
Advertise on podcast: Kata Pak Ahmad
This podcast has
33 episodes
Language
IndonesianPublisher
Pak AhmadExplicit
No
Date created
2021/04/17
Latest episode
2024/02/27
Average duration
28 min.
Release period
58 days
Description
Ini obrolan Pak Ahmad seorang ilmuwan muslim tentang topik seputar kesehatan, pendidikan sekitar kita
Unlock Kata Pak Ahmad podcast Email contact info,
Listeners & Audience details
Email contact information
Direct podcast contact details

Listeners
Audience numbers & engagement insights

Audience details
Podcast Insights

Podcast episodes
Check latest episodes from Kata Pak Ahmad podcast
Empat Pandangan Islam menyikapi Teori Evolusi Neodarwin
2024/02/27
Teori Evolusi selalu menjadi topik hangat di kalangan umat beragama termasuk umat Islam karena berkaitan dengan narasi penciptaan manusia. Pak Ahmad akan mengomentari Buku "Islam dan Teori Evolusi dari lensa Al Ghazali" karya Profesor Shoayb Ahmad Malik. Beliau menyebutkan ada 4 pandangan ulama dan ilmuwan muslim kontemporer, yaitu penolakan total, penerimaan bersyarat (pengecualian manusia, atau Nabi Adam) dan, penerimaan total
Mengapa yahudi dimusuhi? Apa alasannya?
2023/11/12
Konflik Gaza membuat kaum netizen mulai bertanya mengapa terkesan muncul opini bahwa Yahudi di Israel adalah korban permusuhan banyak orang? Apakah Islam mengajarkan untuk memusuhi Yahudi? Bagaimana perlakuan kekuasaan Kristen Eropa terhadap minoritas Yahudi di abad pertengahan hingga abad ke 20?
Bioinformatic Genomik Indonesia, Perlukah data genomik Indonesia dikirim ke luar negeri?
2023/06/28
Data genomik manusia yang didapat dari whole genomic sequencing (WGS) minimal besarnya dari 1 orang sebesar 3Gb, hal ini karena DNA genom memiliki 3 milyar huruf genetik (yang abjadnya adalah G, A, T, C). Data sebesar ini tentu memerlukan proses komputasi yang kompleks. Ilmu komputasi untuk menganalisa, menganotasi dan menerjemahkan data genom ini dikenal dengan nama Bioinformatik. Bahkan Bioinformatik sendiri belum cukup untuk memanfaatkan data genomik tersebut. Perlu kombinasi data genomik dengan riwayat kesehatan sang relawan, apakah sehat atau sakit, apa jenis kelaminnya, riwayat pengobatannya sehingga perlu sarana dan infrastruktur komputasi yang cepat tapi juga aman tidak sembarang orang boleh mengaksesnya. Lebih jauh lagi perlu ilmu genomik/genetik konseling untuk mengkomunikasikan data tersebut baik ke para klinisi maupun anggota keluarga dengan bahasa yang mudah dipahami. Inisiatif BGSI biomedical genome science initiative adalah ekosistem dimana data genome dimanfaatkan sebesar2nya untuk kepentingan rakyat indonesia.
SImak obrolan bersama pakar bioinformatik senior dari Universitas Gajah Mada, mas Tyas Ikhsan. Terkait infrastruktur jaringan komputasi, kita dengerin mas Satrio dari DTO digital transformation office Kemenkes RI.
Potensi Genom Manusia sebagai Senjata Biologis?
2023/06/25
Proyek Genom Manusia menunjukkan manfaat dalam memahami perjalanan penyakit termasuk upaya pencegahan penyakit. Namun mungkinkah itu diselewengkan untuk kepentingan militer seperti pengembangan senjata biologis?
Genome Sequencing di Indonesia Untuk Apa dan Siapa?
2023/06/19
Inisiatif Genome Sequencing di Indonesia sudah dirintis oleh para peneliti di Lembaga Eijkman, yang dipimpin oleh Prof Herawaty Sudoyo dkk. Tidak kurang dari 200 individu dari berbagai etnik di Indonesia telah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS) dengan mesin NGS NextGen Sequencing.
Dari data NGS tersebut kita bisa belajar betapa kayanya variasi genetik di Indonesia dan ini bisa menjadi fondasi pengetahuan mengenai keragaman genetik serta sifat sifat yang relevan dengan kerentanan terhadap penyakit, baik yang menular (seperti tuberculosis) maupun yang tidak menular (kanker, diabetes, jantung, hipertensi, dll).
