-awan kepada Allah dan menerima kekuasaan, kemuliaan, serta kerajaan.
Jadi, kenaikan Yesus bukan sekadar perpisahan. Yesus tidak hanya “pergi jauh.” Ia kembali kepada Bapa dan menerima kemuliaan sebagai Raja. Yesus yang dulu memakai mahkota duri sekarang adalah Raja segala raja. Yesus yang dulu dihina sekarang dimuliakan. Yesus yang dulu berdiri di hadapan Pilatus sekarang bertakhta dalam kerajaan yang tidak akan berakhir.
Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa dunia ini penuh kekacauan. Ada banyak hal yang membuat kita takut dan bertanya, “Siapa sebenarnya yang memegang kendali?” Jawabannya: Tuhan Yesus. Ia bukan Raja yang menunggu untuk menang suatu hari nanti. Ia sudah bangkit, naik ke surga, dan memerintah.
Karena itu, kita bisa percaya kepada-Nya. Kita mungkin belum melihat semuanya jelas sekarang, seperti murid-murid yang hanya melihat awan menutupi Yesus. Tetapi di balik apa yang tidak kita lihat, Tuhan tetap bekerja dan Yesus tetap bertakhta.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa takut karena keadaan yang tidak bisa kamu kendalikan, katakan, “Tuhan Yesus, Engkau Raja. Aku percaya Engkau tetap memegang kendali.”
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah bangkit dan sekarang bertakhta sebagai Raja. Tolong aku percaya kepada-Mu ketika aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: di balik awan, Yesus tidak menghilang—Ia bertakhta sebagai Raja yang berkuasa selama-lamanya. Tuhan Yesus memberkati.
Datang kepada Bapa, Menerima Roh Kudus (13 Oktober)
2026/10/12
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Datang kepada Bapa, Menerima Roh Kudus
Diambil dari: 1 Timotius 2:5–6
“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia.”
Wonder Kids, sebelum Tuhan Yesus disalibkan, Ia berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan pergi kepada Bapa. Murid-murid tentu sedih dan bingung. Mereka sudah berjalan bersama Yesus, mendengar pengajaran-Nya, dan melihat mujizat-Nya. Sekarang Yesus berkata bahwa Ia akan meninggalkan mereka.
Tetapi Yesus menjelaskan bahwa kepergian-Nya justru akan membawa sesuatu yang baik. Ia berkata bahwa setelah pergi kepada Bapa, Ia akan mengutus Roh Kudus untuk menyertai mereka.
Mengapa kita membutuhkan Roh Kudus?
Karena Yesus adalah Pengantara yang membawa kita kembali kepada Allah. Dosa telah memisahkan manusia dari Tuhan. Kita tidak bisa memperbaiki hubungan itu dengan usaha sendiri. Tetapi Yesus datang, mati di kayu salib, dan bangkit supaya jalan kepada Bapa terbuka bagi kita.
Kemudian Roh Kudus tinggal dalam diri orang yang percaya kepada Yesus. Roh Kudus menolong kita mengenal kebenaran, mengingat firman Tuhan, berdoa, melawan dosa, dan hidup semakin serupa dengan Kristus.
Wonder Kids, mungkin kita kadang berkata, “Aku ingin taat, tetapi susah.” Atau, “Aku ingin berbuat benar, tetapi aku sering gagal.” Tuhan tahu kelemahan kita. Karena itu, Ia tidak menyuruh kita hidup sebagai anak Tuhan dengan kekuatan kita sendiri. Ia memberikan Roh Kudus untuk menolong kita.
Ini bukan berarti kita otomatis selalu melakukan yang benar. Kita tetap perlu belajar taat dan mengambil keputusan yang benar. Tetapi kita tidak sendirian. Roh Kudus bekerja dalam hati kita dan memberi kekuatan untuk mengikuti Yesus.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa sulit melakukan yang benar, berhentilah dan berdoa, “Roh Kudus, tolong aku memilih yang menyenangkan hati Tuhan.”
