
Advertise on podcast: TanadiSantosoBWI
This podcast has
499 episodes
Language
IndonesianPublisher
Tanadi SantosoExplicit
No
Date created
2020/04/12
Latest episode
2026/04/10
Average duration
22 min.
Release period
8 days
Description
@tanadi_santoso Mendapatkan rekor muri "Pemecahan Rekor Muri" : Pengulasan Buku Terbanyak secara berkesinambungan melalui Instagram kepada Tanadi Santoso
Unlock TanadiSantosoBWI podcast Email contact info,
Listeners & Audience details
Email contact information
Direct podcast contact details

Listeners
Audience numbers & engagement insights

Audience details
Podcast Insights

Podcast episodes
Check latest episodes from TanadiSantosoBWI podcast
Cafe Codet
2026/04/10
Di episode "Cafe Codet", Anda akan memasuki sebuah kedai yang tak biasa. Sebuah tempat yang hanya menerima mereka yang pernah terluka. Bukan sekedar luka fisik, tetapi juga luka batin, kehilangan, kepahitan, dan pengalaman hidup yang meninggalkan bekas.
Lewat metafora sebuah kafe yang dihuni orang-orang dengan "codet" masing-masing, episode ini membawa kita pada satu kenyataan bahwa setiap orang sedang berjuang dengan lukanya sendiri. Ada yang tampak kuat di luar, tetapi menyimpan cerita pahit yang dalam.
Episode ini cocok didengarkan saat Anda sedang lelah, sedang mencari makna, atau hanya ingin berhenti sejenak dari hiruk-pikuk hidup yang sering kali terasa keras. Ada kehangatan yang menenangkan, seolah-olah episode ini berkata bahwa Anda tidak sendirian, dan luka bukan akhir dari segalanya. Kadang, justru dari bekas luka itulah kita belajar menjadi manusia yang lebih utuh.
Podcast #102 - Awalnya Cuma Dokumentasi Diet, Malah Jadi Influencer Part 2
2026/04/07
Di episode kali ini, kita akan membahas tentang gaya hidup sehat, dunia suplemen, sampai realita menjadi affiliator di era digital. Hal yang menarik dari episode ini adalah banyak mitos yang selama ini dipercaya banyak orang akan dibongkar. Mulai dari anggapan bahwa hidup sehat berarti harus berhenti makan nasi, sampai pemahaman keliru bahwa suplemen hanya untuk orang yang rajin olahraga.
Bukan hanya soal nutrisi dan pola hidup sehat, episode ini juga memberi gambaran nyata tentang bagaimana konsistensi bisa membuka peluang yang tidak terduga. Dari yang awalnya hanya mendokumentasikan perjalanan diet, ternyata bisa berkembang menjadi personal brand, membangun trust audiens, hingga menghasilkan penghasilan dari dunia affiliate. Di sinilah episode ini menjadi semakin lengkap. Ada kombinasi antara self-improvement, mindset, dan peluang digital yang bisa menginspirasi banyak orang.
Kita juga akan menemukan banyak pesan penting yang tidak menggurui seperti kenapa memulai hidup sehat memang terasa sulit, bagaimana cara melawan rasa malas, dan mengapa motivasi saja tidak cukup tanpa konsistensi dari diri sendiri. Episode ini tidak hanya bicara teori, tetapi juga pengalaman nyata, lengkap dengan tantangan, evaluasi, dan pembelajaran yang bisa langsung direnungkan.
Tidak Semua Orang Jujur 100%
2026/04/03
Dalam episode ini, kita akan melihat sebuah realita yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari bahwa kejujuran manusia sering kali tidak hadir dalam bentuk yang benar-benar utuh. Tanadi Santoso, dengan penyampaian yang ringan namun dalam, episode ini membahas bagaimana sejak kecil kita belajar menyesuaikan ucapan, membaca situasi, dan menyampaikan sesuatu dengan cara yang paling aman bagi diri kita.