Kelanjutannya, kolaborasi sesama ilmuwan genome di Indonesia terus berlangsung dan kini diperkuat dengan dibangunnya ekosistem inisiatif baru yaitu Biomedical Genome Science Initiative (BGSI). BGSI adalah lembaga dibawah Kemenkes RI dan memiliki misi mendayagunakan ilmu genom untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Ekosistem yang diciptakan BGSI akan melahirkan terobosan dan ilmu genom baru yang mengadaptasi dengan nilai dan norma yang diadopsi oleh bangsa Indonesia.
Kalau Prof Herawaty Sudoyo fokus kepada individu sehat, BGSI akan melakukan Whole Genome Sequencing pada individu di Indonesia yang mengalami penyakit. Gabungan data genom yang dihasilkan dari Tim Eijkman dan juga dari Tim BGSI (yang tersebar di 9 hubs atau rumah sakit pemerintah dengan target 10K genome) akan menciptakan peta genom Indonesia yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Hanya saja untuk apa dan siapa kemanfaatan dari pemetaan genome ini? Simak kata pak ahmad dengan tamu Ibu Ines Atmosukarto (Technical Advisor BGSI Pusat)
Bulan Ramadan Bulan Meneguhkan Pilihan untuk Beriman dan BerTaqwa
2023/04/02
Menjadi orang yang beriman dan bertaqwa adalah pilihan. Selama bulan Ramadan kita menegakkan komitmen terhadap pilihan tersebut, karena pilihan perbuatan akan ada konsekuensinya. Jangan salah pilih.
Apa yang membuat orang berperilaku Brutal, apakah genetik atau epigenetik? Pola asupan atau asuhan?
2023/03/07
Penganiyaan brutal yang terekam oleh pelaku Mario mengundang banyak pertanyaan. Mengapa seseorang bisa sebrutal itu terhadap orang lain. Belum lagi perekaman oleh kawan pelaku juga mengundang motif apa yang mendorong mereka suatu perbuatan brutal seperti itu. Ada beberapa kemungkinan yang mendorong perilaku seseorang seperti pola asuhan, lingkar pertemanan, atau kontribusi genetik bawaan dan/atau epigenetik. Variasi gen MAO Monoamine Oxidase ditengarai dimiliki oleh mereka yang terbukti memiliki perangai brutal, agresif dan perilaku kriminal seperti serial killers. Namun studi lanjutan menunjukkan bahwa keberadaan variasi gen tersebut tidak otomatis melahirkan perangai brutal sebagaimana terjadi pada ilmuwan neurobiologi yang secara mengejutkan juga membawa gen tersebut. Di samping faktor genetik, ada juga faktor epigenetik yang bisa mendorong munculnya perilaku agresif. Studi epigenetik pada tikus menunjukkan pola asuh yang penuh kasih sayang bisa mempengaruhi perilaku tikus dewasa karena berkorelasi dengan tingkat metilasi pada promoter gen Glucocorticoid Receptor (GR). Semakin tinggi tingkat kasih sayang semakin rendah metilasi promoter sehingga protein GR bisa terekspresi lebih banyak. Banyaknya protein GR di otak bisa menyerap munculnya protein Cortisol sebagai penanda stress. Di lain, tikus yang tidak mendapatkan kasih sayang, pihak metilasi yang tinggi pada promoter gen GR mengakibatkan protein GR hanya sedikit yang terekspresi sehingga masih banyak Cortisol yang tidak terserap sehingga memberikan efek agresif. Kita mungkin tidak tahu persis apa yang terjadi di masa kecil Mario Dandy, namun mekanisme genetik, epigenetik, dan pola asuh tentu bukan menjadi justifikasi, karena Mario Dandy dkk tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Referensi: 1. Penemuan variasi gen MOA yang berasosiasi dengan individu yang agresif https://www.science.org/doi/10.1126/science.82111862. Penemuan metilasi promoter gen NR3C1 pada individu kriminal yang agresif https://link.springer.com/article/10.1007/s00414-020-02328-7
Tips penulisan proposal penelitian
2023/03/07
Menulis proposal penelitian itu susah susah gampang. Susah karena banyak istilah dalam proposal yang menggunakan kata yang tidak lazim, seperti 'rumusan masalah' dan 'hipotesa'. Namun menjadi mudah kalau kita paham logika berpikir dalam penyusunan proposal. Sebenarnya sistematika proposal itu mengikut alur berpikir alami selama kita tahu konsepnya. Pertama, penelitian tentu diawali dengan mengenali atau mengidentifikasi masalah. Kedua, setelah masalah kita temukan, tentu sebagai peneliti kita mulai bertanya, kira2 kenapa masalah ini muncul? apakah karena terjadi di indonesia saja? atau berlaku umum? Kita tentu mulai bertanya apakah karena faktor ini dan itu. Nah pertanyaan karena faktor 'ini' adalah pertanyaannya. Lalu Ketiga, kita akan merumuskan