1482151335
Ruang Diri Agung Webe

Advertise on podcast: Ruang Diri Agung Webe

This podcast has
67 episodes
Language
Indonesian
Publisher
Agung Webe
Explicit
No
Date created
2019/10/02
Latest episode
2026/08/26
Average duration
18 min.
Release period
26 days

Description

Cerita inspirasi dari Agung webe tentang pekerjaan, kehidupan, spiritualitas dan cerita ringan yang jenaka

Unlock Ruang Diri Agung Webe podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Ruang Diri Agung Webe podcast


Arsitektur Konseptual The Laku Jiwo Project
2026/08/26
Monograf The Laku Jiwo Project karya Agung Webe merupakan dokumen konseptual yang merumuskan arsitektur pemikiran sistematis mengenai proses manusia dalam membangun pemahaman hidup. Sumber ini menjelaskan struktur filosofis yang dimulai dari DNA Filsafat Laku Jiwo sebagai fondasi, yang kemudian diturunkan menjadi Cara Berpikir Non-Theistik sebagai orientasi epistemologis tanpa berangkat dari klaim metafisik. Fokus utamanya terletak pada Metodologi Berpikir Laku Jiwo, sebuah kerangka operasional yang mengolah pengalaman nyata melalui tahapan pengujian keterandalan dan tafsir yang bertanggung jawab. Melalui pendekatan Hermeneutika Non-Theistik, proyek ini mengajak individu untuk membaca teks, simbol, dan peristiwa secara reflektif guna mencapai transformasi kesadaran serta laku hidup yang jernih. Seluruh materi ini menekankan pentingnya kerendahan hati intelektual, di mana setiap pemahaman harus selalu terbuka terhadap kritik, dialog, dan penyempurnaan berkelanjutan. Tujuannya bukan untuk memberikan jawaban final, melainkan membekali manusia dengan disiplin berpikir agar lebih bijaksana dalam memaknai realitas dan bertindak di tengah keberagaman.
Memaknai Al-Fatihah: Hermeneutika Non-Theistik Laku Jiwo
2026/08/26
Buku ini memperkenalkan Hermeneutika Non-Theistik Laku Jiwo sebagai metode baru untuk memaknai teks suci dengan menitikberatkan pada pengalaman manusia dan kesadaran. Penulis, Agung Webe, menggunakan Surah Al-Fatihah sebagai objek penerapan pertama untuk menunjukkan bahwa makna lahir dari dialog antara teks dan realitas hidup pembaca. Pendekatan ini secara sengaja menangguhkan asumsi metafisik guna menggali nilai-nilai universal seperti kasih, tanggung jawab, dan kerendahan hati. Melalui struktur tujuh tahap, karya ini berfungsi sebagai peta transformasi batin yang mengajak pembaca mengenali diri sendiri lebih dalam. Fokus utamanya bukan pada doktrin agama, melainkan pada pengembangan cara berpikir yang membebaskan dan meningkatkan kualitas hidup secara manusiawi.
ISRA' MI'RAJ
2026/08/25
PERJALANAN, MAKNA, DAN LAKU - Isra' Mi'raj dalam Perspektif Non-Theistik Laku Jiwo Buku ini merupakan bagian dari proyek pemikiran The Laku Jiwo Project karya Agung Webe yang menawarkan cara pandang baru terhadap peristiwa Isra' Mi'raj. Penulis menggunakan pendekatan Hermeneutika Non-Theistik Laku Jiwo untuk membedah tekskeagamaan tanpa harus terjebak dalam perdebatan teologis antara keyakinan mukjizat dan keberatan empiris. Dengan menangguhkan klaim metafisik, sumber ini memisahkan lapisan antara peristiwa sejarah, teks Al-Qur'an, rincianhadis, dan narasi yang berkembang di masyarakat.  Melalui struktur perjalanan, makna, dan laku, buku ini mengajak pembaca merefleksikan pengalaman manusiayang terbatas namun tetap harus menjalani hidup. Fokus utamanya adalah memahami bagaimana sebuah pemahaman terbentuk dan apa dampak nyata tafsir tersebut bagi perilaku sehari-hari. Karya ini memposisikan Isra' Mi'raj sebagai objek dialog untuk mengenali batasan pengetahuan dan kesadaran manusia.
Episode 1 | 100 Pertanyaan Ekstrem
2026/05/06
