1556124462
Suara.Tuan

Advertise on podcast: Suara.Tuan

Categories
Country
United States
This podcast has
25 episodes
Language
Indonesian
Publisher
Potret
Explicit
No
Date created
2021/03/01
Latest episode
2022/06/14
Average duration
4 min.
Release period
40 days

Description

“Tidak semua hal terjadi seperti maumu, tidak semua hal untuk kau genggam. Yuk coba lagi, masih banyak kesempatan untuk tumbuh menjadi versi terbaikmu”

Unlock Suara.Tuan podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Suara.Tuan podcast


Racikan Takdir Semesta
2022/06/14
“Semesta itu adil. Pun jika belum masuk akal hari ini, lusa atau entah hari apa. Keadilan semesta akan datang, mengetuk pintu rumah kita, dengan membawa hal-hal yang tidak pernah kita perkirakan, sebelumya”   Semesta membuat racikan takdir yang berbeda-beda, pada tiap-tiap manusia.  Pengisi Suara : C**a Penulis : Waras Hati --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Ziarah Rindu di Hari Raya
2022/05/01
Di Hari Raya, aku lebih memilih untuk berziarah rindu di hadapan kaleng kudapan kesukaan seseorang yang kini tak lagi bisa ku sentuh dan lihat.  Aku lebih memilih menebar bunga di tempat-tempat yang dulunya ada ceritaku dengannya.  Di kursi kayu tempat aku duduk dengannya, mau pun di ruang-ruang yang masih penuh aroma keberadaannya.  Suara: Tuan Penulis: Waras Hati --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps - Untuk Ikhlasmu
2021/08/09
Eps - Untuk Ikhlasmu Untuk apa pun yang pergi Untuk apa pun yang hilang Untuk apa pun yang dicuri Untuk apa pun yang digagalkan Untuk apa pun yang rampas Untuk apa pun yang diambil Tanpa kesiapan kita Tanpa persetujuan kita Ikhlaskan bagaimana pun caranya --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 21 - Perlawanan Terhadap Diri Sendiri
2021/05/23
Eps 21 - Perlawanan Terhadap Diri Sendiri Nanti, setelah kau lelah menghadapi perlawan hidup yang kau buat sendiri. Sempatkan untuk menemui dirimu sendiri, dan dengar apa yang dia katakan. Aku sudah pernah membuat rencana ku sendiri. Didalamnya terdapat kata lawan yang begitu banyak.  Apapun yang aku tidak suka, ku lawan.  Apapun yang aku inginkan, Aku akan persiapkan perlawanan untuk mendapatkannya. Hampir semua hal, sudah pernah aku lawan.  Pengisi Suara: Tuan Penulis: Waras Hati --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 20 - Cerita Sahur
2021/04/30
Eps 20 - Cerita Sahur Tuhan, pagi ini rasanya sangat berbeda. Entah aku harus menyambut bulan baik ini dengan perasaan yang seperti apa? Bahagia kah? Senang kah? atau lagi-lagi harus ku awali dengan sebuah tangis dan ingatan yang terluka. Entah, makanan macam apa yang harus aku santap. sementara semua makanan rasanya sangat hambar di pandanganku. Bukankah, sahur harusnya dilewati dengan penuh kegembiraan dan kesyukuran. Tapi, satu-satunya kegembiraan dan kesyukuran yang aku miliki, adalah kenangan terakhir sahur di ruang tengah dengan keluarga yang utuh. dan ruang, telah mencuri itu. Bukankah, sahur harusnya dilewati dengan makan secukupnya. Tapi, satu-satunya rasa cukup yang aku miliki, adalah kenangan terakhir saat menemani Ibu yang terburu-buru memasak hidangan sahur, sembari menunggu Ayah membangungkan adik-adikku serta mendengar celoteh adik-adikku yang kebingungan memilih mana makanan yang akan disantap terlebih dahulu. dan waktu, juga sudah mencuri itu. Tuhan, bukankah bulan baik tidak hanya berbaik hati pada kebaikan. Juga pada ingatan baik seorang anak yang sedang menahan rindu sesak di dadanya. Tuhan, bukankah bulan baik tidak hanya berbaik hati pada kebaikan.Bukan pada rasa sakit seorang anak yang tak bisa menikmati sahur pertama dengan