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menjadi Pengantara yang membawaku kepada Bapa. Terima kasih karena Engkau memberikan Roh Kudus untuk menyertai dan menolongku. Ajari aku mendengarkan firman-Mu dan hidup dalam ketaatan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: Yesus membawa kita kepada Bapa, dan Roh Kudus menyertai kita supaya kita dapat hidup sebagai anak-anak Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Bagaimana Pengorbanan Membawa kepada Kebangkitan (12 Oktober)
2026/10/11
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Bagaimana Pengorbanan Membawa kepada Kebangkitan
Diambil dari: Markus 8:35
“Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”
Wonder Kids, kebangkitan Yesus tidak terjadi tanpa salib. Sebelum bangkit, Yesus harus lebih dahulu menderita dan mati. Tidak ada kemenangan kebangkitan tanpa pengorbanan sebelumnya.
Prinsip ini juga Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya. Yesus berkata bahwa siapa yang mau mengikut Dia harus menyangkal dirinya, memikul salib, dan mengikuti-Nya. Itu berarti menjadi pengikut Yesus bukan selalu tentang hidup yang mudah dan menyenangkan.
Kadang-kadang mengikuti Yesus berarti kita harus berani kehilangan sesuatu. Mungkin kehilangan kesempatan untuk ikut-ikutan berbuat salah. Mungkin kehilangan popularitas karena memilih tetap jujur. Mungkin harus mengalah, meminta maaf, memaafkan, atau tetap melakukan yang benar walaupun teman-teman mengejek.
Yesus sendiri memberikan teladan yang paling besar. Ia rela kehilangan nyawa-Nya di kayu salib. Tetapi kematian bukan akhir. Pada hari ketiga, Yesus bangkit. Salib yang kelihatannya seperti kekalahan ternyata menjadi jalan menuju kemenangan.
Begitu juga dalam hidup kita. Taat kepada Tuhan kadang terasa seperti kita sedang “kehilangan.” Kita kehilangan keinginan untuk menang sendiri, kenyamanan, atau sesuatu yang kita sukai. Tetapi sebenarnya Tuhan sedang membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik di dalam Dia.
Bukan berarti setiap kesulitan langsung menghasilkan sesuatu yang kita inginkan. Namun, kita tahu bahwa Tuhan tidak menyia-nyiakan ketaatan dan pengorbanan yang kita lakukan karena mengasihi-Nya.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang perlu kamu lepaskan supaya bisa lebih taat kepada Yesus, lalu minta Tuhan memberi kekuatan untuk melakukannya.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela berkorban sampai mati dan bangkit dengan kemenangan. Tolong aku berani menyangkal diri, taat kepada-Mu, dan percaya bahwa jalan-Mu selalu yang terbaik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: jalan Yesus melewati salib menuju kebangkitan, dan ketaatan kita kepada-Nya tidak pernah sia-sia. Tuhan Yesus memberkati.
Bukan Tiket “Keluar dari Neraka” (11 Oktober)
2026/10/10
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Bukan Tiket “Keluar dari Neraka”
Diambil dari: Yakobus 2:14
“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?”
Wonder Kids, ada orang yang berpikir begini: “Yang penting aku sudah percaya kepada Yesus. Berarti aku pasti selamat.” Lalu setelah itu, hidupnya tetap sama. Ia tidak peduli dengan Tuhan, tidak mau berubah, dan terus hidup sesuka hati.
Apakah iman seperti itu benar?
Yakobus berkata bahwa iman yang sejati tidak berhenti pada kata-kata. Kalau kita sungguh percaya kepada Yesus, hidup kita perlahan-lahan akan berubah. Bukan karena perubahan itu membuat kita diselamatkan, tetapi karena keselamatan yang sejati memang menghasilkan perubahan.
Kita sudah belajar bahwa keselamatan adalah pemberian Tuhan. Kita tidak bisa membeli keselamatan dengan perbuatan baik. Kita juga tidak bisa mendapatkannya karena rajin ke gereja atau merasa diri cukup baik. Kita diselamatkan hanya karena anugerah Tuhan melalui iman kepada Yesus.