hipotesa. Bunyi hipotesa penelitian itu selalu dalam bentuk pernyataan ya, bukan pertanyaan. Jadi bunyi hipotesa "adanya faktor ini memunculkan masalah". Nah tentu hipotesa adalah pernyataan atau jawaban sementara untuk menjelaskan kenapa masalah muncul kan. Jadi hipotesa tidak mungkin dalam bentuk kalimat tanya, ya namanya juga jawaban, tentu jawaban dalam bentuk pernyataan, bukan malah bertanya balik hehe. Nah setelah kita rumuskan hipotesanya (formulate hypothesis), baru kita merancang metode penelitian. Nah pastikan metode penelitian sesuai atau cocok dengan pertanyaan penelitian dan pas untuk menguji hipotesa kita. Terakhir, analisa dan pembahasan. nanti setelah data muncul, baru kita bahas. Nah dalam proposal tentu kita akan bahas potensi atau cara kita nanti membahas hasil penelitian dan membandingkannya dengan literatur yang lain.
Pilihan Childfree, Bagaimana Risiko Kanker Payudara?
2023/02/09
Di era gaya hidup modern, kemunculan kanker payudara nampaknya akan terus meningkat. Meskipun kematian akibat kanker payudara bisa ditekan melalui program deteksi lebih awal sehingga lebih mudah diterapi, munculnya kanker payudara pada wanita yang jarang punya anak atau memiliki anak di usia lanjut akan terus bertambah. Faktor kehamilan yang sering dan praktik menyusui diketahui sebagai faktor protektif dalam mengurangi risiko kanker payudara. Maka pilihan untuk Childfree perlu dipertimbangkan dari aspek risiko kesehatan.
Apa gunanya pemeriksaan Molekuler pada Kanker?
2022/11/16
Diagnosa Kanker di era Biologi Molekuler semakin kompleks namun banyak informasi yang didapat, seperti kemungkinan kanker tersebut akan diwariskan ke keturunan atau apakah mutasi gen yang ditemukan bisa diterapi dengan terapi target yang spesifik terhadap mutasi tersebut.
Wawancara dengan wartawan memaknai data Genome Wide Association untuk mencari hubungan genetik dengan perilaku nonheteroseksual
2022/06/05
Studi terbesar melibatkan hampir 500 ribu responden menunjukkan bahwa perilaku hubungan seksual non-heteroseksual tidak berdasarkan adanya satu gen. Namun melibatkan beberapa gen. Hanya saja kontribusi multi gen itu sangat kecil untuk menjelaskan fenotipe hubungan non heteroseksual (hanya sekitar 1%). artinya 99% perilaku tersebut tidak bisa dijelaskan secara genetik. Lebih jauh lagi, variasi 5 gen yang menunjukkan hubungan yang sangat kecil tersebut juga tidak bisa memberikan prediksi perilaku non heteroseksual dengan meyakinkan.
Berapa besar pengaruh genetik terhadap munculnya orientasi seksual G4Y?
2022/05/30
Dalam hal perilaku, kontribusi genetik tidak begitu kentara. Berbeda dengan penampakan fisik seperti warna kulit, atau penyakit seperti kanker dan talassemia dimana pengaruh mutasi gen bisa menjelaskan mekanisme penyakit dan penampakan fisik tersebut. Dalam hal orientasi seksual, apakah ada variasi gen tertentu yang berasosiasi atau malah menyebabkan munculnya orientasi seksual yang berbeda dari kelaziman. Kalau ada variasi gen bagaimana dengan pilihan manusia? Munculnya kanker sebagai akumulasi mutasi gen atau warna kulit karena variasi genetik tentu diluar ranah pilihan manusia. Dari sudut pandang Islam, aspek di luar pilihan manusia tidak akan dituntut hisab atau pertanggungjawaban di Akhirat.
Podcast reviews
Read Kata Pak Ahmad podcast reviews
Podcast sponsorship advertising
Start advertising on Kata Pak Ahmad relevant audience podcasts
You may also like to advertise on these Podcasts

4.720500
Second Amendment Radio
Audacy

4.693147
Who Shat On The Floor At My Wedding? And Other Crimes
Who shat on the floor at my wedding? And other crimes

5142150
Illuminated with Amanda Marit | Success Energetics, Intuition, Passion, + a little Magic!
Amanda Marit

4.8230133
Achewillow
Amy Frost and J-F. Dubeau

4.8238292
Big Orange Couch: The 90s Nickelodeon Podcast
Big Orange Couch

4.9105193
The Offensive
Stak

4.427118
Pow Wow Life - PowWows.com
PowWows.com

4.94651000
Pat and JT Podcast
Hurrdat Media

4.511494
High Road to Humanity
Nancy Yearout

4.4883
The Cricket Library
Matt Ellis