1585891935
Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif)

Advertise on podcast: Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif)

This podcast has
711 episodes
Language
Indonesian
Explicit
No
Date created
2021/09/14
Latest episode
2024/02/26
Average duration
6 min.
Release period
1 days

Description

Berbagi saat teduh

Unlock Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif) podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif) podcast


Matius 5:43-48 - Kasihilah Musuhmu.
2024/02/26
Matius 5:43-48 - Kasihilah Musuhmu. “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44) Secara umum kita diajarkan untuk mengasihi sesama dan dipandang wajar untuk tidak berbuat baik kepada musuh kita. Bahkan tidak jadi soal jika kita membenci musuh-musuh kita. Ini adalah norma umum yang sangat bisa diterima. Dalam kehidupan sosial orang Israel, hukum Taurat Musa juga berlaku sama. “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu” (ay. 43). “Sesama” di sini mempunyai makna yang terbatas, yaitu sebatas saudara sebangsa dan seagama, 12 suku Israel. Tidak termasuk musuh-musuh Israel atau bangsa-bangsa lainnya. Kristus hadir memberikan pengajaran yang sangat kontras. Kata “tetapi” (ay. 14) mengontraskan ajaran umum yang berkembang dalam masyarakat Yahudi waktu itu dengan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam Yesus Kristus. Sikap mengasihi para musuh mereka merupakan daya tarik yang harus dimiliki oleh setiap umat Tuhan. Mungkin yang dikatakan Kristus, tidak pernah timbul dalam hati dan pikiran mereka. Sebab kata “musuh” (Yun. Echthros) dalam ayat ini merujuk kepada orang-orang yang secara agresif dan terang-terangan membenci, memusuhi, dan mencelakai. Oleh sebab itu, kata “musuh” diterangkan lagi dengan frasa “mereka yang menganiaya kamu.” Kata “menganiaya” di sini berarti “mengejar secara agresif, seperti pemburu yang mengejar hasil tangkapan.” Dalam manuskrip yang lebih kemudian, dituliskan, “Berkatilah mereka yang mengutukimu dan berbuat baiklah kepada mereka yang membencimu.” Bagaimana mungkin kita memiliki kasih yang sedemikian sempurna? Ini adalah kasih yang supranatrual, radikal dan sempurna. Kasih Allah yang dinyatakan melalui pengorbanan Kristus bagi setiap manusia yang berontak kepada-Nya. Maka, kasih ini hanya mungkin kita temukan dan miliki dalam persekutuan dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Setiap umat Allah akan dimampukan untuk mengasihi musuhnya seperti ajaran Tuhan, hanya bila mereka hidup dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan, sebab Tuhan Yesus berkata, “di luar Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa.” STUDI PRIBADI: Mengapa kita harus belajar untuk mengasihi musuh kita? Apa keuntungan yang bisa kita peroleh? Bagaimana kita bisa mampu melakukannya? Pokok Doa: Berdoa bagi komunitas generasi muda dan Gereja Tuhan, agar dimampukan untuk menghidupi ajaran Kristus dengan baik. Juga, di negara Indonesia semakin dipenuhi orang-orang yang hidup saling mengasihi. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 5:38-42 - Membalas dengan Kebaikan.
