1482151335
Ruang Diri Agung Webe

Advertise on podcast: Ruang Diri Agung Webe

This podcast has
64 episodes
Language
Indonesian
Publisher
Agung Webe
Explicit
No
Date created
2019/10/02
Latest episode
2026/04/17
Average duration
16 min.
Release period
17 days

Description

Cerita inspirasi dari Agung webe tentang pekerjaan, kehidupan, spiritualitas dan cerita ringan yang jenaka

Unlock Ruang Diri Agung Webe podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Ruang Diri Agung Webe podcast


Apakah Kamu Ingin Membuat Orang Jadi Ragu Akan Imannya?
2026/04/17
Audio Book dari buku 100 PERTANYAAN EKSTREM YANG MUNGKIN TAK INGIN KAMU JAWAB
ARUMBHAYA (Prolog)
2026/04/16
Audiobook dari Novel ARUMBHAYA karya Agung Webe
Apakah Kamu Pernah Mondok?
2025/10/31
Sebuah renungan untuk saya ketika ada pertanyaan itu saat saya bicara tentang pesantren
PANCASILA: Revolusi Tidak Pernah Selesai
2025/10/10
Pancasila bukan mati, tapi dibungkam. Nilai-nilai yang dulu lahir dari keberanian spiritualSoekarno kini tereduksi jadi hafalan upacara dan jargon politik murahan.   Buku ini mengguncang kesadaran bangsa, yaitu membongkarbagaimana “Ketuhanan yang Berkebudayaan” diganti dengan “Ketuhanan yang MahaEsa”, mengapa revolusi yang dijanjikan Bung Karno berhenti di bibir, danbagaimana Pancasila sesungguhnya bukan ideologi, tapi kesadaran hidup yangbelum selesai diperjuangkan.   Dengan gaya reflektif dan tajam, penulis mengajak kitamenyalakan kembali api Pancasila yang bukan sebagai simbol, tapi sebagai lakuhidup bangsa yang sadar diri.   Inilah buku yang akan membuatmu mencintai Pancasiladengan cara yang baru, mencintai dengan keberanian, bukan kepatuhan.   “PANCASILA: Revolusi Tidak Pernah Selesai” bukan bukusejarah, tapi peringatan yang membangunkan kesadaran bangsa. Ia menggugat carakita beragama, bernegara, dan berpikir tentang kemerdekaan. Di balik setiapsila tersimpan pesan yang selama ini disembunyikan, bahwa Pancasila bukanideologi mati, melainkan laku hidup yang harus dihidupi. Buku ini tidakmengajakmu menghafal, tapi mempertanyakan, “apakah kita masih bangsa yangberjiwa merdeka, atau hanya rakyat yang hafal tanpa sadar?”
LAKU JIWO
2025/10/07
Materi ini merupakan kutipan yang memberikan tinjauan tentang buku spiritual berjudul "Laku Jiwo" karya Agung Webe. Buku ini disajikan sebagai "bom kesadaran" yang menantang dan berani meruntuhkan fondasi sistem keyakinan tradisional, termasuk konsep surga dan neraka, serta definisi konvensional tentang Tuhan dan agama. "Laku Jiwo" menolak pandangan bahwa hidup adalah ujian moral untuk mencapai pahala setelah mati, sebaliknya menyerukan fokus pada kehidupan di masa kini. Buku ini mendefinisikan ulang agama sejati sebagai laku hidup yang dialami secara internal, bukan sebagai seperangkat doktrin atau ritual yang mengatur manusia, bahkan mempertanyakan keberadaan jiwa atau diri abadi. Secara keseluruhan, kutipan tersebut menekankan bahwa "Laku Jiwo" adalah ajakan untuk menemukan kesadaran polos dan otentik tanpa perlu mencari atau berpegangan pada kepercayaan buta, menjadikannya berbahaya bagi industri spiritual dan sistem yang ada.
Tidak Percaya Tuhan Ada Bukanlah Keyakinan Tidak Adanya Tuhan
2025/09/17