Lewat ilustrasi yang sangat relate, episode ini mengingatkan kita bahwa banyak orang sebenarnya tidak langsung mengatakan apa yang mereka inginkan. Ada motif, ada kepentingan, ada kehati-hatian, dan kadang ada "asap dan cermin" yang dipakai untuk menyamarkan tujuan sebenarnya. Justru di situlah letak menariknya pembahasan ini bukan untuk membuat kita sinis, tetapi agar kita lebih peka membaca manusia.
Seringkali di dunia nyata, memahami orang bukan hanya mendengar kata-katanya, tetapi juga menangkap maksud, kebutuhan, dan arah yang sebenarnya ingin mereka tuju. Ini adalah insight yang sederhana, tetapi sangat penting untuk komunikasi, negosiasi, dan kepemimpinan.
Podcast #101 - Awalnya Cuma Dokumentasi Diet, Malah Jadi Influencer Part 1
2026/03/31
Di episode podcast kali ini, kita akan diajak mengikuti kisah yang terasa relevan yaitu bagaimana sebuah niat sederhana untuk hidup lebih sehat ternyata membuka jalan menuju dunia content creation dan personal branding. Ini bukan cerita yang dimulai dari ambisi besar untuk terkenal, tetapi dari proses perubahan diri yang otentik dan justru di situlah letak kekuatannya.
Tamu spesial kita episode ini, Faris Firanto, membagikan bagaimana dokumentasi perjalanan dietnya di media sosial perlahan menarik perhatian banyak orang, menghadirkan followers, peluang kerja sama brand, hingga menjadikannya influencer di bidang healthy lifestyle. Ceritanya memberi sudut pandang yang menarik, kadang sesuatu yang besar memang berawal dari langkah kecil yang konsisten dan apa adanya.
Selain berbagi kisah inspiratif, Faris juga berbagi perspektif yang sangat aplikatif tentang dunia media sosial. Bagaimana membaca audiens, pentingnya AB testing, perbedaan fungsi Instagram dan TikTok, cara mencari ide konten, hingga bagaimana membuat konten yang bukan hanya dilihat, tetapi juga disimpan, dibagikan, dan menghasilkan dampak nyata.
Menjual Berbasis Kelebihan Kita
2026/03/20
Episode "Menjual Berbasis Kelebihan Kita" mengajak kita melihat dunia sales dari sudut yang jauh lebih manusiawi bahwa menjual tidak selalu harus dimulai dari kemampuan bicara yang paling meyakinkan, penampilan yang paling mencolok, atau gaya persuasi yang paling agresif. Justru, kekuatan terbesar seorang penjual sering kali lahir dari kelebihan personal yang unik—cara berpikir, cara membangun relasi, cara menganalisis situasi, atau cara memahami kebutuhan orang lain. Itulah benang merah yang membuat episode ini terasa relevan, membumi, dan sangat layak didengarkan.
Lewat kisah Sarah, kita akan diajak masuk ke sebuah cerita yang sederhana tetapi sangat kuat. Sarah bukan sosok sales yang "stereotip sukses", ia tidak nyaman menjual dengan cara keras, tidak menikmati presentasi yang penuh pamer keunggulan produk, dan bahkan sempat merasa ingin menyerah. Namun justru dari titik itu, muncul pelajaran penting bahwa performa penjualan bisa melonjak ketika seseorang menjual dengan kekuatan alaminya sendiri. Dalam kasus Sarah yaitu belajar cepat, berpikir analitis, dan menyusun solusi yang tepat bagi klien.
Episode ini juga membahas refleksi lainnya yang lebih luas tentang para sales terbaik, yang ternyata unggul bukan karena satu formula tunggal, melainkan karena mereka mengenali kekuatan masing-masing. Ada yang hebat karena mampu menjelaskan dengan jernih, ada yang unggul karena jaringan sosialnya luas, ada yang menang karena piawai membangun kedekatan personal, dan ada juga yang kuat karena mampu menjaga relasi dengan detail yang tidak dilupakan pelanggan. Episode ini memperlihatkan bahwa tidak ada satu gaya jualan yang cocok untuk semua orang.