2024/02/26
Matius 5:38-42 - Membalas dengan Kebaikan. Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” (Matius 5:39) Nampaknya masyarakat Yahudi di zaman Tuhan Yesus telah dituntun standar perilaku “membalas” seperti “mata ganti mata dan gigi ganti gigi” (ay. 38). Hukum ini pada awalnya tidak dimaksudkan sebagai upaya balas dendam, melainkan lebih menjaga orang lain atau menahan diri agar tidak merugikan orang lain. Artinya, “jika Anda tidak ingin kehilangan gigi Anda, jangan merusak gigi orang lain” sebab “gigi ganti gigi.” Penghayatan terhadap hukum ini menjadi persoalan besar ketika hawa nafsu mengendalikan diri kita. Hukum yang positif akhirnya menjadi negatif dan membawa kita pada dosa (bdk. Rm. 3:20). Itu sebabnya dalam khotbah di bukit, Tuhan Yesus memutus rantai “kebencian” atau semangat “balas dendam” itu dengan standar perilaku yang berbeda; bukan “mata ganti mata, atau gigi ganti gigi,” melainkan tidak melawan orang yang berbuat jahat kepada kita; bahkan siapa yang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu” (ay. 39). Nasihat Tuhan Yesus ini tidak bermaksud membuat kita menjadi nampak lemah, senang diinjak-injak orang, atau membiarkan diri disakiti orang lain dengan semena-mena. Nasihat ini tentu mendorong para muridNya untuk: Pertama, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Penghentian rantai kejahatan atau kekerasan bukanlah dengan menambah kejahatan atau melakukan kekerasan. Jika Anda mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, maka janganlah membalasnya dengan bersikap tidak menyenangkan. Jika Anda melakukannya, permasalahan tidak akan pernah selesai. Akhirnya kejahatan yang lebih besar muncul dan lebih mematikan. Dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, kita juga akan memiliki kesempatan untuk merenungkan apa yang sesungguhnya sedang terjadi; mungkin Anda telah berbuat salah, atau Anda akan lebih menguasai diri dan menyerahkannya kepada pihak berwajib. Kedua, membalas kejahatan dengan kebaikan. Jika membalas kejahatan dengan kejahatan akan memunculkan kejahatan yang lebih besar, maka untuk memadamkan kejahatan kita membalasnya dengan kebaikan. STUDI PRIBADI: Apakah membalas kejahatan dengan kejahatan akan menyelesaikan persoalan? Bagaimana ajaran Tuhan Yesus bagi para murid-Nya tentang hal ini? Pokok Doa: Berdoalah bagi bangsa-bangsa di dunia yang sedang bertikai agar berdamai dan membangun kehidupan yang lebih baik. Doakan, jemaat tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 6:1-4 - Penyalur Berkat yang Berkenan.
2024/02/26
Matius 6:1-4 - Penyalur Berkat yang Berkenan. “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:4) Jika memperhatikan perkataan Tuhan Yesus tentang memberi sedekah, maka kita akan menemukan motif, tujuan dan cara orang Yahudi pada zaman-Nya memberi sedekah. Kita tahu, bahwa pemberian sedekah merupakan bagian dari kewajiban keagamaan Yahudi kala itu (ay. 1). Mereka melakukan sebagai ketaatan pada perintah Tuhan. Secara umum, memberi sedekah kepada fakir miskin, yatim-piatu, atau para janda adalah bagian dari suatu ibadah (bdk. Yak. 1:27). Namun yang menjadi masalah adalah bukan soal sedekahnya, tetapi motif, tujuan dan cara orang memberikan sedekah tersebut. Ketiga hal ini dapat menjadi barometer bagi kita dalam memberi “sedekah” yang berkenan kepada Tuhan. Pertama adalah motif dalam memberi sedekah. Tuhan Yesus telah mengingatkan para pendengar saat itu, agar dalam memberi, mereka tidak memiliki motif untuk dilihat orang. Tindakan memberi sedekah memang dapat membuat orang lain memuji kita, menganggap diri kita hebat, luar biasa baik, murah hati dan seterusnya. Nampaknya, jika itu yang menjadi motif kita dalam memberi sedekah, maka kita tidak mendapatkan upah dari Bapa, atau kita tidak berkenan kepada-Nya (ay. 1). Kedua adalah tujuan dalam memberi sedekah. Tuhan Yesus telah mengingatkan bahwa tujuan orang-orang munafik memberi sedekah adalah agar mereka dipuji orang. Jadi, bukan hanya dilihat orang, tetapi mereka juga ingin mendapatkan pujian. Karena mereka mengejar pujian dari manusia, maka mereka tidak mendapatkan pujian dari Tuhan, sebab mereka melakukannya bukan untuk kemuliaan Tuhan, melainkan mengejar pujian dari manusia. Ketiga adalah cara dalam memberi sedekah. Tuhan Yesus telah menjelaskan agar dalam memberi sedekah “tangan kiri” jangan mengetahui apa yang diberikan oleh “tangan kananmu.” Cara kita memberi sedekah tanpa perlu menunjukkan perbuatan baik kita, pamer, atau menonjolkan diri, sebab Bapa Sorgawi tahu apa yang kita perbuat. Perbuatan kita bukan untuk mencari pengakuan orang, melainkan perkenanan Tuhan sebagai ibadah kita kepada-Nya. STUDI PRIBADI: Mengapa memberi sedekah adalah bagian dalam kewajiban keagamaan Yahudi saat itu? Bagaimana kita? Bagaimana bersedekah yang diperkenan Tuhan? Pokok Doa: Berdoalah bagi diri sendiri maupun jemaat Tuhan, agar mereka memberikan sedekah dengan motif, tujuan dan cara yang benar sehingga memperkenan hati Tuhan, dan Tuhan berkenan memberkati mereka. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 5:33-34 - Jangab Berdusta.