Tetapi iman yang hidup akan terlihat buahnya. Orang yang sungguh mengenal Yesus akan belajar mengampuni, berkata jujur, mengasihi orang lain, meninggalkan dosa, dan menaati firman Tuhan. Memang tidak langsung sempurna, tetapi ada arah hidup yang berubah.
Coba bayangkan seseorang berkata, “Aku percaya obat ini bisa menyembuhkanku,” tetapi ia tidak pernah meminumnya. Katanya percaya, tetapi tindakannya tidak menunjukkan hal itu. Begitu juga dengan iman. Kalau kita berkata percaya kepada Yesus, tetapi sama sekali tidak mau mengikuti-Nya, kita perlu bertanya dengan jujur: apakah iman kita sungguh hidup?
Wonder Kids, Yesus bukan sekadar “tiket keluar dari neraka.” Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat yang memanggil kita untuk mengikuti-Nya.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang perlu diubah karena kamu mengikut Yesus, lalu minta Tuhan menolongmu melakukannya.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena keselamatan adalah anugerah-Mu. Tolong aku memiliki iman yang hidup, bukan hanya di mulut, tetapi juga terlihat melalui hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: kita diselamatkan oleh iman, tetapi iman yang sejati tidak pernah sendirian—ia menghasilkan kehidupan yang berubah. Tuhan Yesus memberkati.
Bagaimana Kita Tidak Diselamatkan (10 Oktober)
2026/10/09
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Bagaimana Kita Tidak Diselamatkan
Diambil dari: Roma 10:13
“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”
Wonder Kids, kemarin kita belajar bahwa neraka itu nyata. Orang Saduki salah karena mereka tidak percaya kepada kehidupan setelah kematian. Lalu muncul pertanyaan penting: kalau surga dan neraka itu nyata, bagaimana kita bisa diselamatkan?
Ada orang berpikir bahwa Tuhan akan menimbang perbuatan kita seperti memakai timbangan. Kalau perbuatan baik lebih banyak daripada perbuatan jahat, kita masuk surga. Kedengarannya masuk akal, tetapi Alkitab tidak mengajarkan seperti itu.
Masalahnya, standar Tuhan bukan “cukup baik.” Standar Tuhan adalah sempurna. Roma 3:10 berkata, “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.” Semua manusia sudah berdosa. Jadi, seandainya keselamatan bergantung pada seberapa baik kita, tidak ada seorang pun yang akan berhasil.
Ada juga yang berkata, “Semua agama kan menuju Tuhan. Jalannya berbeda-beda, tetapi akhirnya sama.” Namun, Yesus sendiri berkata dalam Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Jadi kita tidak diselamatkan karena rajin berbuat baik, karena berasal dari keluarga Kristen, karena sering ke gereja, atau karena merasa diri lebih baik daripada orang lain. Kita diselamatkan hanya karena anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus.
Yesus melakukan apa yang tidak sanggup kita lakukan. Ia hidup tanpa dosa, lalu mati di kayu salib menanggung hukuman dosa kita. Ia bangkit mengalahkan kematian. Karena itu, setiap orang yang bertobat, percaya kepada Yesus, dan berseru kepada-Nya menerima keselamatan.
Wonder Kids, perbuatan baik tetap penting. Tetapi kita berbuat baik bukan supaya diselamatkan, melainkan karena kita sudah diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan, apakah kamu selama ini percaya kepada Yesus atau hanya merasa dirimu cukup baik? Datanglah kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, aku tahu aku tidak dapat menyelamatkan diriku sendiri. Terima kasih karena Engkau mati dan bangkit bagiku. Tolong aku percaya kepada-Mu dan hidup sebagai anak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: kita tidak diselamatkan karena kebaikan kita, tetapi hanya karena anugerah Allah melalui Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati.
Yesus dan Neraka (9 Oktober)
2026/10/08
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Yesus dan Neraka
Diambil dari: Matius 10:28
“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”
Wonder Kids, kebanyakan orang lebih suka membicarakan kasih Yesus, pertolongan-Nya, dan surga. Memang semua itu penting. Tetapi Yesus juga berbicara tentang neraka. Mengapa? Karena Yesus mengasihi kita dan tidak mau kita menganggap dosa sebagai sesuatu yang ringan.
