1577613709
Ngobrol Proses Kreatif Penulis & Editor PBK

Advertise on podcast: Ngobrol Proses Kreatif Penulis & Editor PBK

Categories
Country
Indonesia
This podcast has
200 episodes
Language
Indonesian
Date created
2021/07/21
Latest episode
2021/09/25
Average duration
13 min.
Release period
1 days

Description

NGOBROL adalah acara daring yang dibuat oleh Komunitas Penulis dan Editor Penerbut Buku Kompas sejak pandemi berlangsung. Dengan cara daring, siapapun dapat bergabung melalui Zoom (daftar di klik.kompas.id/proseskreatif) & Youtube Penerbit Buku Kompas. Narasumbernya adalah penulis PBK sendiri, dengan penanya tamu dari kalangan mahasiswa & SMA untuk menggemburkan minat penulisan pada generasi muda. Kami membuat versi audio agar lebih banyak orang yang dapat menikmati & menimba pengetahuan dari acara ini. Video profile narasumber dapat dilihat di Instagram @komunitaspenulispbk Selamat menikmati.

Unlock Ngobrol Proses Kreatif Penulis & Editor PBK podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Ngobrol Proses Kreatif Penulis & Editor PBK podcast


Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #9
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami. Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #8
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami. Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #7
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami. Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #6
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami. Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #5
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami. Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #4
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami. Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #3
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami. Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #2
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami. Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Amanda Setiorini #1
2021/09/25
Membaca dan jalan2 adalah dua hobi yg diminati oleh penulis buku traveling Amanda Setiorini. Keduanya tumbuh sejak masih imut2. Minat membacanya timbul pada saat kelas 1 SD. Ketika itu orangtuanya mengajak dia ke dokter gigi. Agar giginya mau dicabut dijanjikan akan dibelikan buku. "Buku yg dikasih adalah Lima Sekawan. Sejak itu aku suka baca," kenang anak sulung dari 3 bersaudara ini. Dia pun jatuh cinta pada kisah petualangan karya Enid Mary Blyton. Selain mengoleksi lengkap buku2 Lima Sekawan, Amanda pun sejak anak2 membeli buku2 lain. Sementara, setiap kali mengikuti karya wisata di SD, Amanda dan teman2 mendapat tugas menuliskan pengalaman mereka. "Tulisanku selalu juara," tambahnya. Setelah bekerja sebagai editor dan wartawan kesempatan berpetualang ke luar negeri terbentang luas. Namun perempuan yg kini berprofesi sebagai dosen ini mengaku, paling banyak bepergian karena mengikuti tugas suami.  Buku travelingnya berangkat dari karakternya yg pelupa. Maka setiap kali traveling ke puluhan negara, dia selalu mencatat. Dari situlah muncul ide untuk menulis buku "My Travel Notes". Bagaimana proses kreatif menulis Amanda? Bagaimana cara dia mengabadikan petualangannya jadi buku? Mengapa dalam bukunya selalu ada 'lesson learned'? Lalu, penulis siapa yg berpengaruh dlm karya2nya?
Ngobrol Bersama Rizal Badudu #9
2021/09/16