2024/02/25
Matius 5:33-34 - Jangab Berdusta. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37) Sebuah penggalan lagu lama berbunyi, “Memang lidah tak bertulang tak berbekas kata-kata, tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati...” Penggalan di atas memberikan kesan ketidaksamaan antara kata dan perbuatan, atau antara kata-kata dengan maksud sebenarnya, adalah hal yang lazim. Namun, inilah yang disebut dusta. Dusta adalah ketidakbenaran dalam penyampaian berita untuk menutupi maksud yang sebenarnya. Alkitab tegas mengatakan bahwa dusta adalah dosa dan menyatakan pula bahwa Iblis adalah bapa segala pendusta (Yoh. 8:44). Maka dusta adalah sebuah perbuatan yang berlawanan dengan karakter Allah yang adalah kebenaran. Lalu mengapa orang melakukan dusta? Keberdosaan manusia mengarahkan kecenderungan manusia untuk berpikir, merasa, dan bertindak melawan Allah. Alasan yang sering muncul adalah takut akan konsekuensi yang akan ditanggung, takut melukai orang yang diajak bicara, atau tidak siap menerima kenyataan yang sebenarnya. Namun, ketika menyadari bahwa dusta adalah satu perbuatan yang menentang Allah dan mendukakan hati Allah maka penting bagi kita untuk mengenakan suatu cara hidup yang baru, yaitu hidup dengan kejujuran, integritas, dan kebenaran. Seharusnya, kata-kata kita dapat menjadi alat untuk mengabarkan kebenaran Injil Kristus dan bukan dusta demi alasan keuntungan diri yang bersifat sementara. Ayat di atas memberi tuntunan untuk menghindarkan kita dari dusta, yaitu: “Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak.” Pertama, melihat dan mengatakan kebenaran sebagaimana adanya, tidak menambah atau mengurangi. Kedua, jika tidak diharuskan (oleh aturan/hukum) tidak perlu bersumpah untuk menyatakan kebenaran. Tentu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu juga yang kita butuhkan untuk memastikan bahwa kebenaran yang kita katakan disampaikan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat pula. Ketika menyampaikan kepada orang lain mengenai sebuah fakta, kita perlu memilih waktu dan cara yang tepat sehingga setiap kebenaran yang disampaikan tidak dirusak oleh cara yang tidak menunjukkan kasih atau pemilihan waktu yang kurang pas. STUDI PRIBADI: Bagaimana kita berkata benar dengan kasih? Hal-hal apakah yang masih perlu Anda tingkatkan untuk dapat menerapkan kebenaran firman Tuhan hari ini? Pokok Doa: Doakan komunikasi keluarga dilakukan dengan terbuka, dalam kebenaran dan kasih. Doakan jemaat tetap hidup dalam kebenaran di tengah kondisi pekerjaan atau masyarakat yang menghalalkan cara untuk untung. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 5:31-32 - Masalah Perceraian.
2024/02/25
Matius 5:31-32 - Masalah Perceraian. istrinya kecuali karena zina, ia menjadikan istrinya berzina; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zina.” (Matius 5:32) Pernikahan adalah satu hal yang diinisiasi oleh Tuhan. Hal ini diawali dalam Kejadian 2:18-25, ketika Tuhan menjadikan Adam dan Hawa, dan memberkati mereka menjadi pasangan yang sepadan. Bagian tersebut memberi sebuah pola bahwa pernikahan Kristen dilakukan secara monogami (hanya melibatkan satu orang pria dan satu orang wanita), heteroseksual (berbeda jenis kelamin), dan merupakan ikatan kudus. Hal ini tidak hanya berhenti pada Perjanjian Lama namun juga berlanjut di Perjanjian Baru. Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam bagian ini adalah prinsip mengenai pernikahan Kristen yang kembali ditegaskan oleh Tuhan Yesus melalui rangkaian pengajaran yang disebut Khotbah di Bukit. Tuhan Yesus menyentuh permasalahan perceraian dalam Matius 5:32 dan Matius 19:9. Hal ini menunjukkan pentingnya masalah ini sehingga perlu dijelaskan berulang-ulang. Pada dasarnya, Tuhan merencanakan pernikahan bukan untuk diakhiri dengan perceraian pihak manusia. Kemungkinan bercerai dengan alasan perzinaan dari pihak wanita, sebenarnya bukanlah rancangan Tuhan. Tuhan Yesus sempat menyinggung mengenai betapa mudah seorang pria juga jatuh pada dosa perzinaan, di Matius 5:28, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya.” Itulah sebabnya peraturan yang dibuat Yesus melarang juga pria untuk berzina dengan mata. Ini menunjukkan bahwa pernikahan seharusnya dilakukan dengan motivasi ketulusan dan kekudusan, dan tidak mencari celah untuk menceraikan istri demi kemungkinan menikah dengan perempuan lain yang diharapkan lebih baik. Hal ini bertolak belakang dengan peraturan-peraturan yang telah dibuat para pemimpin agama Yahudi, yang mengizinkan pria untuk menceraikan istrinya dengan alasan apa pun, termasuk yang sangat sepele. Pernikahan seyogianya menjadi sebuah pernyataan kekudusan dan cinta kasih Kristus. Ada penerimaan dan pengampunan, serta kerinduan untuk bertumbuh bersama. Untuk itu, membutuhkan komitmen bersama antara pasangan suami istri dengan pertolongan Tuhan. STUDI PRIBADI: Bagaimana kita hidup dalam kekudusan pikiran dan relasi dengan lawan jenis? Bagaimana menjaga pikiran dan relasi dalam kekudusan seperti Tuhan kehendaki? Pokok Doa: Doakan pemuda/i yang sedang mencari pasangan hidup, peka pimpinan Tuhan, mengupayakan pernikahan yang kudus dan memuliakanNya. Keluarga yang mengalami pergumulan relasi mengalami kasih Kristus. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 5:27-30 - Jangan Berzinah.
2024/02/24
Matius 5:27-30 - Jangan Berzinah. “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:28) Membaca tulisan Yahudi pada masa Tuhan Yesus, kita dapati bahwa mereka memahami perintah ketujuh hanya sebatas mengambil istri atau tunangan orang lain (misal, Mazmur Salomo 8:11). Hubungan seks antara seorang pria dan wanita yang belum menikah atau dengan istrinya yang lain tidak dianggap sebagai perzinaan (misalnya Kel. 22:16-17; Ul. 22:28-29). Dalam budaya berpikir ini, Tuhan memberi cara pandang berbeda. Ia mengatakan bahwa setiap orang yang memandang perempuan dan mengingininya, sudah berzina dengan perempuan itu di dalam hatinya. Dua hal yang Tuhan tekankan di sini. Pertama, Ia memperjelas bahwa perzinaan bukan hanya mencakup soal aksi, tetapi juga motivasi. Kedua, sekali lagi dengan menggunakan gaya bahasa hiperbola, Ia menekankan bahwa perzinaan adalah masalah yang serius, yang perlu kita atasi juga dengan sikap yang serius. Kerusakan karena perzinaan dalam hati memang tidak seserius tindakan perzinaan. Meskipun demikian, ini bukan berarti kita lantas memberikan tempat pada perzinaan dalam hati. Perzinaan adalah masalah serius yang harus ditanggulangi, apapun bentuknya! Di ayat 29-30, Tuhan memberi solusinya. Bahasa yang Tuhan gunakan di sini masih mengandung bahasa hiperbola. Tentu Ia tidak bermaksud agar kita melakukannya secara literal. Nyatanya, kita masih bisa berbuat dosa dalam kebutaan dan kebuntungan yang kita alami. Apa yang hendak Ia sampaikan adalah bahwa kita harus siap melakukan dan mengorbankan apapun demi mengatasi masalah perzinaan yang kita hadapi. Kita semua tahu bahwa menghancurkan telur ular jelas jauh lebih mudah dibanding membunuh ular yang sudah menetas. Sama seperti itu, hawa nafsu (perzinaan dalam hati) adalah telur dari ular yang bernama perzinaan. Karena itu, selagi ia masih menjadi telur, jangan beri kesempatan kepadanya untuk menetas dan menghancurkan hidup kita. Menggunakan bahasa yang Paulus gunakan, “[segera] matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala” (Kolose 3:5). Kiranya Tuhan menolong kita! STUDI PRIBADI: Bagaimanakah konsep perzinaan pada masa itu berbeda dengan konsep perzinaan pada masa kini? Pokok Doa: Doakan agar Tuhan memampukan anak-anak-Nya hidup dalam kekudusan seksual dan pernikahan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 5:21-26 - Jangan Marah.
