1476482152
Selembar Memoar

Advertise on podcast: Selembar Memoar

Categories
Country
Indonesia
This podcast has
54 episodes
Language
Indonesian
Explicit
No
Date created
2019/08/14
Latest episode
2026/02/16
Average duration
4 min.
Release period
133 days

Description

70 % Puisi 30 % Audio Fiksi

Unlock Selembar Memoar podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Selembar Memoar podcast


Tentang Pertanyaan Seseorang
2026/02/16
Pukul sebelas lewat lima. Seekor kupu-kupu menyelinap dan hinggap di radio milik ayahmu yang memutar lagu Roxette. Dia pikir radio itu adalah pohon yang berubah bentuk. Dulu, kata ibunya, orang kota gemar menculik kenari untuk dipaksa jadi kursi dan lemari. Yang dia tidak tahu, radio itu terbuat dari aluminium yang dilapisi finir menyerupai kayu. Manusia memang suka menipu apa pun, bahkan seekor kupu-kupu Satu jam setelah matahari tenggelam, manusia mulai berhenti menciptakan kebisingan dan pembakaran udara. Kupu-kupu itu masih di sana. Hinggap di jendela kamarmu seperti seseorang yang datang dari sejumlah pertanyaan. Tak ada seorang pun yang menyadari keberadaannya. Sama seperti semua hal kecil lain yang mudah bersembunyi: hilang atau sulit ditemukan. Kupu-kupu itu berpindah. Terbang rendah dari pikiranmu, lalu menyentuh pakaian tidurmu yang tidak pernah kaupakai dengan semestinya. Kau dan pakaian itu tidak pernah merasa saling pas soal: Siapa yang lebih dulu harus memejamkan mata? Serupa kecemasan dan karbon monoksida, perkara mana yang lebih dulu mampu menyesaki inti jantungmu? Kau menyukai malam, dan malam menyukai kupu-kupu itu. Ketika lampu dipadamkan dan mimpi dinyalakan, manusia menjadi bayi yang merangkak ke atas peraduan. Sementara negara terus merencanakan kejahatan. Kau lalu teringat dengan pertanyaan seseorang tentang keinginanmu untuk lahir sekali lagi. Sejak saat itu, usiamu diulang dari angka satu. Sehari setelah menjadi kupu-kupu. Setelah malam itu, segala kenangan yang pernah terkumpul akan lepas ke langit dan tidur di tiang-tiang lampu. Tak ada lagi ruang berisik di dalam kepala atau dari arah luar jendela. Tak ada lagi wanita dengan lipstik blackberry di depan kaca. Pun seseorang yang sering memberimu pertanyaan. Kau tak lagi pernah pulang. Dan dia mungkin pergi ke tempat yang jauh — mencari jawaban lain seperti hantu penasaran.
Hari Bertaruh
2023/03/19
Mengenai apa yang kusut dan ribut di dalam kepalaku, selalu ingin jadi ketanpaan yang berdiri di tengah-tengah padang rumput. Seperti kehampaan yang lapang ; puisi yang menunggu untuk dikarang.
Alasan Kau Semakin Cantik
2022/06/29
Bila saatnya tiba; kau tersenyum. Ribuan puisi telah tertancap di dadamu. Kendati gemuruh tak lagi datang dari lautan. Meskipun orang-orang bertengkar tentang bagaimana cara mengisi istana. Aku masih gentar—gemetar meminta Tuhan mengosongkan hatimu dari selain aku.
Bila Kau Berjalan Sendiri
2022/04/21
Ada tempat riuh bernama kenangan. Ada tempat jauh yang kusebut dirimu. Semacam luka berat yang ingin meledak di jantung puisi-puisi.
Ketika Tak Ada Seorang pun di Puncak Hermit
2022/01/07
Mata kekasih adalah nyala yang selamanya. Sewajar lihai jemari seniman di Pulau Fajar. Kepak sayap dan jejakmu yang kelip gemerlap membentang sepanjang jalan ini.
Kyla
2021/07/22
Sampai saatnya Kyla bertemu dengan waktu dan langit secara bersamaan. Sebuah pertanyaan menjadi pakaiannya di hari itu. Apakah manusia  benar-benar bisa memaafkan? Sedangkan di dalam kepala mereka, kesedihan datang seperti lautan. Dan hidup hanya punya kapal kecil yang terbuat dari air mata.
Puisi Berikutnya Untukmu
2021/07/15
Kau pernah berkata: Menerima adalah terluka. Bersabar adalah terluka sekali lagi dan pergi adalah luka yang tak bisa kau hitung jumlahnya.
Jika Waktu Tak Berumur Panjang
2021/07/03
Diam adalah hal yang paling ingin dicintai gedung-gedung perkotaan. Setiap orang yang melintas adalah kebisingan bagi tidur malam mereka di hari yang lain. Televisi, dan apa pun yang bisa menyala, adalah mimpi buruk bagi setiap mata yang menidurkan kesedihan.
BADUT (Remake 2021)
2021/04/21
Cerita oleh      : Clandestine @selembarmemoar Voice Over       : Hanahoshi @yaelahanahoshi Additional V.O : Chelly
Menjadi 'Pizza'
2021/04/03
Aku akan menjadi 'pizza' dengan cara-cara yang membosankan. Seperti cara-cara hari sabtu melumpuhkan ingatan orang-orang tentang negara; senyuman palsu yang saling bertemu: di gang-gang sempit dan ruang tamu—menjadi mimpi buruk manusia di hari lain.
Tentang Sesuatu yang Luput Dari Waktu
2021/03/26
Di dalam diriku ada sebuah ruang tunggu yang tak memiliki warna. Ada seorang lelaki di sana. Dia tak suka berkata-kata dan tak ingin berada di dalam waktu. Ia tak ingin merasakan detak jantung atau pun berdetak di jantung orang lain. Ia tidak ingin matanya melihatmu: melihatku—seperti kau melihat laut yang tenggelam.
Belajar Membaca
2021/02/05
####
Conundrum 9 : The Simulation
2021/02/01
Fiksi Misteri
Apa yang Sebenarnya Hilang?
2021/01/29
Puisi oleh : Rumah Dalam Kepala
Sebelum Jam Tidurmu Kian Sempit
2021/01/24
Apa kabarmu hari ini? Sudahkah seseorang mengucapkan selamat tidur pada kedua matamu yang menolak langit selain hitam? Apakah kedua lenganmu masih berusaha memadamkan sebuah kota yang terbakar di dalam kepalamu? Ataukah rahasia memang selalu bodoh menemukan bahasa untuk ia kenakan?

Podcast reviews

Read Selembar Memoar podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Selembar Memoar relevant audience podcasts


What do you want to promote?