Dalam Injil, Yesus menjelaskan bahwa neraka adalah tempat hukuman bagi orang-orang yang menolak Tuhan. Ia memakai gambaran seperti api, kegelapan, tangisan, dan kertakan gigi untuk menunjukkan bahwa hukuman dosa itu sungguh serius.
Apakah itu berarti Yesus senang menghukum manusia? Tentu tidak. Justru karena Tuhan itu kudus dan adil, Ia tidak bisa mengatakan bahwa dosa tidak masalah. Kalau kejahatan, kebencian, kekerasan, dan pemberontakan kepada Tuhan dibiarkan begitu saja, itu bukan keadilan.
Tetapi kabar baiknya adalah Yesus tidak hanya memperingatkan kita tentang hukuman. Ia sendiri datang untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Di kayu salib, Yesus menanggung hukuman yang seharusnya kita terima. Karena itu, setiap orang yang bertobat dan percaya kepada-Nya menerima pengampunan dan hidup kekal.
Wonder Kids, tujuan kita bukan hidup takut terus-menerus memikirkan neraka. Tujuan kita adalah menyadari betapa seriusnya dosa dan betapa besarnya kasih Tuhan. Kalau kita sudah percaya kepada Yesus, kita dapat hidup dengan syukur dan sukacita, bukan dengan ketakutan.
Dan karena kita tahu bahwa keselamatan itu penting, kita juga tidak boleh cuek terhadap orang lain. Kita bisa berdoa untuk teman-teman kita dan dengan kasih menceritakan kabar baik tentang Yesus kepada mereka.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Doakan satu orang yang belum mengenal Yesus dan mintalah Tuhan memberimu kesempatan menunjukkan kasih-Nya kepadanya.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memperingatkanku tentang dosa dan datang untuk menyelamatkanku. Tolong aku hidup dekat kepada-Mu dan mengasihi orang lain dengan memberitakan kabar baik-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: Yesus berbicara tentang neraka bukan karena Ia kejam, tetapi karena dosa itu serius dan Ia datang untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Surga atau Langit dan Bumi yang Baru? (8 Agustus)
2026/10/07
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Surga atau Langit dan Bumi yang Baru?
Diambil dari: 2 Petrus 3:13
“Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.”
Wonder Kids, orang Saduki tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat berbeda. Yesus berkata bahwa surga adalah tempat kediaman Allah yang kudus dan para malaikat-Nya.
Kadang-kadang kita membayangkan surga seperti kartun: orang duduk di atas awan, memakai sayap, lalu memainkan kecapi sepanjang hari. Tetapi Alkitab memberikan gambaran yang jauh lebih indah.
Firman Tuhan berkata bahwa sesudah penghakiman terakhir, Allah akan menjadikan langit yang baru dan bumi yang baru. Wahyu 21 menggambarkan sebuah kehidupan yang dipulihkan: tidak ada lagi kematian, tangisan, kesakitan, atau dosa. Allah akan tinggal bersama umat-Nya, dan semuanya akan dibuat baru.
Jadi, kehidupan kekal bukan berarti kita selamanya menjadi roh yang melayang-layang tanpa tubuh. Ingatlah apa yang terjadi kepada Yesus. Setelah mati, Yesus bangkit dengan tubuh yang baru. Murid-murid dapat melihat dan menyentuh-Nya. Dengan cara yang serupa, Alkitab mengajarkan bahwa suatu hari nanti Tuhan juga akan membangkitkan tubuh orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Artinya, rencana keselamatan Tuhan bukan hanya membawa jiwa kita pergi dari dunia. Tuhan sedang memulihkan seluruh ciptaan. Apa yang rusak oleh dosa akan diperbarui. Kita akan hidup bersama Tuhan dalam dunia yang sempurna, seperti tujuan-Nya sejak awal ketika menciptakan Adam dan Hawa—bahkan lebih indah, karena dosa tidak akan pernah merusaknya lagi.