2024/02/24
Matius 5:21-26 - Jangan Marah. saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” (Matius 5:22) Para penafsir Perjanjian Baru biasa menyebut Matius 5:21-48 sebagai ‘antitesis.’ Bagian ini ditandai dengan formula “Kamu telah mendengar... Tetapi Aku berkata kepadamu...” Nas hari ini merupakan bagian dari antitesis yang pertama, yang berbicara soal kemarahan. Sejujurnya, banyak orang merasa bingung dengan bagian ini. Di sini, Tuhan jelas melarang pendengarnya untuk marah. Masalahnya, dalam bagian lain Kitab Injil, kita menemukan Tuhan Yesus sendiri pernah marah (misalnya Mat. 21:12; 23:17, bnd. Mrk 3:1-6; 10:13-16; bnd. Mat. 19:13-15). Lebih membingungkan lagi, di ayat 22c, Tuhan berkata bahwa siapa yang menyebut saudaranya “jahil” harus diserahkan ke dalam neraka. Masalahnya lagi, dalam Matius 23:17, Tuhan menggunakan kata Yunani yang sama untuk menyebut orang-orang Farisi dan ahli Taurat (LAI, “bodoh”). Apakah itu artinya Tuhan tidak konsisten? Memahami bagian ini, kita perlu ingat bahwa Tuhan sedang menggunakan bahasa hiperbola. Ini merupakan gaya bahasa yang memang banyak dipakai oleh orang Yahudi. Pengunaan bahasa ini menandakan bahwa kita tidak boleh memahami ungkapan Tuhan secara literal. Kita harus menurunkan nada kalimat hiperbola untuk mengerti apa yang sebenarnya dimaksud. Secara sederhana, Tuhan di sini sedang mengingatkan kita akan bahaya kemarahan dan bahwa kita tidak boleh terlarut dalam kemarahan. Kita memang tidak akan dihukum atau masuk neraka karena kemarahan. Tetapi, kemarahan yang berlarut akan membawa kita pada dosa yang lebih serius (semisal pembunuhan), yang membawa kita pada penghukuman. Tuhan lantas memberi tahu bagaimana mengatasi masalah ini. Dalam ayat 23-26, Tuhan memberi dua ilustrasi yang semuanya berbicara tentang rekonsiliasi. Cara mengatasi kemarahan adalah dengan segera mengupayakan perdamaian. Menariknya, Tuhan meminta kita untuk mengupayakan perdamaian tanpa peduli siapa yang sebenarnya bersalah. Entah kita yang membuat orang marah, atau kita yang sedang marah karena tindakan orang lain, Tuhan menghendaki para murid-Nya mengupayakan perdamaian. Perintah yang menantang, bukan? STUDI PRIBADI: Apakah seorang Kristen benar-benar tidak boleh marah? Mengapa demikian? Pokok Doa: Doakan agar anak-anak Tuhan terus menjadi orang-orang yang penuh kesabaran dan mengupayakan perdamaian, bukan permusuhan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 5:17-20 - Kristus dan Taurat.
2024/02/24
Matius 5:17-20 - Kristus dan Taurat. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius 5:17) Pelayanan dan pengajaran Tuhan Yesus yang terkesan kontroversi bagi orang Yahudi zaman itu membuat mereka bertanya-tanya apa Yesus berusaha meniadakan hukum Taurat yang mereka pegang dan taati. Menanggapi hal tersebut, maka Tuhan Yesus memberi statement penegasan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya. Pernyataan ini sangat penting bagi orang-orang Yahudi masa itu, sebab inilah yang membedakan Tuhan Yesus dari nabi-nabi palsu. Karena itu di ayat 18, Tuhan Yesus menegaskan bahwa satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat sebelum lenyap langit dan bumi. Lalu bagaimana cara Yesus menggenapi hukum Taurat? Tuntutan hukum Taurat yang sempurna, yang tidak mungkin bisa dipenuhi manusia, dipenuhi oleh Tuhan Yesus sendiri di dalam diri-Nya. Kita, manusia yang berdosa, yang tidak bisa memenuhi tuntutan kehendak Allah, digantikan oleh Tuhan Yesus yang dengan sempurna telah menggenapkan seluruh kehendak Allah. Dengan demikian, Yesus menggantikan kita untuk menanggung kutukan hukum Taurat melalui kematian-Nya, sebagaimana tertulis dalam Galatia 3:13, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’” Lalu apa respons kita? Yang pertama, pemberian hukum Taurat ataupun hukum Tuhan menyadarkan kita akan keberdosaan dan ketidakmampuan kita memenuhi standar pembenaran Allah, tetapi kita telah menerima anugerahNya, sehingga kita dibenarkan bukan karena apa yang kita lakukan melainkan karena apa yang Kristus telah lakukan bagi kita. Betapa besar anugerah yang telah kita terima dari-Nya! Karena itu, sudah selayaknyalah kita hidup dalam ucapan syukur atas kasih karunia-Nya. Kedua, kita memang tidak mampu menaati seluruh perintah Allah, tetapi ini bukan berarti kita dibebaskan Kristus untuk kemudian bebas hidup dalam ketidaktaatan, melainkan kita diberikan sebuah paradigma baru untuk hidup taat bukan secara lahiriah, melainkan ketaatan yang lahir dari hati yang sudah dilahirbarukan Tuhan. Kita memang tidak dibenarkan oleh karena menaati hukum Tuhan tetapi kita menaati hukum Tuhan karena kita sudah dibenarkan. Kiranya Tuhan menolong kita sekalian. STUDI PRIBADI: Mengapa Tuhan memberi hukum Taurat kepada manusia padahal Tuhan tahu dengan jelas bahwa manusia tidak mungkin bisa memenuhi tuntutan hukum Taurat? Pokok Doa: Mari kita berdoa agar jemaat Tuhan boleh mensyukuri karya penebusan yang telah Kristus lakukan dengan hidup dalam ketaatan kepada perintah Allah. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 5:13-16 - Garam dan Terang.