keluarganya. Tuhan, bukankah bulan baik tidak hanya berbaik hati pada kebaikan. Bukan pada hati kecil seorang ibu atau ayah yang takut bila saat sahur hari ini tak cukup makanan untuk di makan. Bukan aku ingin berkeluh, aku mensyukuri segala nikmatmu. Aku menerimanya, bagaimana pun aku sadar semua cerita sahur itu telah berakhir. kita hanya bisa menerimanya, dan berharap ada kabar baik yang sempat tertunda bisa datang tepat waktu di bulan baik ini. Pesanku, untuk siapapun yang punya cerita sahur dengan keluarga yang utuh. pun hanya dengan segelas air putih dan dengan tiga potong telur kecil, bersyukurlah. Terimalah dengan kelapangan dadamu seluas-luasnya. karena itu jauh lebih dari manis dan jauh lebih dari cukup. Pengisi Suara: Suara Tuan Penulis: Suara Tuan --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 19 - Ilalang dan Kegelapan
2021/04/26
Eps 19 - Ilalang dan Kegelapan Menghinjau, ibarat ilalang di padang rumput rinduku telah tumbuh subur  tak bertuan namun terus tersirami kefanaan macam apa yang sedang kurawat ilalang dan kegelapan rinduku terus hadir saat sunyi gelap malam menjemput hening dan suara jangkrik  adalah harmoni di antara tangis dan doa  bukankah ditinggalkan harusnya telah menjadi kerelaan bagi hati mengiringi yang pergi dengan berjuta rasa berbalut duka aku telah banyak menjumpai kehilangan tetapi kerelaanku terhadapmu  menjadikan itu seperti kemalangan bagiku yang tiada mengenal waktu hanya untuk meratapi luka dan kecewa tentang pergimu tanpa wujud maaf Pengisi Suara : Tuan Penulis : Tuan --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 18 - Buku Harian Rindu
2021/04/21
Eps 18 - Buku Harian Rindu Semua yang tak lagi bisa aku lihat, sentuh dan dengar. Semuanya bersekongkol untuk membuat buku harian rindu, untukmu. Jika sempat serta mampu kau jangkau, bacalah.  Di dadaku. Rindu serupa anak semata wayang yang rapuh. Terlahir dari keluarga sederhana, yang sedang berada diujung tanduk. Ayahny bernama waktu, dan Ibunya bernama ingatan.  “Rindu, jika Ayah dan Ibu bercerai, kamu mau ikut siapa?” “Bolehkah aku hidup di dalam buku harianku sendiri, tanpa harus memilih salah satu dari kalian?” kata rindu Memilih Ayah dan Ibu, ingatan dan waktu. Memanglah tidak mudah bagi rindu.  Jika memilih waktu, itu artinya rindu harus merelakan ingatan tentangnya terhapus perlahan-lahan dan digantikan oleh ingatan yang baru. Sedangkan jika memilih ingatan, itu artinya rindu harus memperpanjang usia penyesalan, kesedihan dan kehampaan yang menghuni relung-relung hatinya.  Karena melupakan dan terlupakan. Bagiku sama-sama mengerikan. Oleh karena itu, aku memilih hidup abadi dalam buku harianku sendiri. Kata rindu.  Rupanya, tekat rindu sudah bulat. hari demi hari rindu memungut cerita masa lalunya dengan sabar. kemudian satu persatu dituliskan dalam buku hariannya. mulai dari cerita pertemuan yang tidak pernah terduga, hingga cerita tentang perpisahan yang sebenarnya tidak pernah direncanakan. semua tersusun rapi, lengkap serta tanpa ada yang terlewatkan satupun.  Memangnya apa yang mau kamu coba buktikan dengan pilihan itu?  Entahlah, mungkin suatu saat nanti. Entah kapan.  Ketika hatinya dihantui penyesalan dan pikirannya merasa tersesat tidak tau arah jalan untuk pulang ke tempat yang seharusnya dia tempati. aku yakin, buku harian rindu ini bisa sedikit membantu ingatannya. Itu saja, semoga.  Pengisi Suara : Tuan Penulis : Waras Hati --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 17 - Cerita Berbuka
2021/04/17