Perbedaan fundamental antara tidak mempercayai sebuah klaim dan meyakini kebalikannya. Penulis berargumen bahwa menolak klaim "Tuhan ada" karena ketiadaan bukti bukanlah pernyataan bahwa "Tuhan tidak ada," melainkan sikap skeptis yang menunggu bukti. Dijelaskan pula bahwa beban pembuktian berada pada pihak yang mengklaim, bukan pada pihak yang meragukan, dan ketidakpercayaan memungkinkan kebebasan berpikir serta membuka ruang untuk penemuan. Sikap ini tidak sama dengan permusuhan terhadap orang beriman, melainkan integritas intelektual untuk mengakui ketidaktahuan. Pada akhirnya, ini adalah posisi jujur yang tidak menutup kemungkinan, tetapi juga tidak memberikan kepastian tanpa bukti.
Bedah Klaim: Mengenal Diri, Mengenal Tuhan
2025/09/11
"Bedah Klaim", menjelajahi makna ungkapan "Siapa mengenal dirinya, mengenal Tuhannya", khususnya dalam konteks Laku Jiwo. Penulis berargumen bahwa pengalaman batin yang jernih dan lapang tidak boleh disalahartikan sebagai klaim teologis atau pembuktian bahwa "aku adalah Tuhan". Sebaliknya, ia menekankan pentingnya membedakan antara pengalaman pribadi dan pernyataan tentang realitas kosmis. Melalui Laku Jiwo, ia mengajak untuk membongkar ilusi tentang diri dan mendekati pengalaman spiritual dengan kejujuran serta tanpa perlu mengukuhkan ego. Tujuan utama adalah mengembangkan belas kasih dan kebaikan dalam tindakan sehari-hari, bukan mencari gelar rohani atau kebenaran mutlak, melainkan menerima hadir yang sederhana dan menjaga langkah tetap membumi.
Ironi Madilog: Dogma Baru Pemikiran Tan Malaka
2025/09/10
Podcast ini menganalisis popularitas Tan Malaka yang meningkat, terutama di kalangan anak muda melalui Malaka Project di YouTube. Meskipun inisiatif ini berhasil membuat filsafat mudah diakses, ada ironi yang timbul dari ajaran inti Tan Malaka sendiri. Penulis berpendapat bahwa ajaran Madilog, yang mendorong pemikiran kritis dan penolakan dogma, kini berisiko menjadi dogma baru di mana perkataan Tan Malaka dikutip tanpa kritik. Artikel ini menyerukan agar pembaca terus berpikir secara mandiri dan berani mengkritisi, bahkan pemikiran Tan Malaka sendiri, mengingat tantangan modern yang berbeda dari masa Tan Malaka menulis karyanya
Soul Journey BAB 2 | Sang Jiwa Yang Belajar
2025/09/09
Kita membahas BAB 2 dari buku SOUL JOURNEY karya Agung Webe Perjalanan di bumi adalah pelajaran bagi jiwa, dalam bentuk apapun, baik berupa kesenangan, kesedihan, kecelakaan, ataupun keberuntungan.  
Soul Journey BAB 1 | Pikiranmu Bukanlah Jiwamu dan Jiwamu Bukanlah Pikiranmu
2025/09/09
Materi podcast ini diambil dari buku SOUL JOURNEY BAB 1 dengan judul: Pikiranmu Bukanlah Jiwamu dan Jiwamu Bukanlah Pikiranmu
Awal Penciptaan: Bukan Big Bang!
2025/09/02
Video ini mengemukakan sebuah perspektif alternatif mengenai asal mula alam semesta, menolak teori Big Bang yang umum. Sebaliknya, penulis mengusulkan "Kesadaran Besar" atau "Big Awareness" sebagai titik awal segala sesuatu. Dijelaskan bahwa sebelum waktu, ruang, atau materi ada, terdapat momen kesadaran murni yang tanpa nama dan bentuk, yang kemudian mulai menyadari keberadaannya sendiri. Dari tindakan introspektif sunyi inilah muncul riak-riak yang membentuk waktu, ruang, dan segala realitas yang kita kenal. Penulis berargumen bahwa kesadaran bukanlah hasil dari materi, melainkan fondasi dasar yang memungkinkan keberadaan materi dan pengalaman.