2024/02/24
Matius 5:13-16 - Garam dan Terang. supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16) Garam dan terang adalah dua benda yang kita jumpai dalam hidup sehari-hari dan sangat kita butuhkan. Kita tahu bahwa garam sangat dibutuhkan untuk mencegah pembusukan makanan, memberi rasa sedap pada masakan; sedangkan terang jelas berfungsi untuk membuat yang gelap menjadi terang, membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat. Sehingga ketika Tuhan Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia dan kamu adalah terang dunia,” ini berarti Tuhan mengatakan kehadiran kita itu seperti garam yang mencegah pembusukan dalam dunia ini, kita tidak larut dalam kebusukan dosa, melainkan justru mencegah lingkungan dimana kita berada, dari kebusukan dosa. Tuhan mau kehadiran kita memberi rasa yang ‘sedap,’ artinya: kehadiran kita memberkati orang lain, membuat orang lain ‘senang,’ bukan justru kita menjadi biang kerok kerusuhan dan perpecahan. Tuhan mau kehadiran kita sebagai orang percaya bisa menerangi di tengah dunia yang gelap ini supaya dunia yang gelap dibawa kepada terang Kristus melalui hidup kita. Namun Firman Tuhan juga mengatakan sekalipun garam dan terang sangat kita butuhkan, bila mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka mereka pun tidak berguna. Hal ini menjadi peringatan keras bagi kita. Kita memang adalah garam dan terang, tapi persoalannya apakah kita adalah garam dan terang yang bagaimana: yang masih berfungsi atau tidak? Karena jika garam itu tawar, jika terang itu tidak lagi bersinar sehingga tidak terlihat, maka keduanya pun tidak ada gunanya selain dibuang. Renungkanlah: kita adalah garam dan terang yang bagaimana? Apakah kehadiran kita mencegah pembusukan dosa dalam lingkungan atau kita larut dalam dosa? Apakah kehadiran kita membawa terang, yang mengenyahkan kegelapan, atau kita larut dalam perbuatan gelap? Firman Tuhan: bila garam dan terang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, maka ia tidak berguna selain dibuang dan diinjak orang. Firman Tuhan ini adalah bagian rangkaian khotbah Tuhan Yesus pada murid-murid-Nya di atas bukit, yang menekankan panggilan kita sebagai saksi-Nya, yakni supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa kita di surga. Adakah orang melihat kita, dan kemudian memuliakan Bapa kita di surga? STUDI PRIBADI: Bagaimanakah kita memaknai peran kita sebagai garam dan terang dunia dalam hidup sehari-hari di tengah keluarga kita maupun dalam masyarakat? Pokok Doa: Marilah kita berdoa agar kehadiran jemaat Tuhan dimanapun berada, boleh membawa kemuliaan bagi Bapa kita di surga. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Matius 5:1-12 - Pembawa Damai.