Eps 17 - Cerita Berbuka Tuhan, semoga di bulan baik ini semua kabar baik yang sempat tertunda, tersampaikan tepat waktu.  Kau bilang, berbukalah dengan yang manis.  Tapi, satu-satunya rasa manis yang aku miliki, adalah kenangan terakhir berbuka di ruang tengah dengan keluarga yang utuh. dan ruang, telah mencuri itu.  Kau bilang, berbukalah secukupnya.  Tapi, satu-satunya rasa cukup yang aku miliki, adalah kenangan terakhir saat menemani ibu memasak hidangan berbuka, sembari menunggu ayah pulang dari kerja, serta mendengar celoteh adik-adikku yang kebingungan memilih mana makanan yang akan disantap terlebih dahulu. dan waktu, juga sudah mencuri itu.  Percayalah Bulan baik, hanya berbaik hati pada kebaikan. Bukan pada ingatan baik seorang anak yang sedang memikul jarak dipundaknya.  Percayalah bulan baik, hanya berbaik hati pada kebaikan. Bukan pada hati kecil seorang ibu atau ayah yang takut tidak bisa memberikan hidangan yang layak di meja makan untuk anak-anaknya yang kelaparan. Tapi, apa boleh buat. bagaimanapun semua cerita berbuka itu berakhir. kita hanya bisa menerimanya, dan berharap ada kabar baik yang sempat tertunda bisa datang tepat waktu.  Pesanku, untuk siapapun yang punya cerita berbuka dengan keluarga yang utuh. pun hanya dengan segelas air putih dan dengan tiga biji kurma murahan, bersyukurlah.  Terimalah dengan kelapangan dadamu seluas-luasnya. karena itu jauh lebih dari manis dan jauh lebih dari cukup. 
 Pengisi Suara: Tuan Penulis: Waras Hati --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 16 - Tanah Rantau
2021/04/12
Eps 16 - Tanah Rantau Bertahun-tahun sudah daku di tanah rantau, kampung halaman nan jauh terkenang dalam ingatan. Sanak saudara saling bergilir, lirih memanggil pulang, namun tak satu jua yang menggerakkan hati untuk lekas pulang menebus rindu.  Demikian, ada hal-hal yang membuat ku enggan untuk pulang menjumpai tanah lahir ku, tanah leluhur ku. Maafkan daku, jiwa ku terlalu nyaman di tanah rantau ini, meski hati tak sebaik yang di kira. Maafkan daku, yang masih terus berusaha menemukan jati diri ku di tanah rantau ku. Siang malam tiada habis daku termenung, siang malam tiada habis daku bercerita pada diri sendiri.  Daku hanya berharap menemukan diri ku sendiri di sini, telah lama sudah rasanya daku kehilangan diri ku sendiri. oleh sebab banyak hal yang datangnya tiada sama sekali terduga.  Paduka raja di kampung halaman, sanak saudara yang rindunya pada daku tak lagi terbendung. untuk semua yang telah pulang ke tempat di mana seharusnya semua manusia akhirnya berada. maafkan daku, maafkan daku, tak pernah menemui rindu mu, tak pernah memberi mu kabar tentang keadaan daku di sini. Aku baik-baik saja, terus berusaha demikian, meski kaki rasanya tertatih-tatih melangkah. meski raga rasanya sangat letih, meski hati rasanya sudah tak utuh lagi. kelak aku pasti akan kembali, menemui semua hal yang membuat ku selalu merasa damai. doakan daku di sini, tanah rantau. menemukan apa yang harusnya kutemukan sebagai manusia.  Pengisi Suara : Tuan Penulis : Tuan --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 15 - Lelaki itu Bapak Namanya
2021/04/09
Eps 15 - Lelaki itu Bapak Namanya Lelaki itu Bapak namanya, yang paling merasa khawatir saat menantikan kelahiran anaknya. Lelaki itu Bapak namanya, yang paling bahagia saat melihat anaknya berhasil menggapai tujuannya.  Lelaki itu Bapak namanya, yang paling bersedih saat mengetahui hal buruk tengah menimpa anaknya.  Lelaki itu, Bapak namanya, yang diam-diam selalu menanyakan segala hal tentang anaknya pada Ibu.  Lelaki itu, Bapak namanya, yang paling sibuk saat menjelang pernikahan anaknya meski akhirnya paling dilupakan setelahnya.  Lelaki itu, Bapak namanya, yang paling menangis saat menyaksikan anaknya mengucapkan akad nikah sebab merasa sangat bersalah karena merasa belum mampu berikan apa-apa.  