
Advertise on podcast: Pdt. Timotius Subekti
This podcast has
187 episodes
Language
IndonesianPublisher
messengerExplicit
No
Date created
2020/04/20
Latest episode
2026/09/05
Average duration
55 min.
Release period
1 days
Description
GBT Alfa Omega Semarang - Indonesia
Unlock Pdt. Timotius Subekti podcast Email contact info,
Listeners & Audience details
Email contact information
Direct podcast contact details

Listeners
Audience numbers & engagement insights

Audience details
Podcast Insights

Podcast episodes
Check latest episodes from Pdt. Timotius Subekti podcast
Pdt. Ir. Timotius Subekti - KRISTEN KIJANG : RINDUKAN MENGENAL TUHAN! - IBADAH PA
2026/09/05
Audio ini merupakan ibadah pendalaman Alkitab yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti dengan tema Kristen Kijang: Jiwa yang Merindukan Tuhan.
Fokus utamanya adalah ajakan bagi umat Kristen untuk memiliki kerinduan mendalam dalam mengenal Allah Pencipta.
Dalam paparannya, pembicara menekankan pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan melalui roh, bukan sekadar melalui logika jiwa atau emosi semata. Manusia digambarkan memiliki roh yang memberikan kesadaran akan kekekalan, sehingga jiwa yang merasa lelah dengan dunia ini secara alami akan merindukan Tuhan. Pembicara juga mengaitkan konsep ini dengan empat profil Kristen yang mencerminkan karakter Allah: Rajawali sebagai simbol kesucian, Domba sebagai simbol kerelaan memikul dosa, Lembu sebagai simbol kerelaan melayani, dan Singa sebagai simbol kebenaran serta kuasa yang membela umat-Nya.
Selain itu, dibahas pula pentingnya bersyukur dan menyembah Tuhan sebagai respons yang benar atas anugerah-Nya. Umat diingatkan untuk tidak sekadar mencari penyelesaian masalah secara duniawi, melainkan meningkatkan kerinduan spiritual agar dapat mengalami terobosan dan kepenuhan Allah dalam hidup sehari-hari. Ibadah ini diakhiri dengan doa berkat bagi seluruh jemaat.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - KRISTEN KIJANG : DIKENAL DARI KARYA-NYA - IBADAH PA
2026/09/05
Audio ini membahas tentang bagaimana Allah menyatakan diri-Nya melalui karya penciptaan yang membuat manusia terkagum-kagum.
Pdt. Ir. Timotius Subekti menjelaskan empat simbol hewan yang melambangkan keunikan sifat Allah dalam hubungannya dengan manusia.
Pertama, Rajawali melambangkan kesucian Allah yang mengangkat orang percaya melalui kuasa Roh Kudus.
Kedua, Domba menggambarkan kerelaan Allah memikul dosa manusia dan pentingnya kelemahlembutan. Ketiga, Lembu melambangkan pelayanan yang setia dan pengorbanan untuk memikul beban berat bagi sesama. Terakhir, Singa menggambarkan Allah yang maha kuasa dan benar yang akan membela umat-Nya serta menghakimi musuh-musuh-Nya.
Selain itu, pembahasan juga menyinggung tentang Kijang sebagai simbol kerinduan mempelai atau umat Tuhan dalam menantikan kedatangan-Nya kembali. Kijang digambarkan sebagai sosok yang gesit dan penuh kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan.
Di tengah situasi dunia yang penuh tantangan dan ketidakpastian, jemaat diajak untuk tetap memiliki pengharapan, tekun dalam doa, dan memelihara hadirat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - KRISTEN KIJANG : PROVIDENSIA ATAS MEMPELAI-NYA - IBADAH PA
2026/09/05
Sesi ibadah pendalaman Alkitab ini membahas konsep providensia Allah sebagai pemeliharaan ilahi terhadap umat pilihan-Nya. Fokus utamanya adalah hubungan antara Tuhan sebagai mempelai pria dan gereja sebagai mempelai wanita yang harus hidup dalam kekudusan.