Dalam perjalanan menulis tentang Tuhan, agama, dankehidupan, aku menerima banyak pertanyaan yang selama ini tidak pernah aku bagikan. Terutama buku SUWUNG. Buku ini lahir dari buku SUWUNG.Karena itu bagi kamu yang belum membaca SUWUNG aku sarankan membaca buku itu karena banyak pertanyaan pembaca yang lahir dari sana. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak selalu nyaman untuk didengar. Sebagian terasa tajam, sebagian mengusik, dan sebagian lain bahkan terdengar seperti serangan. Kali ini, semuanya aku buka. Bukan untuk dipercaya, bukan untuk disetujui, dan bukan untuk memenangkan siapa pun.
ARUMBHAYA (Prolog)
2026/04/16
Audiobook dari Novel ARUMBHAYA karya Agung Webe
Apakah Kamu Pernah Mondok?
2025/10/31
Sebuah renungan untuk saya ketika ada pertanyaan itu saat saya bicara tentang pesantren
PANCASILA: Revolusi Tidak Pernah Selesai
2025/10/10
Pancasila bukan mati, tapi dibungkam. Nilai-nilai yang dulu lahir dari keberanian spiritualSoekarno kini tereduksi jadi hafalan upacara dan jargon politik murahan.   Buku ini mengguncang kesadaran bangsa, yaitu membongkarbagaimana “Ketuhanan yang Berkebudayaan” diganti dengan “Ketuhanan yang MahaEsa”, mengapa revolusi yang dijanjikan Bung Karno berhenti di bibir, danbagaimana Pancasila sesungguhnya bukan ideologi, tapi kesadaran hidup yangbelum selesai diperjuangkan.   Dengan gaya reflektif dan tajam, penulis mengajak kitamenyalakan kembali api Pancasila yang bukan sebagai simbol, tapi sebagai lakuhidup bangsa yang sadar diri.   Inilah buku yang akan membuatmu mencintai Pancasiladengan cara yang baru, mencintai dengan keberanian, bukan kepatuhan.   “PANCASILA: Revolusi Tidak Pernah Selesai” bukan bukusejarah, tapi peringatan yang membangunkan kesadaran bangsa. Ia menggugat carakita beragama, bernegara, dan berpikir tentang kemerdekaan. Di balik setiapsila tersimpan pesan yang selama ini disembunyikan, bahwa Pancasila bukanideologi mati, melainkan laku hidup yang harus dihidupi. Buku ini tidakmengajakmu menghafal, tapi mempertanyakan, “apakah kita masih bangsa yangberjiwa merdeka, atau hanya rakyat yang hafal tanpa sadar?”
LAKU JIWO
2025/10/07
Materi ini merupakan kutipan yang memberikan tinjauan tentang buku spiritual berjudul "Laku Jiwo" karya Agung Webe. Buku ini disajikan sebagai "bom kesadaran" yang menantang dan berani meruntuhkan fondasi sistem keyakinan tradisional, termasuk konsep surga dan neraka, serta definisi konvensional tentang Tuhan dan agama. "Laku Jiwo" menolak pandangan bahwa hidup adalah ujian moral untuk mencapai pahala setelah mati, sebaliknya menyerukan fokus pada kehidupan di masa kini. Buku ini mendefinisikan ulang agama sejati sebagai laku hidup yang dialami secara internal, bukan sebagai seperangkat doktrin atau ritual yang mengatur manusia, bahkan mempertanyakan keberadaan jiwa atau diri abadi. Secara keseluruhan, kutipan tersebut menekankan bahwa "Laku Jiwo" adalah ajakan untuk menemukan kesadaran polos dan otentik tanpa perlu mencari atau berpegangan pada kepercayaan buta, menjadikannya berbahaya bagi industri spiritual dan sistem yang ada.
Tidak Percaya Tuhan Ada Bukanlah Keyakinan Tidak Adanya Tuhan
2025/09/17
Perbedaan fundamental antara tidak mempercayai sebuah klaim dan meyakini kebalikannya. Penulis berargumen bahwa menolak klaim "Tuhan ada" karena ketiadaan bukti bukanlah pernyataan bahwa "Tuhan tidak ada," melainkan sikap skeptis yang menunggu bukti. Dijelaskan pula bahwa beban pembuktian berada pada pihak yang mengklaim, bukan pada pihak yang meragukan, dan ketidakpercayaan memungkinkan kebebasan berpikir serta membuka ruang untuk penemuan. Sikap ini tidak sama dengan permusuhan terhadap orang beriman, melainkan integritas intelektual untuk mengakui ketidaktahuan. Pada akhirnya, ini adalah posisi jujur yang tidak menutup kemungkinan, tetapi juga tidak memberikan kepastian tanpa bukti.