Podcast #100 - Semua yang Terjadi Hari Ini adalah Keputusan Politik
2026/03/17
Di episode podcast ini, kita diajak melihat realitas dengan sudut pandang yang jarang dibahas bahwa banyak hal yang kita alami hari ini seperti pendidikan, bisnis, energi, investasi, sampai peluang hidup di daerah, sebenarnya tidak pernah lepas dari keputusan politik. Episode ini membuka mata bahwa politik bukan sekadar urusan elite atau panggung kekuasaan, tetapi sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.
Yang membuat episode ini semakin menarik adalah sosok narasumbernya, Rizky Aditya Putra, seorang pemimpin muda dengan latar belakang entrepreneur yang kuat. Dari cerita membangun bisnis sejak mahasiswa, menembus pasar ekspor biomassa, hingga akhirnya masuk ke dunia pemerintahan dan memimpin daerah. Episode ini menghadirkan perspektif yang lebih luas, bagaimana dunia bisnis, pendidikan, dan politik ternyata saling terhubung jauh lebih erat daripada yang banyak orang bayangkan.
Tidak hanya tentang teori, episode ini juga penuh contoh nyata yang membuat pembahasannya terasa hidup. Kita akan mendengar bagaimana regulasi mempengaruhi bisnis, bagaimana energi terbarukan menjadi peluang strategis, mengapa pendidikan tetap penting di tengah laju AI yang begitu cepat, serta bagaimana seorang pemimpin daerah melihat pembangunan bukan hanya dari sisi anggaran, tetapi juga dari ekosistem dan masa depan masyarakatnya.
Hal menarik lain dari episode ini adalah semangat tentang action, keberanian mengambil peluang, pentingnya berelasi, dan bagaimana seseorang bisa memilih untuk tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga memberi dampak yang lebih luas bagi banyak orang.
Whoever Tells The Best Story Wins
2026/03/06
Di dunia bisnis yang semakin kompetitif, sering kali kita berpikir bahwa yang menang adalah yang punya produk terbaik, data terkuat, atau strategi paling canggih. Namun dalam episode ini, kita diajak melihat sudut pandang berbeda yaitu siapa yang mampu menceritakan kisah terbaik, dialah yang menang. Terinspirasi dari buku Whoever Tells The Best Story Wins, episode ini membahas bagaimana cerita menjadi senjata paling ampuh untuk memengaruhi, membangun koneksi, dan memenangkan hati audiens.
Melalui berbagai ilustrasi yang ringan namun mengena, mulai dari kisah burung beo yang "mati kelaparan karena lupa diberi makan" hingga cerita petani dan kudanya, kita diajak menyadari satu hal penting yang seringkali kita terlalu fokus pada hal teknis dan lupa pada esensi yang paling fundamental. Story bukan sekadar hiburan. Story adalah cara kita menyalurkan makna, nilai, dan pembelajaran dengan cara yang menyentuh emosi.
Episode ini juga membahas konsep Significant Emotional Event (SEE), konsep tentang momen emosional yang kuat dan membekas. Di sinilah kekuatan cerita bekerja. Cerita bukan tentang objektivitas data, tetapi tentang pengalaman yang "dihidupkan kembali" sehingga pendengar merasa seolah-olah ikut mengalami. Ketika emosi tersentuh, koneksi terbangun. Dan ketika koneksi terbangun, pengaruh terjadi.
Kita juga akan menemukan berbagai tipe cerita yang bisa digunakan dalam kepemimpinan dan bisnis. Cerita tentang siapa diri kita, mengapa kita ada di sini, pelajaran dari kegagalan, visi masa depan, hingga nilai-nilai integritas. Bahkan kisah sederhana seperti dua orang asing yang terhubung karena kalung yang sama bisa menjadi momen manusiawi yang sangat kuat. Ditambah lagi dengan penggunaan detail sensori seperti bau, rasa, suasana. Detail ini juga yang membuat cerita terasa hidup dan nyata.