Pembicara menekankan pentingnya respons iman, ketaatan, dan kesetiaan sebagai dasar untuk dipelihara oleh kekuatan Allah di tengah dunia yang penuh penderitaan. Umat diajak untuk belajar dari sifat kijang yang waspada dan memilih untuk melarikan diri dari dosa serta godaan duniawi.
Penjelasan ini mencakup peran Roh Kudus dalam proses penyucian diri agar orang percaya layak menjadi alat bagi tujuan mulia Tuhan.
Ibadah ditutup dengan seruan perlindungan dan berkat bagi seluruh jemaat agar tetap teguh menantikan keselamatan akhir.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - KRISTEN KIJANG : PROVIDENSIA BAGI UMAT PERJANJIAN - IBADAH PA
2026/09/05
Ringkasan Khotbah Providensia bagi Umat Perjanjian
Khotbah ini membahas konsep providensia, yaitu pemeliharaan Allah atas ciptaan-Nya melalui penebusan demi mencapai rencana-Nya. Allah disebut sebagai Allah perjanjian yang menuntut hubungan erat dengan umat-Nya, yang digambarkan melalui metafora mempelai. Gereja sebagai mempelai wanita diibaratkan seperti bunga bakung di antara duri, yang melambangkan kekudusan dan ketabahan di tengah dunia yang penuh tantangan.
Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:
Pentingnya hidup dalam korban: Umat Tuhan dipanggil untuk mengikat perjanjian dengan Allah, bukan hanya melalui materi tetapi melalui penyerahan diri, ketaatan, dan kesediaan untuk dibentuk meski terasa menyakitkan seperti sunat hati.
Peran penggembalaan: Untuk mencapai kedewasaan rohani sebagai mempelai, umat perlu digembalakan dengan cara mendengar suara Tuhan, mengikuti jejak domba-domba yang taat, dan belajar menghadapi tantangan dalam pelayanan.
Kristus sebagai Mawar dari Saron: Kristus digambarkan sebagai mempelai pria sekaligus gembala agung. Dia rela merendahkan diri dan menderita untuk menebus umat-Nya, serta memberikan kemenangan di balik salib melalui kebangkitan-Nya.
Perlindungan ilahi: Di tengah situasi sulit dan ancaman, termasuk pandemi, umat diajak untuk tetap melekat kepada Tuhan. Allah berjanji memberikan perlindungan bagi mereka yang mengasihi-Nya dan hidup dalam ikatan perjanjian dengan-Nya.
Khotbah ini diakhiri dengan ajakan untuk memulihkan persekutuan dengan Tuhan, serta doa bagi bangsa dan pemerintah agar diberikan hikmat dalam memimpin.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - KRISTEN KIJANG : TAHU DIRILAH! - TIARAP! - IBADAH PA
2026/09/05
Sesi pendalaman Alkitab ini membahas metafora tentang Kristen Kijang dengan penekanan pada sikap kerendahan hati dan kewaspadaan rohani.
Pembicara mengibaratkan orang percaya seperti kijang yang memiliki naluri ilahi untuk menjaga diri dari ancaman musuh. Manusia yang telah jatuh dalam dosa cenderung memiliki sifat sombong, sehingga perlu belajar untuk terus merendahkan diri dan berserah sepenuhnya kepada Allah.
Pengajaran ini mengajak jemaat untuk lebih peka terhadap providensia Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dan menjauhi keinginan duniawi yang dapat menjauhkan dari rencana Ilahi. Masa sulit seperti pandemi dijadikan momen untuk bertobat, mencari wajah Tuhan dengan sungguh-sungguh, serta memperkuat fondasi iman agar menjadi umat yang dewasa.
Penjelasan ditutup dengan ajakan untuk hidup dalam damai sejahtera di bawah naungan kasih setia Sang Gembala Agung.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - KRISTEN KIJANG : KUAT MENGHINDAR! - IBADAH PA
2026/09/05
Sesi pendalaman Alkitab ini membahas pentingnya kewaspadaan rohani bagi setiap orang percaya agar mampu menghindari jerat dosa, terutama godaan cinta akan uang. Materi disampaikan melalui perumpamaan kijang yang harus terus siaga dari ancaman predator serta memiliki kaki yang kuat untuk melarikan diri ke tempat aman.