Wonder Kids, ini memberi kita pengharapan besar. Kehidupan kita sekarang bukan akhir dari semuanya. Ada masa depan yang sungguh indah bersama Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat melihat sesuatu yang indah di dunia—langit, pohon, bunga, atau laut—ingatlah bahwa Tuhan suatu hari nanti akan memperbarui seluruh ciptaan.
Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menjanjikan langit yang baru dan bumi yang baru. Tolong aku hidup setia kepada-Mu sambil menantikan hari ketika aku akan bersama-Mu selamanya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: pengharapan kita bukan sekadar “pergi ke surga,” tetapi hidup bersama Tuhan dalam ciptaan yang diperbarui dan sempurna. Tuhan Yesus memberkati.
Orang Saduki: Penolak Kebangkitan yang Pertama (7 Oktober)
2026/10/06
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Orang Saduki: Penolak Kebangkitan yang Pertama
Diambil dari: Matius 22:23
“Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan.”
Wonder Kids, pada zaman Tuhan Yesus ada kelompok pemimpin agama Yahudi yang disebut orang Saduki. Mereka adalah kelompok yang cukup berpengaruh dan banyak di antara mereka berasal dari kalangan imam. Tetapi ada satu hal penting yang mereka tolak: mereka tidak percaya bahwa orang mati akan dibangkitkan.
Orang Saduki percaya bahwa setelah seseorang meninggal, semuanya selesai. Karena itu, ketika mendengar Yesus berbicara tentang kebangkitan, mereka mencoba menjebak-Nya dengan sebuah pertanyaan.
Mereka menceritakan tentang seorang perempuan yang menikah dengan seorang laki-laki, tetapi suaminya meninggal tanpa mempunyai anak. Menurut hukum pada zaman itu, saudara laki-laki suaminya kemudian menikahi perempuan tersebut. Tetapi saudara itu juga meninggal. Hal yang sama terus terjadi sampai tujuh bersaudara semuanya pernah menjadi suaminya.
Lalu mereka bertanya kepada Yesus, “Pada waktu kebangkitan, perempuan itu akan menjadi istri siapa?”
Pertanyaan itu sebenarnya bukan karena mereka benar-benar ingin belajar. Mereka sedang mencoba membuat ajaran tentang kebangkitan terlihat tidak masuk akal.
Tetapi Yesus menjawab bahwa mereka salah karena tidak mengerti Kitab Suci dan kuasa Allah. Kehidupan setelah kebangkitan tidak sama persis dengan kehidupan kita sekarang. Tuhan mampu membangkitkan orang mati dan memberikan kehidupan yang baru sesuai dengan rencana-Nya.
Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa mempunyai pertanyaan tentang Tuhan yang terasa sulit. Bertanya itu tidak salah. Yang penting adalah sikap hati kita. Jangan bertanya hanya untuk mencari kesalahan, tetapi bertanyalah karena sungguh ingin mengenal kebenaran.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu memiliki pertanyaan tentang kebangkitan atau kehidupan setelah kematian, tuliskan dan tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu.
Mari kita berdoa: Tuhan, tolong aku percaya kepada kuasa-Mu dan firman-Mu. Ketika aku memiliki pertanyaan, berikan aku hati yang mau belajar dan menerima kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Apa Arti Kebangkitan Yesus? (6 Oktober)
2026/10/05
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Apa Arti Kebangkitan Yesus?
Diambil dari: 1 Tesalonika 4:13 “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.”
Wonder Kids, ketika seseorang yang kita kasihi meninggal, hati kita pasti sedih. Kita merasa kehilangan. Kita menangis. Bahkan orang dewasa pun bisa sangat berduka. Kesedihan itu wajar. Tuhan tidak melarang kita bersedih.
Yesus sendiri pernah menangis ketika Lazarus, sahabat-Nya, meninggal. Jadi, menjadi sedih bukan berarti kita tidak beriman. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kesedihan itu tidak kosong. Di dalam kesedihan, kita tetap memiliki pengharapan.