Podcast #99 - Old Money Strategy is Dead
2026/03/03
Di episode podcast kali ini, kita akan diajak untuk membahas sebuah pertanyaan besar dalam dunia yang berubah begitu cepat. Apakah strategi old money yang selama ini kita pegang masih relevan?
Episode ini membahas berbagai mitos yang sering beredar seputar Bitcoin, mulai dari anggapan bahwa hanya orang IT yang bisa memahaminya, sampai stigma bahwa ini hanya hype sesaat. Kita akan menemukan sudut pandang yang berbeda bahwa sebelum memutuskan membeli atau menolak, yang paling penting adalah belajar dan memahami terlebih dahulu, bukan karena ikut-ikutan ataupun panik.
Diskusi ini juga membawa kita pada refleksi yang lebih dalam tentang sejarah uang, inflasi, dan bagaimana nilai kerja keras bisa tergerus tanpa kita sadari. Dengan analogi sederhana seperti "emas digital", konsep Bitcoin dijelaskan secara mudah dipahami bahkan untuk kita yang merasa belum pernah bersentuhan dengan dunia kripto sebelumnya.
Salah satu hal yang menarik dari pembahasan podcast ini adalah keseimbangannya. Tidak ada ajakan membeli. Tidak ada janji instan. Yang ada adalah dorongan untuk berpikir kritis, melakukan riset sendiri, dan melihat peluang dari sudut pandang yang lebih strategis terutama bagi para pebisnis yang sedang memikirkan bagaimana menjaga dan menumbuhkan aset di era digital.
The Comfort Book
2026/02/06
Di episode podcast kali ini, Tanadi Santoso akan mengajak kita "mampir" sejenak ke suasana Vienna, sebuah momen perjalanan yang tenang, lalu dibawa masuk ke pengalaman membaca buku dengan tulisan-tulisan pendek yang sederhana tapi menenangkan.
Sepanjang episode, kita akan mendengar potongan-potongan kalimat yang seperti "menepuk pundak" dengan lembut. Tentang rumah yang mungkin bukan tempat, tapi keadaan. Tentang mencintai diri tanpa harus terus-menerus membuktikan diri. Tentang kita yang sejak awal sudah layak dicintai. Sampai ide sederhana tentang harapan kecil yang tidak menyerah.
Ada juga bagian yang sangat relate ketika episode ini membahas hari-hari buruk, seperti emosi itu bergerak seperti awan dan seringkali titik paling berat justru pertanda bahwa keadaan bisa segera membaik.
Kalau kita sedang lelah karena ekspektasi orang lain, ekspektasi sosial, atau ekspektasi diri sendiri maka episode ini punya banyak insight yang bisa kita dapatkan. Ada refleksi tentang kebahagiaan yang muncul saat kita berhenti menjadi versi yang diharapkan, dan mulai menerima diri dengan utuh. Ada juga pengingat singkat yang tajam bahwa hidup itu pendek, jadi berbaik hatilah. Bahkan analogi tentang mengalir yang membuat rasa sakit terasa lebih bisa diterima sebagai bagian dari perjalanan, bukan musuh yang harus selalu dilawan.
Selain itu, episode ini juga membahas tentang kesepian yang tidak selalu soal kurang teman, melainkan soal merasa "hilang" dan obatnya adalah memahami diri lebih dalam. Dari sana, episode ini mengantar kita ke satu kalimat yang menenangkan: "Anda ada di sini, dan itu sudah cukup".
Podcast #98 - Hidup yang Bertumbuh Tak Pernah Benar-Benar Gagal
2026/02/03
Bagi kita yang sering merasa takut melangkah karena khawatir gagal, episode podcast ini akan mengajak kita untuk melihat kegagalan bukan sebagai vonis tetapi sebagai proses belajar yang justru memperkaya cara pandang dan membuat kita lebih tangguh.