Bedah Klaim: Mengenal Diri, Mengenal Tuhan
2025/09/11
"Bedah Klaim", menjelajahi makna ungkapan "Siapa mengenal dirinya, mengenal Tuhannya", khususnya dalam konteks Laku Jiwo. Penulis berargumen bahwa pengalaman batin yang jernih dan lapang tidak boleh disalahartikan sebagai klaim teologis atau pembuktian bahwa "aku adalah Tuhan". Sebaliknya, ia menekankan pentingnya membedakan antara pengalaman pribadi dan pernyataan tentang realitas kosmis. Melalui Laku Jiwo, ia mengajak untuk membongkar ilusi tentang diri dan mendekati pengalaman spiritual dengan kejujuran serta tanpa perlu mengukuhkan ego. Tujuan utama adalah mengembangkan belas kasih dan kebaikan dalam tindakan sehari-hari, bukan mencari gelar rohani atau kebenaran mutlak, melainkan menerima hadir yang sederhana dan menjaga langkah tetap membumi.
Ironi Madilog: Dogma Baru Pemikiran Tan Malaka
2025/09/10
Podcast ini menganalisis popularitas Tan Malaka yang meningkat, terutama di kalangan anak muda melalui Malaka Project di YouTube. Meskipun inisiatif ini berhasil membuat filsafat mudah diakses, ada ironi yang timbul dari ajaran inti Tan Malaka sendiri. Penulis berpendapat bahwa ajaran Madilog, yang mendorong pemikiran kritis dan penolakan dogma, kini berisiko menjadi dogma baru di mana perkataan Tan Malaka dikutip tanpa kritik. Artikel ini menyerukan agar pembaca terus berpikir secara mandiri dan berani mengkritisi, bahkan pemikiran Tan Malaka sendiri, mengingat tantangan modern yang berbeda dari masa Tan Malaka menulis karyanya
Soul Journey BAB 2 | Sang Jiwa Yang Belajar
2025/09/09
Kita membahas BAB 2 dari buku SOUL JOURNEY karya Agung Webe Perjalanan di bumi adalah pelajaran bagi jiwa, dalam bentuk apapun, baik berupa kesenangan, kesedihan, kecelakaan, ataupun keberuntungan.
Soul Journey BAB 1 | Pikiranmu Bukanlah Jiwamu dan Jiwamu Bukanlah Pikiranmu
2025/09/09
Materi podcast ini diambil dari buku SOUL JOURNEY BAB 1 dengan judul: Pikiranmu Bukanlah Jiwamu dan Jiwamu Bukanlah Pikiranmu
Awal Penciptaan: Bukan Big Bang!
2025/09/02
Video ini mengemukakan sebuah perspektif alternatif mengenai asal mula alam semesta, menolak teori Big Bang yang umum. Sebaliknya, penulis mengusulkan "Kesadaran Besar" atau "Big Awareness" sebagai titik awal segala sesuatu. Dijelaskan bahwa sebelum waktu, ruang, atau materi ada, terdapat momen kesadaran murni yang tanpa nama dan bentuk, yang kemudian mulai menyadari keberadaannya sendiri. Dari tindakan introspektif sunyi inilah muncul riak-riak yang membentuk waktu, ruang, dan segala realitas yang kita kenal. Penulis berargumen bahwa kesadaran bukanlah hasil dari materi, melainkan fondasi dasar yang memungkinkan keberadaan materi dan pengalaman.
Bagaimana Otak Menciptakan Dirinya Sendiri
2025/09/02
Agung Webe menulis bahwa otak merupakan hasil dari evolusi miliaran tahun, bukan muncul secara instan. Awalnya, organisme sederhana memiliki reseptor dasar yang berkembang menjadi sistem saraf primitif pada makhluk multiseluler. Seiring waktu, sistem saraf ini berevolusi menjadi ganglia dan kemudian otak primitif yang mengoordinasikan gerakan dan pembelajaran. Otak mamalia menunjukkan fungsi sosial dan emosional yang lebih kompleks, dan pada primata, otak mulai menciptakan representasi internal dari dunia. Akhirnya, otak mencapai kesadaran diri, memungkinkannya untuk berefleksi dan berkreasi, bahkan terus berkembang dan membentuk dirinya sendiri melalui pengalaman dan pembelajaran sepanjang hidup.

Podcast reviews

Read Ruang Diri Agung Webe podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Ruang Diri Agung Webe relevant audience podcasts


What do you want to promote?