Rasul Paulus menjelaskan bahwa orang percaya yang meninggal itu seperti sedang “tidur.” Tentu ini bukan berarti tubuhnya benar-benar tidur seperti waktu malam hari. Paulus memakai gambaran itu untuk menolong kita mengerti bahwa kematian bukan akhir bagi orang yang ada di dalam Kristus. Mengapa? Karena Yesus sudah mati dan sudah bangkit!
Kebangkitan Yesus berarti kematian sudah dikalahkan. Yesus tidak tinggal di dalam kubur. Ia bangkit dengan kemenangan. Dan karena Yesus bangkit, semua orang yang percaya kepada-Nya juga akan dibangkitkan dan hidup bersama Dia selama-lamanya.
Itulah sebabnya orang Kristen berduka dengan cara yang berbeda. Kita tetap menangis, tetapi kita tidak putus asa. Kita tetap sedih, tetapi kita tidak kehilangan harapan. Kalau orang yang meninggal itu percaya kepada Yesus, kita tahu bahwa suatu hari nanti kita akan bertemu kembali di dalam kemuliaan bersama Tuhan.
Wonder Kids, mungkin sekarang kamu belum terlalu sering memikirkan soal kematian. Tetapi sejak kecil kita perlu belajar satu hal penting: harapan sejati tidak ditemukan dalam kesehatan, uang, atau umur panjang. Harapan sejati hanya ada di dalam Yesus yang sudah bangkit.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: kalau kamu tahu ada teman atau keluarga yang sedang berduka, doakan mereka dan hiburlah mereka dengan kasih.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah bangkit dan memberi kami pengharapan. Saat kami sedih atau kehilangan orang yang kami kasihi, tolong kami ingat bahwa Engkau berkuasa atas kematian. Ajari kami berharap kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: kebangkitan Yesus berarti orang yang percaya kepada-Nya memiliki pengharapan yang hidup, bahkan ketika menghadapi kematian. Tuhan Yesus memberkati.
Yesus vs. Alien dan Bigfoot? (5 Oktober)
2026/10/04
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Yesus vs. Alien dan Bigfoot?
Diambil dari: Kisah Para Rasul 14:31
“Mereka percaya kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
Wonder Kids, beberapa orang berkata, “Kalau orang bisa percaya pada alien atau Bigfoot tanpa bukti yang sangat kuat, mengapa mereka merasa aneh ketika orang Kristen percaya kepada Yesus?”
Memang, ada banyak orang yang percaya pada hal-hal yang belum dapat dibuktikan dengan jelas. Sebuah survei di Amerika pernah menunjukkan cukup banyak orang percaya bahwa alien mungkin ada. Ada juga yang percaya pada makhluk seperti Bigfoot, walaupun bukti yang ada sangat terbatas.
Nah, lalu bagaimana dengan Yesus? Apakah percaya kepada Yesus juga sama seperti percaya kepada sesuatu yang tidak punya bukti?
Tidak. Kita memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa Yesus benar-benar hidup. Kita mempunyai catatan sejarah, kesaksian para saksi mata, tulisan para rasul, kubur yang kosong, dan perubahan hidup orang-orang yang bertemu dengan Yesus yang bangkit. Jadi iman Kristen bukan sekadar, “Aku merasa ini benar, jadi aku percaya.”
Tentu, kita tidak bisa melihat Yesus dengan mata kita sekarang seperti para murid dahulu. Tetapi kita bisa memeriksa kesaksian yang sudah diberikan kepada kita. Dan semakin kita melihat bukti-buktinya, semakin masuk akal untuk percaya bahwa Yesus sungguh hidup, mati di kayu salib, dan bangkit kembali.
Wonder Kids, iman tidak berarti percaya tanpa berpikir. Iman berarti mempercayakan diri kepada Yesus karena kita punya alasan yang cukup untuk mengenal siapa Dia.