Tamu spesial kali ini adalah Pak Rasman. Beliau bercerita tentang prinsip dimana dalam kehidupan ini kita berjalan dalam kebenaran, menciptakan dampak, dan terus bertumbuh. Yang menarik, Geliau memandang kemenangan dan kegagalan dengan kacamata yang sama. Dua-duanya bisa jadi guru, selama kita mau mengambil ilmunya dan bangkit lagi.
Episode ini juga membawa kita "jalan-jalan" ke Simeulue, sebuah daerah kepulauan yang menyimpan kisah luar biasa tentang kearifan lokal semong (mitigasi tsunami) dan mimpi membangun daerah dari pinggir agar punya daya tarik kelas dunia. Pembahasa ini tidak hanya tentang wisata, tetapi juga tentang keberanian punya visi, konsisten menggerakkan langkah kecil, dan mengubah keterbatasan jadi strategi. Selain itu, ada juga pembahasan yang relevan untuk zaman sekarang yaitu bagaimana teknologi bisa jadi penghambat ketika disalahgunakan dan betapa pentingnya peran mentor, coaching, serta kepemimpinan yang membuat orang lain juga berkembang.
Family Constitution
2026/01/23
Episode "Family Constitution" ini akan membahas masalah klasik dalam family business dimana kita ingin menjaga kebersamaan dan harmoni saat di rumah tetapi saat di bisnis kita harus tegas, meritokratis, dan mengejar profit. Kita akan diajak melihat kenapa dua kata yaitu family dan business, sering saling berbenturan dan mengapa benturan ini justru makin kompleks ketika bisnis turun ke generasi berikutnya.
Pembahasan lainnya adalah masalah yang juga sering terjadi di family business yaitu one man show, batas rumah dan kerja yang kabur, kurang transparan, loyalitas yang hanya pada figur tertentu, hingga konflik keluarga yang berlarut-larut. Tanadi Santoso juga memberikan contoh nyata tentang gap generasi seperti orang tua yang berangkat dari "kepahitan hidup" versus anak yang tumbuh dengan cara hidup berbeda, dimana dua hal ini yang akhirnya memicu benturan nilai, gaya kerja, dan ekspektasi.
Dari sisi pendiri, masalah besar biasanya muncul karena suksesi tidak pernah dikomunikasikan dengan jelas, ada kesulitan melepas kontrol, dan kegagalan membaca kapan waktu yang tepat harus memberi ruang dan mandat pada penerus. Dari sisi penerus, tantangannya bisa berupa perbedaan pendapat, tekanan bayang-bayang reputasi orang tua, sampai keputusan menarik diri karena sudah tidak cocok lagi. Selain itu, episode ini juga mengangkat 4 disrupsi yang sering mengganggu family business yaitu kematian, menantu, rasa tidak adil antar saudara, serta perilaku tidak sehat yang menggerus kepercayaan keluarga.
Di titik itulah family constitution menjadi solusi. Sebuah "undang-undang dasar" keluarga untuk menetapkan aturan main yang disepakati bersama. Dari pembagian peran, hak dan kewajiban, pola pembagian keuntungan, batas fasilitas keluarga versus fasilitas kantor, sampai topik sensitif yang biasanya dihindari.
Podcast #97 - Mempersiapkan Generasi Penerus (Family Business)
2026/01/20
Episode podcast kali ini membahas bagaimana bisnis keluarga bisa tetap bertumbuh tanpa terjebak konflik generasi, ego, atau keputusan impulsif. Tamu di episode ini adalah seorang CFO dari Cendrawasih Group yaitu Lisdawaty Hendrawan. Beliau akan berbagi pengalaman bagaimana membangun sistem keuangan dan tata kelola pada organisasi yang sudah berkembang besar. Salah satu keypoint dari Beliau adalah adanya pemisahan yang tegas antara uang pribadi dan uang perusahaan, struktur gaji yang jelas untuk keluarga yang terlibat, dan disiplin dalam pengambilan keputusan agar bisnis tidak berjalan memakai perasaan.