Fokus utama pembahasan mencakup perlunya kesadaran bahwa manusia masih memiliki tubuh berdosa dan senantiasa berada dalam ancaman, sehingga diperlukan ketekunan dalam berdiam diri di bawah kaki Tuhan untuk memperoleh kekuatan. Peserta diajak untuk terus bertumbuh dalam persekutuan jemaat, menjaga kesucian hidup, dan memiliki fokus yang teguh pada kemuliaan Tuhan.
Selain itu, ditekankan pentingnya menangkap suara gembala melalui firman agar tidak tersesat oleh ajaran yang salah. Setiap hamba Tuhan diingatkan untuk selalu berbicara berdasarkan kebenaran karena mereka berada di hadapan Tuhan. Sebagai penutup, jemaat diajak untuk menaruh pengharapan pada kedatangan Kristus dan hidup dalam ketaatan sebagai mempelai Tuhan yang siap menyambutNya.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - ANUGERAH ALARM! - IBADAH PA
2026/09/05
Sesi ibadah pendalaman Alkitab ini membahas konsep anugerah sebagai sistem peringatan atau alarm rohani bagi orang percaya. Pembicara mengilustrasikan peran penting pancaindra, yaitu penciuman, penglihatan, dan pendengaran, dalam mendeteksi bahaya rohani dan jebakan iblis. Ibarat kijang yang memiliki insting tajam untuk bertahan hidup, umat Tuhan diajak untuk meningkatkan kepekaan spiritual mereka.
Fokus utama ajaran ini terletak pada pengenalan akan Yesus sebagai Mawar Sharon yang menjadi standar kebenaran. Roh kebenaran berperan untuk membedakan ajaran yang benar dengan ajaran yang menyesatkan. Injil ditegaskan kembali sebagai berita tentang inkarnasi, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan kedatangan kembali Yesus Kristus untuk menghakimi.
Jemaat didorong untuk membangun kehidupan doa dan penyembahan yang harum di hadapan Tuhan guna mencapai kedewasaan iman. Dengan melekat pada Tuhan serta memiliki karunia untuk membedakan roh, umat diharapkan mampu terhindar dari jeratan dunia dan tetap setia menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - SADARI KELEMAHAN DAN KEKUATANMU! - IBADAH PA
2026/09/05
Audio ini merupakan sesi pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti dengan tema Sadari Kelemahan dan Kekuatanmu.
Pengajaran ini menggunakan analogi mata kijang untuk menjelaskan pentingnya kesadaran rohani bagi setiap orang percaya.
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa meskipun mata kijang memiliki kelemahan seperti ketidaktahanan terhadap cahaya menyilaukan dan daya resolusi rendah, ia memiliki keunggulan luar biasa berupa sudut pandang yang luas hingga 310 derajat dan kemampuan melihat dalam kondisi cahaya rendah. Analoginya adalah bahwa manusia harus meminta urapan Roh Kudus untuk melumasi mata rohani agar mampu melihat kemuliaan Allah di tengah dunia yang penuh godaan.
Sesi ini juga menyoroti kondisi gereja pada akhir zaman yang cenderung mengandalkan hikmat manusia daripada hikmat Allah, sehingga banyak yang kehilangan fokus rohani. Pendengar diingatkan untuk menjadi pengintai atau pendoa yang terus berjaga-jaga, tidak berdiam diri, dan senantiasa mengingatkan diri sendiri maupun sesama akan janji Tuhan serta kedatangan-Nya yang semakin dekat.
Ibadah ini ditutup dengan doa syafaat bagi pemerintah dan jemaat agar tetap teguh dalam iman hingga hari kedatangan Kristus.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - MENAWAN HATI TUHAN! - IBADAH PA
2026/09/05
Audio ini merupakan ibadah pendalaman Alkitab yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti dengan tema utama Menawan Hati Tuhan. Fokus bahasan adalah pentingnya menjaga mata dan telinga rohani agar tetap selaras dengan kehendak Tuhan.