2024/02/23
Matius 5:1-12 - Pembawa Damai. “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:9) Saat melangkah dalam kehidupan ini, kita sering dihadapkan pada situasi berkonflik dan tegang. Namun, panggilan sebagai murid Tuhan adalah membawa damai, baik situasi mudah atau sulit. Damai bukan sekadar ketiadaan konflik melainkan upaya sungguh-sungguh untuk menyelesaikan konflik dengan bijaksana dan kasih. Kadang, tugas membawa damai meminta kita menghadapi hal-hal yang sulit: meminta maaf, mengampuni, atau bahkan menegur dengan kasih. Dalam hidup sehari-hari, kita temukan diri kita terlibat dalam situasi menegangkan. Namun, sebagai pembawa damai tidak berarti kita harus menghindari konflik. Sebaliknya, kita dipanggil untuk memperbaiki hubungan yang retak dan membangun jembatan di antara kita. “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat. 5:43-44). Ajaran Kristus ini memberikan teladan yang indah dalam membawa damai. Selain membawa kedamaian, Yesus juga menghadapi konflik dengan penuh kebijaksanaan dan kelembutan. Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi, bahkan orang yang menyakiti kita, dan untuk memperjuangkan perdamaian dengan kasih. Tidaklah mudah menjadi pembawa damai. Tapi di dalam upaya kita untuk membawa kedamaian bagi sekeliling, kita dapat menjadi alat perubahan yang mengubah dinamika konflik menjadi harmoni. Kita bisa menjadi bagian dari solusi, menerangi gelapnya konflik dengan kebaikan. Oleh karena itu, tidak mengherankan, ada berkat khusus yang diperoleh bagi para pembawa damai, yakni disebut “anak-anak Allah.” Sebab mereka berusaha melakukan yang telah dilakukan Sang Bapa, yaitu mengasihi umat manusia dengan kasih-Nya. Allah yang cinta damai, Dialah yang sekarang melalui anak-anak-Nya, sebagaimana dulu melalui anak-Nya yang satu-satunya, bertekad untuk mengadakan damai. Semoga kita mampu menjadi pembawa damai yang menebar kedamaian di sekeliling kita, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun. Kiranya Allah Roh Kudus membimbing dan memberikan keberanian agar kita mampu menjadi pembawa damai di sekitar kita. STUDI PRIBADI: Bagaimana kita bisa membawa damai di tengah-tengah konflik yang ada dalam kehidupan kita? Pokok Doa: Berdoalah agar setiap anak-anak Tuhan dimampukan untuk dapat menjadi pembawa damai bagi sekelilingnya. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Lukas 10:25-37 - Orang Samaria yan Baik Hati.
2024/02/23
Lukas 10:25-37 - Orang Samaria yan Baik Hati. dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’” (Lukas 10:27, Tb2) Dalam hiruk-pikuk kehidupan, kisah mengenai orang Samaria yang baik hati menyingkap kebenaran yang mendasar: belas kasihan sejati tak mengenal batas-batas manusia ciptaan Tuhan. Orang Samaria, di masa itu dipandang rendah oleh masyarakat, menjadi teladan akan kebaikan dan kepedulian. Ketika kita merenungkan perumpamaan ini, kita diajak untuk melampaui dinding-dinding pemisah yang sering kali memisahkan kita dari sesama. Belas kasihan sejati adalah ketika kita bisa melihat kebutuhan orang lain di balik segala perbedaan yang mungkin ada di antara kita. Orang Samaria mengajarkan bahwa kasih tanpa batas bukan hanya sekadar memberi, tetapi lebih dalam dari itu, memberi dengan hati yang tulus. Itu berarti melihat kesulitan orang lain bukan sebagai masalah “mereka,” melainkan bagian dari “kita.” Pesan yang tersemat dalam kisah Orang Samaria ini bukan hanya mengundang pikiran, tetapi juga memanggil hati kita. Kita dipanggil untuk menjadi “orang Samaria” dalam kehidupan sehari-hari. Belajar membuka hati kepada setiap orang yang kita temui, menghargai nilai kemanusiaan mereka tanpa terpengaruh perbedaan. Perenungan atas “orang Samaria” ini harus menjadi cermin bagi setiap langkah kita. Melampaui perbedaan bukanlah hal yang mudah, namun di dalamnya terkandung keindahan kasih yang mendalam. Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Apakah saya sudah menjadi ‘orang Samaria yang baik hati’ bagi orang lain?” Semoga renungan tentang “Orang Samaria” ini membuka mata dan hati kita untuk menjadi pembawa kasih Allah yang melampaui batas-batas yang terlihat di dunia ini. Semoga kita semua dapat mengalirkan cinta tanpa batas kepada sesama, menjadi titik cahaya dalam kehidupan yang terkadang kelam, dan membangun jaringan kasih yang merangkul semua orang tanpa terkecuali. Semoga Tuhan sumber kasih yang sejati terus memenuhi hati kita dengan kasih-Nya, sehingga kita dapat membagikan kasih itu kepada sesama kita. STUDI PRIBADI: Bagaimana saya bisa menerapkan nilai-nilai “orang Samaria yang baik hati” dalam tindakan sehari-hari? Apakah ada langkah konkret yang bisa saya lakukan untuk membantu sesama tanpa pandang bulu? Pokok Doa: Doakan agar setiap orang percaya dapat menunjukkan kasih dan kepeduliannya kepada sesamanya sebagaimana yang Yesus ajarkan. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA
Lukas 15:1-10 - Hilang dan Dicari.