Episode ini terasa begitu relevan karena pembahasannya tentang pola komunikasi lintas generasi dimana generasi muda cepat mengambil keputusan karena terbiasa teknologi tetapi sering perlu dibantu untuk lebih matang dalam manajemen risiko. Di sini kita akan menemukan pendekatan yang seimbang antara diberi ruang untuk berkarya dan batasan atau filter agar kebebasan tidak berubah menjadi keputusan seenaknya.
Selain itu, episode ini juga membahas bagaimana membangun organisasi yang tidak bergantung pada orang tertentu melainkan pada sistem. Contoh konkretnya mulai dari KPI, ritme meeting tim, sampai keputusan tegas ketika performa tidak sesuai target. Semuanya diarahkan agar bisnis bisa tetap berjalan meski orangnya berganti. Salah satu hal yang penting juga adalah perspektif tentang keluarga sebagai fondasi. Bagaimana keharmonisan rumah tangga, kebiasaan komunikasi, dan pola pikir untuk memperbaiki saat terjadi kesalahan bukan sibuk mencari siapa yang salah.
The 12 Week Year
2026/01/16
Episode "The 12 Week Year" ini akan mengajak kita untuk memikirkan ulang bagi kita yang sering berpikir bahwa "tahun baru, semangat baru" akan berakhir menjadi "bulan baru, resolusi lama". Di sini kita akan sama-sama belajar membalik cara pandang, yaitu bukan menunggu 1 tahun untuk melihat hasil tetapi mengompres target besar menjadi 12 minggu agar fokus, urgensi, dan ritmenya jauh lebih tajam.
Salah satu hal yang menarik adalah episode ini tidak hanya membahas soal produktivitas tetapi soal eksekusi. Kita tidak menjadi hebat karena apa yang bisa kita lakukan, melainkan karena apa yang benar-benar kita lakukan. Di dalamnya juga ada satu fondasi yang sering terlupa yaitu emotional connection. Seringkali target besar membutuhkan alasan yang terasa personal. Kutipan Mary Oliver menjadi pengingat kuat: "Apa yang akan Anda lakukan dengan hidup Anda yang begitu berharga?" Dari sana, kita diajak untuk menyusun planning yang lebih jelas seperti mimpi besar, taktik, dan ukuran yang terukur, one week at a time.
Praktiknya dibuat sangat konkret, dimulai dari membangun weekly plan, lalu melakukan WAM (Weekly Accountability Meeting) untuk confronting the truth. Tidak cukup berharap, kita juga perlu data. Ada juga konsep weekly scorecard untuk menilai komitmen setiap minggu (misalnya 70%, 60%, 95%). Hal itu dilakukan agar kita lebih disiplin dan intentionality-nya nyata.
Episode ini juga membahas hal penting lainnya yaitu soal komitmen. Tidak hanya interested tetapi committed. Episode ini membedah empat pilar komitmen yaitu desire yang kuat, fokus pada keystone action, berani "bayar biayanya", dan konsisten bertindak.
Lead with a Story
2026/01/06
Di episode "Lead with a Story", Tanadi Santoso mengajak kita kembali ke akar paling dasar dari komunikasi manusia, jauh sebelum bisnis, sebelum tulisan, semuanya dimulai dari kalimat sederhana yang super kuat: "Let me tell you a story". Episode ini bukan hanya review buku, tetapi juga mengingatkan kita bahwa leadership yang hebat seringnya bukan datang dari instruksi melainkan dari cerita yang tepat.
Episode ini akan membahas kenapa storytelling begitu efektif untuk memimpin. Melalui rangkuman 10 alasan yang praktis, seperti storytelling itu sederhana, timeless, lintas demografi, menular, mudah diingat, inspiratif, cocok untuk semua tipe pembelajar, dan bahkan bikin orang otomatis masuk "mode belajar" saat mendengar cerita. Episode ini juga menarik karena menunjukkan bagaimana cerita membentuk dan menguatkan budaya organisasi, bukan hanya slogan. Ada kisah Tom Watson (IBM) yang tetap balik ambil badge karena dia sendiri yang membuat aturannya, dan cerita-cerita seperti ini yang kemudian menjadi seperti sebuah standar di perusahaan.