Bagaimana Otak Menciptakan Dirinya Sendiri
2025/09/02
Agung Webe menulis bahwa otak merupakan hasil dari evolusi miliaran tahun, bukan muncul secara instan. Awalnya, organisme sederhana memiliki reseptor dasar yang berkembang menjadi sistem saraf primitif pada makhluk multiseluler. Seiring waktu, sistem saraf ini berevolusi menjadi ganglia dan kemudian otak primitif yang mengoordinasikan gerakan dan pembelajaran. Otak mamalia menunjukkan fungsi sosial dan emosional yang lebih kompleks, dan pada primata, otak mulai menciptakan representasi internal dari dunia. Akhirnya, otak mencapai kesadaran diri, memungkinkannya untuk berefleksi dan berkreasi, bahkan terus berkembang dan membentuk dirinya sendiri melalui pengalaman dan pembelajaran sepanjang hidup.
Gerhana di Semeru: Runtuhnya Majapahit
2025/09/02
Teks tersebut merupakan kutipan dari sebuah novel berjudul "Gerhana Di Semeru" karya Agung Webe, yang diterbitkan pada tahun 2025. Novel ini mengisahkan jatuh-bangunnya Kerajaan Majapahit dan kemunculan Kerajaan Demak, serta dampaknya terhadap tokoh-tokoh seperti Pradipta Wisesa, Nyai Rarasati, dan Syekh Malik al-Faruqi. Cerita ini mengeksplorasi konflik internal dan eksternal, pencarian kebenaran pribadi, serta peran sejarah dan identitas di tengah perubahan zaman. Selain narasi fiksi, teks juga mencakup pasal-pasal tentang pelanggaran hak cipta yang memberikan konteks hukum terkait publikasi karya. Secara keseluruhan, sumber ini memadukan cerita sejarah fiksi dengan tema filosofis tentang warisan, perubahan, dan penemuan jati diri.
Wejangan Dewa Ruci
2025/09/02
Dokumen ini berisi kutipan dari novel spiritual kontemporer berjudul "Dewa Ruci" karya Agung Webe, yang menyajikan ulang kisah wayang Dewa Ruci ke dalam narasi modern. Novel ini bertujuan untuk membantu pembaca memahami konsep filosofis Jawa seperti 'Sangkan Paraning Dumadi' melalui cerita perjalanan batin dan cinta. Bagian yang diberikan menjelaskan dialog antara Bima dan Dewa Ruci, di mana Bima diajarkan tentang hakikat air suci yang tidak berwujud, kesatuan diri dengan alam semesta, dan pemahaman unsur-unsur kehidupan seperti kesadaran, ingatan, perasaan, dan pikiran. Kutipan ini juga membahas tentang keterhubungan jagat melalui perasaan (Ahangkara) serta berbagai jalan kehidupan yang berbeda menuju pemahaman kebenaran, menyoroti bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan kesadaran, dan menekankan pentingnya hidup di saat ini sebagai "kasunyatan" sejati.
Kritik Ihya’ Ulumuddin dari Sudut Laku Jiwo
2025/09/01
Aku tidak datang untukmenumbangkan warisan; aku datang untuk menelisik dari poros lain. Ihya’berdiri di tanah wahyu dan tradisi; Laku Jiwo berdiri di tanahpengalaman langsung—hening, pulih, sadar. Maka, yang kutawarkan bukan bantahanmarah, melainkan pemetaan jarak: di mana kita sejalan, di mana kitamemilih jalan lain.

Podcast reviews

Read Ruang Diri Agung Webe podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Ruang Diri Agung Webe relevant audience podcasts


What do you want to promote?