2024/02/22
Lukas 15:1-10 - Hilang dan Dicari. “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?” (Lukas 15:4) Sebagai seorang yang hidup di tengah banyak munculnya ilmu bisnis, maka seharusnya kita sudah banyak tahu bahwa apabila kita ingin sukses perlu mencari untung sebanyak-banyaknya. Walau mungkin mengalami kerugian/kehilangan, asalkan yang kita dapat masih banyak, maka kita akan merelakannya demi profit yang lebih besar tersebut. Tetapi Allah tidak sedang berbisnis dalam menyelamatkan umat-Nya. Seperti perumpamaan yang disampaikan Yesus dalam bacaan hari ini. Dikatakan, seorang gembala yang benar akan tetap mencari satu domba tersesat, walaupun ia harus meninggalkan 99 domba lainnya. Secara kacamata kita, mungkin kita bertanya “Buat apa? Kan masih punya banyak.” Akan tetapi, Tuhan memandang dengan detail tiap jiwa secara berharga. Kita harus memahami hati Allah yang demikian, bahwa bukan hanya yang sudah diselamatkan atau terkumpul, maka Allah cukup dan berhenti di sana. Walaupun ada banyak domba yang diselamatkan, Allah senantiasa mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Percayalah bahwa Allah akan menggendong dan akan membawanya pulang. Penjelasan ini sekaligus membalikkan meja pemahaman para ahli Taurat dan orang Farisi yang mencemooh penerimaan Yesus terhadap orang berdosa. Apa yang mereka ketahui selama ini adalah salah, sebab seakan menganggap bahwa Allah menunggu orang-orang benar. Perlu kita ketahui bahwa Allah bukan pribadi yang diam saja dan menunggu secara pasif orang-orang mana yang hidup taat kepada-Nya. Sebaliknya, Ia adalah Allah yang menunjukkan effort/usaha mencari orang-orang yang sedang tersesat dan tenggelam dalam dosa. Maka sebagai orang yang ada di dalam gereja, kita harusnya memiliki worldview seperti ini. Kita perlu memandang setiap jiwa berharga walaupun tidak banyak. Kita harus bersukacita seperti malaikat di sorga menyambut domba terhilang yang akhirnya pulang. Kiranya Tuhan menyiapkan hati kita untuk bisa memiliki pandangan yang berbelas kasih seperti ini. STUDI PRIBADI: Adakah kita hidup dalam dosa? Ambillah waktu untuk mengakui dosamu dan berbalik kepada Tuhan. Berdoalah: Tuhan, terimakasih untuk pengajaran hari ini yang memberitahu kami bahwa Engkau akan menyayangkan setiap jiwa yang hilang. Kiranya hati kami dapat sama seperti-Mu. PERSPEKTIF & LECTIO DIVINA Sumber : https://play.google.com/store/apps/details?id=org.gloriasatelit.gloria Dapat dilihat juga di web GKA Gloria Samudra https://samudra.gkagloria.id/category/lectio-divina/ Google Podcast : https://www.google.com/podcasts?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy8zYjA3NDFhNC9wb2RjYXN0L3Jzcw== Spotify : https://open.spotify.com/show/6cqKTmoI403NaMbte4E5Jh Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCq_oOVSq1c4db4LQj-uNenA Breaker : https://www.breaker.audio/renungan-kristen-lectio-divina-and-perspektif Pocket Casts https://pca.st/q6pcbzdj Radio Public https://radiopublic.com/renungan-kristen-lectio-divina-p-GE7A7N Over cast https://overcast.fm/itunes1534776375/adi-santoso #Perspektif  #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #GKAGLORIASAMUDRA #LectioDivina  #AudioSaatTeduh #AudioAlkitab #AudioBible #audioperspektif #audiolectiodivina #renungankristen #MotivasiKristen #renunganharian #GKAGLORIA

Podcast reviews

Read Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif) podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Renungan Kristen (Lectio Divina & Perspektif) relevant audience podcasts


What do you want to promote?