Apa jadinya kalau punya ayah seorang ahli bahasa? Pastinya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi keseharian dalam keluarga. Rizal Badudu mengalami hal itu. Ayahnya, Jus Badudu, adalah pakar bahasa Indonesia. Jus Badudu membiasakan penggunaan bahasa Indonesia yang baku di dalam keluarga. "Dalam keadaan santai atau marah sekalipun, ayah saya menggunakan bahasa baku. Kami, anak2nya, terbawa menjadi penutur dan pengguna bahasa Indonesia yang baku juga," aku Rizal Badudu. Meski ayahnya ahli bahasa Indonesia, Rizal tidak mengikuti jejak ayahnya. Mulanya dia bekerja di bank. Setelah 10 tahun banting stir menjadi konsultan di bidang peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan karakter. Profesi itu pun dijalaninya selama 25 tahun. Sejak awal tahun 2000, Rizal memelajari karakter dan menjadi 'associate  trainer' dari Character First yg berpusat di Oklahoma, Amerika. Bersama istrinya, Rizal menggunakan kurikulum itu untuk mendidik karakter empat anak mereka dg program 'homeschooling'. "Waktu SMP bacaan anak saya banyak sekali. Maka ketika mengambil S1 dan S2 mereka sudah terbiasa," ujar pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini. Rizal menghidupkan berbagai pengalaman dan gagasannya di dalam buku2. "Dengan banyak membaca kita bisa menulis dengan baik," paparnya lagi.
Ngobrol Bersama Rizal Badudu #8
2021/09/16
Apa jadinya kalau punya ayah seorang ahli bahasa? Pastinya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi keseharian dalam keluarga. Rizal Badudu mengalami hal itu. Ayahnya, Jus Badudu, adalah pakar bahasa Indonesia. Jus Badudu membiasakan penggunaan bahasa Indonesia yang baku di dalam keluarga. "Dalam keadaan santai atau marah sekalipun, ayah saya menggunakan bahasa baku. Kami, anak2nya, terbawa menjadi penutur dan pengguna bahasa Indonesia yang baku juga," aku Rizal Badudu. Meski ayahnya ahli bahasa Indonesia, Rizal tidak mengikuti jejak ayahnya. Mulanya dia bekerja di bank. Setelah 10 tahun banting stir menjadi konsultan di bidang peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan karakter. Profesi itu pun dijalaninya selama 25 tahun. Sejak awal tahun 2000, Rizal memelajari karakter dan menjadi 'associate  trainer' dari Character First yg berpusat di Oklahoma, Amerika. Bersama istrinya, Rizal menggunakan kurikulum itu untuk mendidik karakter empat anak mereka dg program 'homeschooling'. "Waktu SMP bacaan anak saya banyak sekali. Maka ketika mengambil S1 dan S2 mereka sudah terbiasa," ujar pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini. Rizal menghidupkan berbagai pengalaman dan gagasannya di dalam buku2. "Dengan banyak membaca kita bisa menulis dengan baik," paparnya lagi.
Ngobrol Bersama Rizal Badudu #7
2021/09/16
Apa jadinya kalau punya ayah seorang ahli bahasa? Pastinya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi keseharian dalam keluarga. Rizal Badudu mengalami hal itu. Ayahnya, Jus Badudu, adalah pakar bahasa Indonesia. Jus Badudu membiasakan penggunaan bahasa Indonesia yang baku di dalam keluarga. "Dalam keadaan santai atau marah sekalipun, ayah saya menggunakan bahasa baku. Kami, anak2nya, terbawa menjadi penutur dan pengguna bahasa Indonesia yang baku juga," aku Rizal Badudu. Meski ayahnya ahli bahasa Indonesia, Rizal tidak mengikuti jejak ayahnya. Mulanya dia bekerja di bank. Setelah 10 tahun banting stir menjadi konsultan di bidang peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan karakter. Profesi itu pun dijalaninya selama 25 tahun. Sejak awal tahun 2000, Rizal memelajari karakter dan menjadi 'associate  trainer' dari Character First yg berpusat di Oklahoma, Amerika. Bersama istrinya, Rizal menggunakan kurikulum itu untuk mendidik karakter empat anak mereka dg program 'homeschooling'. "Waktu SMP bacaan anak saya banyak sekali. Maka ketika mengambil S1 dan S2 mereka sudah terbiasa," ujar pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini. Rizal menghidupkan berbagai pengalaman dan gagasannya di dalam buku2. "Dengan banyak membaca kita bisa menulis dengan baik," paparnya lagi.

Podcast reviews

Read Ngobrol Proses Kreatif Penulis & Editor PBK podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Ngobrol Proses Kreatif Penulis & Editor PBK relevant audience podcasts


What do you want to promote?