Selain itu juga membahas tentang cerita yang menginspirasi dan memotivasi seperti sebuah kisah pelari maraton di Mexico City yang tetap menyelesaikan lomba walau lututnya cedera, lalu mengucapkan kalimat yang "mengunci" makna komitmen. Akhirnya ia dikirim negaranya untuk menuntaskan tugas bukan untuk berhenti di rumah sakit. Cerita seperti ini bukan soal olahraga tetapi tentang daya tahan mental yang bisa kita gunakan untuk leadership sehari-hari.
Episode ini ingin mengajak kita agar dapat memimpin dengan cara yang lebih manusiawi, lebih menggerakkan, dan lebih mudah diingat orang melalui berbagai cerita yang menginspirasi termasuk kisah tentang mobil tua dan juga berbagai contoh bagaimana metafor dan analogi membuat pesan jadi lebih hidup.
Nudge
2025/12/30
Di episode "Nudge" ini, bahasan utamanya adalah melihat satu hal yang sering kita anggap sepele. Pilihan ternyata bisa "diarahkan" tanpa terasa. Salah satu cerita yang mewakili ini adalah cerita dari Venetian Hotel di Las Vegas. Bagaimana suasana kasino dibuat begitu nyaman sampai orang lupa waktu, lupa jalan keluar, dan betah berlama-lama. Semua detail itu bukan kebetulan tetapi itu adalah desain yang mendorong perilaku.
Di sini, akan dibahas konsep yang "mind-blowing" tapi relevan yaitu libertarian paternalism. Kita tetap merasa bebas memilih, namun pilihan yang ada pelan-pelan menggiring kita ke arah tertentu. Menariknya, konsep ini bukan cuma untuk psikologi tetapi juga powerful untuk government, korporasi, sales, hingga leadership sehari-hari.
Episode ini juga membahas contoh-contoh yang dekat dengan hidup kita, seperti diskon yang "menggoda" sehingga kita membeli lebih banyak, dan fenomena choice overload. Sebuah fenomena dimana pilihan terlalu banyak, orang justru makin bingung dan akhirnya tidak jadi membeli. Ada juga ilustrasi sederhana soal restoran dimana ketika opsi dibuat lebih ringkas, keputusan terasa jauh lebih mudah.
Bagian yang membuat kita berpikir dalam adalah eksperimen tentang donor organ. Hanya dengan membalik format pertanyaan (opt-in vs opt-out), persentase persetujuan bisa berubah drastis. Ini membuat kita sadar bahwa cara kita menulis dan menyajikan pilihan bisa berdampak besar pada keputusan orang, bahkan saat mereka merasa sedang "memilih sendiri".
Episode ini juga membawa Nudge ke konteks yang lebih luas, dari "honor statement" saat ujian yang bisa menurunkan kecenderungan menyontek, sampai contoh hotel yang menghemat biaya lewat pesan "peduli bumi" mengenai masalah handuk. Satu poin penting dari ini semua adalah meski kita tahu itu nudge, kita tetap bisa terpengaruh.
Podcast reviews
Read TanadiSantosoBWI podcast reviews
Podcast sponsorship advertising
Start advertising on TanadiSantosoBWI relevant audience podcasts
You may also like to advertise on these Podcasts

4.913107
Heather and Poolboy - HERE'S WHAT YOU MISSED!
Cumulus Media Little Rock

4.3227179
Hunt Quietly
Matt Rinella

4.316500
Jeffrey Wright & Company
Audacy

519841
Trade a Lie for a Truth
heidileeanderson

4.812599
Learn Polish Language Online Resource
RealPolish.pl

4.8203121
Girls, Guts, and Giallo
Annie Rose Malamet

4.9175159
Carl Landry Record Club
Spike Eskin & Mutlu

4.7373105
EylON the Record
EylON the Record

4.8201150
Democracy in Color with Steve Phillips
Democracy in Color

4.719580
Why She Stayed
Grace Stuart