Dalam ceramahnya, pengkhotbah menjelaskan bahwa kecantikan rohani seseorang di mata Tuhan berkaitan erat dengan kemurnian hati dan pandangan mata yang tertuju pada kemuliaan Allah. Mata diumpamakan sebagai pelita tubuh yang menentukan apakah seseorang hidup dalam terang atau kegelapan. Melalui analogi kijang yang memiliki penglihatan luas dan telinga yang peka, jemaat diajak untuk memiliki kepekaan rohani dalam menghadapi tantangan hidup.
Selain itu, dijelaskan pula mengenai pentingnya proses pembentukan karakter melalui firman Tuhan, layaknya bahan yang dicetak melalui suhu tinggi. Jemaat diingatkan untuk menjadi pribadi yang cepat mendengar, lambat berkata-kata, dan lambat untuk marah sebagai respons terhadap proses penderitaan atau tantangan hidup.
Pesan akhirnya menekankan komitmen untuk tetap mengikut Tuhan hingga akhir sebagai bagian dari iman yang sejati.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - SIAPKAN STAMINA TINGGI! - IBADAH PA
2026/09/05
Podcast ini membahas pentingnya membangun stamina rohani yang tinggi bagi setiap orang percaya, dengan mengambil inspirasi dari kehidupan kijang. Kijang digambarkan sebagai hewan yang sangat siaga dan jarang tidur, yang menjadi metafora bagi orang beriman untuk tetap waspada terhadap musuh rohani di dunia.
Beberapa poin utama yang disampaikan dalam sesi ini meliputi:
Kekuatan rohani dapat diperoleh melalui doa dan firman yang hidup, yang berfungsi seperti kemampuan kijang untuk berlari menghindar dari predator.
Pentingnya menjaga diri dari berbagai ragi atau pengaruh buruk, seperti ajaran yang menyimpang, orientasi duniawi, serta kelemahan daging sendiri. Berjaga-jaga bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan tetap tenang dan percaya kepada Tuhan.
Umat percaya diajak untuk memiliki daya cerna rohani yang baik terhadap firman Tuhan, layaknya kijang yang memamah biak untuk mendapatkan kekuatan dari makanannya. Kedewasaan rohani ditandai dengan kemampuan membedakan yang baik dan yang jahat melalui latihan firman dan doa.
Dalam menghadapi situasi sulit, pandemi, atau tekanan hidup, orang percaya didorong untuk tetap bersorak-sorak dan bersukacita karena Tuhan adalah sumber kekuatan yang memampukan seseorang tetap teguh dan berhasil dalam perjalanannya.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - KEKUATAN KASIH-NYA! - IBADAH PA
2026/09/05
Ringkasan Khotbah Kekuatan Kasih-Nya
Khotbah ini membahas tentang kekuatan kasih Tuhan dalam kehidupan orang percaya dengan menggunakan metafora Kristen Kijang. Kijang digambarkan sebagai hewan dengan indra yang luar biasa tajam, yang melambangkan kepekaan spiritual yang dibutuhkan untuk menyambut kehadiran Tuhan, mendengar suara-Nya, dan mendaki menuju gunung Allah.
Pdt. Ir. Timotius Subekti menekankan pentingnya bagi umat untuk memiliki pendengaran rohani yang peka agar dapat luput dari jerat negatif dan memulihkan jiwa yang lelah melalui firman Tuhan. Elia diangkat sebagai contoh nabi yang mendapatkan kekuatan untuk melanjutkan perjalanan imannya setelah menerima perjamuan dari Tuhan. Umat diajak untuk menjadi seperti kijang gunung yang mampu mendaki dengan cepat melalui kekuatan dari Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan sendiri.
Selain itu, dijelaskan bahwa salib adalah bukti kasih Allah yang terbesar dan kekuatan yang tidak dapat dipadamkan oleh tantangan duniawi. Kasih ini memberikan pengharapan, sukacita, dan kemenangan yang pasti bagi setiap orang yang menjalin persekutuan intim dengan Yesus sebagai mempelai-Nya.
Khotbah ini diakhiri dengan ajakan untuk hidup dalam ketergantungan penuh pada kuasa Tuhan, menjadikan kasih-Nya sebagai fondasi yang teguh di tengah segala kondisi kehidupan.