Jadi, ketika temanmu bertanya, “Mengapa kamu percaya kepada Yesus?” jangan hanya menjawab, “Pokoknya percaya.” Ceritakan bahwa iman kita berdiri di atas kesaksian yang dapat dipercaya tentang Yesus.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh hidup, lalu ceritakan kepada seseorang.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami alasan untuk percaya kepada-Mu. Tolong aku semakin mengenal kebenaran dan berani menjelaskan imanku dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: percaya kepada Yesus bukan seperti percaya pada cerita tanpa bukti—iman kita berdiri di atas kesaksian yang dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Apakah Murid-Murid Hanya Berhalusinasi? (4 Oktober)
2026/10/03
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah
Apakah Murid-Murid Hanya Berhalusinasi?
Diambil dari: Kisah Para Rasul 2:32
“Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”
Wonder Kids, ada orang yang mencoba mencari penjelasan lain tentang penampakan Yesus setelah kebangkitan. Mereka berkata, “Mungkin para murid sungguh merasa melihat Yesus, tetapi sebenarnya mereka hanya berhalusinasi.”
Halusinasi adalah ketika seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Namun, seorang psikolog bernama Dr. Gary Collins menjelaskan bahwa halusinasi biasanya merupakan pengalaman pribadi. Satu orang mungkin mengalami halusinasi tertentu, tetapi orang lain tidak otomatis melihat hal yang sama. Apalagi dalam kisah kebangkitan, Yesus menampakkan diri kepada banyak orang, bahkan kepada kelompok besar.
Selain itu, para murid bukan orang-orang yang sedang sangat berharap Yesus akan muncul. Setelah penyaliban, mereka justru takut, bingung, kecewa, dan bersembunyi. Tomas bahkan menolak percaya sebelum melihat sendiri. Yakobus, saudara Yesus, sebelumnya juga tidak percaya kepada-Nya. Mereka bukan orang yang sedang menunggu-nunggu sesuatu lalu membayangkannya terjadi.
Yesus juga tidak hanya menampakkan diri satu kali. Selama sekitar empat puluh hari, Ia berkali-kali bertemu dengan para pengikut-Nya. Mereka berbicara dengan-Nya, menyentuh-Nya, makan bersama-Nya, dan mendengar pengajaran-Nya.
Kalau semua itu hanya halusinasi, kita harus menjelaskan mengapa banyak orang yang berbeda mengalami hal yang sama berulang kali. Penjelasan itu justru menjadi semakin sulit.
Wonder Kids, kita memang perlu memeriksa berbagai penjelasan dengan hati-hati. Iman Kristen tidak meminta kita menutup mata terhadap pertanyaan. Tetapi setelah melihat bukti-buktinya, penjelasan terbaik tetaplah bahwa Yesus sungguh bangkit dan para murid benar-benar bertemu dengan-Nya.
Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mempunyai pertanyaan tentang kebangkitan Yesus, tuliskan dan carilah jawabannya melalui Alkitab bersama orang yang dapat menolongmu.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena kebangkitan-Mu sungguh nyata. Tolong aku tidak mudah bingung, tetapi belajar memeriksa kebenaran dan semakin percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Wonder Kids, ingatlah: para murid bukan hanya merasa melihat Yesus—mereka sungguh menjadi saksi bahwa Dia telah bangkit dan hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Podcast reviews
Read Renungan Anak GKY Mabes podcast reviews
Podcast sponsorship advertising
Start advertising on Renungan Anak GKY Mabes relevant audience podcasts
You may also like to advertise on these Podcasts

4.7830518
The Home Service Expert Podcast
Tommy Mello: $200 Million Founder|Forbes, Inc., Entrepreneur Columnist

4.443461356
Something You Should Know
Mike Carruthers | OmniCast Media

4.7906254
Everything is Fine
Jennifer Romolini and Kim France

4.610836573
Serialously with Annie Elise
Annie Elise & Audioboom Studios

4.41171483
The Outlier Health Podcast
Matt Frazier, Matt Tullman, Isabelle Caputo, and Doug Hay

4.616141358
Giggly Squad
Hannah Berner & Paige DeSorbo

4.8219787
Imperfect Action
Steph Taylor

4.727535588
This Past Weekend w/ Theo Von
Theo Von

4.713016375
The Tim Dillon Show
The Tim Dillon Show

4.115971458
The Tucker Carlson Show
Tucker Carlson Network