Lelaki itu Bapak namanya, yang dalam diamnya hanya berisi doa untuk kebaikan hidup anak-anaknya.  Lelaki itu Bapak namanya, yang meski tubuhnya renta dan lelah di hajar keras dunia, namun tak sekali pun ia berujar keluh.  Lelaki itu Bapak namanya, yang peluhnya jarang kita hargai tapi cintanya tak pernah pudar untuk anaknya.  Lelaki itu Bapak namanya, yang sikap tegas selalu kita anggap kekejaman.  Lelaki itu Bapak namanya, yang tak pernah berkata tapi hatinya luka oleh sebab kita tak pernah punya waktu untuk sekadar berbincang dengannya.  Lelaki itu Bapak namanya, yang kerap berucap, maafkanlah bapakmu nak, jikalau ada yang kurang dariku. Lelaki itu Bapak namanya, yang diamnya doa, keringat doa, lelahnya doa, bahkan kematiannya doa.  Pengisi Suara : Tuan Penulis : Tuan --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 14 - Lautan Isyarat Hati
2021/04/07
Eps 11 - Lautan Isyarat Hati Dalam ruang persembunyian ku, aku mengaku bahwa ada deburan rasa yang diam-diam meluap seperti lautan biru.  Hadir di antara matahari pagi yang menghangatkan jiwa.  Matamu yang indah, telah melahirkan gemercak kagum dalam dada yang haru saat memandangmu teduh.  Apakah kau merasakannya, tentang isyarat yang datang membawa jutaan harapan, menerjang berusaha memecah karang-karang hatimu.  Kapal yang ku namai cinta itu telah berlayar di samudera hatimu, membawa isyarat bahwa ia telah siap menerjang segala badai yang ada di dalamnya. Bahkan bila itu tentang patah dan tumbang, sekali pun hilangmu nanti berujung kabung segala pilu.  
Sebab aku takan pernah lari, dari sebuah rasa yang telah aku akui dengan susah payah yang setengah yakin campur banyak ragu. Dan kau jangan lari, seperti senja yang hanya menyisahkan bias jingga termakan gelap.  Oleh karena kapal cinta ku hanya ingin tuk berlabuh, untuk menetap, bukan sekadar lekat untuk sekadar menusuk.  Pengisi Suara : Tuan Penulis : Tuan --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message
Eps 13 - Bolehkah Aku Merayu-Mu Lagi Tuhan
2021/04/05
Eps 13 - Bolehkah Aku Merayu-Mu Lagi Tuhan Tuhan, setelah perginya bolehkah aku merayumu lagi? Seperti saat dulu pertama kali aku memintanya lewat doa mesra penuh yakin.  Tuhan, setelah tiadanya, bolehkah aku merayumu lagi, seperti saat dulu yang siang malam tiada henti menyebut namanya untuk kau sandingkan dengan ku yang tak punya apa-apa ini.  Tuhan, semoga kau tidak mencemburuinya sebab dikataku hanya namanya yang selalu ku semogakan. Sebuah rasa yang kini sedang bertahta di hati, letupan gejolak yang kian tak mampu kututupi. Tuhan, setelah perginya kini siang malam tiada henti aku meratap diri. Padahal aku selalu percaya, yang kau tuliskan untukku akan selalu kembali padaku. Tetapi bagaimana bila yang ku tuliskan itu, bukan dia? Maka bolehkah aku bersimpuh lalu bersujud di kakimu seraya meminta agar ia saja yang menjadi takdirku.  Tuhan, tiada cinta yang lebih besar selain Cinta Mu pada hamba-hambamu, dan tiada cinta yang lebih agung selain mencintaimu.  Tuhan, meski syukur sering kali luput dari alam sadarku tak sedikit pun Engkau merasa rugi atas segala pemberian-Mu itulah yang aku suka dari Tuhanku, betapa diri-Nya sangat Pemurah selalu dan terus begitu, memberi tanpa kasih yang memilah. Dan kali ini aku ingin merayumu lagi Tuhan, ku mohon, kembalikan ia padaku.  Pengisi Suara: Tuan Penulis: Tuan --- Send in a voice message: https://anchor.fm/potret1/message

Podcast reviews

Read Suara.Tuan podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Suara.Tuan relevant audience podcasts


What do you want to promote?