Pdt. Ir. Timotius Subekti - MILIKI MATA DAN TELINGA NUBUAT - IBADAH PA
2026/09/05
Audio ini merupakan sesi pendalaman Alkitab yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti. Fokus utama pembahasan adalah mengenai pentingnya bagi orang percaya untuk memiliki mata dan telinga nubuat.
Pemateri menjelaskan bahwa di masa sulit saat ini, umat Tuhan dipanggil untuk lebih peka terhadap kehadiran dan suara Tuhan.
Beberapa poin kunci yang disampaikan mencakup:
Pengertian mata dan telinga nubuat. Hal ini diibaratkan seperti seekor kijang yang memiliki ketajaman pandangan dan pendengaran untuk merasakan hal-hal rohani yang tidak terlihat oleh mata jasmani. Kepekaan ini diperoleh melalui hubungan yang intim dengan Tuhan.
Kehidupan di gunung yang kudus. Umat Tuhan diajak untuk hidup seperti Kristen kijang yang suka berada di atas gunung tanaman rempah-rempah, yang melambangkan kehidupan doa, kekudusan, dan persembahan yang hidup bagi Tuhan.
Menjaga jendela jiwa. Pemateri menggunakan ilustrasi dinding, jendela, dan teralis sebagai gambaran jiwa manusia. Umat Tuhan diingatkan untuk membuka jendela hati mereka agar firman Tuhan dapat masuk, menembus jiwa, dan mengubah hidup mereka sehingga menjadi serupa dengan Kristus.
Ajakan untuk bertobat dan hidup kudus. Sesi ini menekankan bahwa Tuhan mencari mempelai-Nya yang bersedia diproses dan dikuduskan, serta siap untuk menyambut kedatangan Tuhan. Umat diingatkan untuk tidak sekadar menjalankan ibadah rutin, tetapi memiliki kualitas hubungan yang mendalam dengan Tuhan sebagai sang Mempelai.
dt. Ir. Timotius Subekti - MELAYANI SEBELUM PERNIKAHAN - IBADAH PA
2026/09/05
Audio ini merupakan sesi pendalaman Alkitab yang membahas pentingnya melayani sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Pdt. Ir. Timotius Subekti menekankan bahwa pernikahan yang kudus dan bahagia membutuhkan persiapan rohani yang matang, bukan sekadar kesiapan fisik atau materi.
Fokus utamanya adalah membangun kualitas hati yang beriman, tulus, dan dewasa melalui pelayanan kepada jemaat Tuhan.
Beberapa poin kunci yang disampaikan meliputi:
Pentingnya karakter: Sebelum menikah, seseorang perlu memiliki mata iman untuk melihat janji Tuhan dan hati yang takut akan Tuhan agar hubungan yang dibangun tetap kudus.
Pertumbuhan rohani: Iman harus terus bertumbuh dan diwujudkan melalui perbuatan kasih, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, dan kesalehan. Kedewasaan ini sangat penting agar seseorang bisa menjadi pasangan yang baik.
Keterlibatan dalam pelayanan: Melayani Tuhan adalah bentuk nyata dari kasih. Setiap orang yang ingin diangkat atau mengalami persekutuan kekal dengan Tuhan perlu melibatkan diri dalam penggembalaan jemaat dengan memanfaatkan karunia masing-masing, seperti mengajar, menasihati, atau menunjukkan kemurahan.
Pemisahan dari keduniawian: Mempelai Kristus diibaratkan seperti kijang yang naik ke gunung pemisahan. Ini melambangkan keberanian untuk melepaskan keinginan duniawi demi fokus melakukan kehendak Tuhan dan melayani jiwa-jiwa dengan pengorbanan.
Sesi ini mengajak pendengar untuk melakukan komitmen baru di awal tahun agar lebih bersungguh-sungguh melayani tubuh Kristus, karena pelayanan kepada sesama jemaat adalah bagian dari persiapan menuju kehidupan kekal yang dirancang oleh Tuhan.
08.01.2021
Pdt. Ir. Timotius Subekti - CEPAT TANGGAPI AJAKAN-NYA! - IBADAH PA
2026/09/05
Sesi pendalaman Alkitab ini membahas pentingnya umat Kristiani untuk cepat menanggapi ajakan Tuhan melalui firman nubuat sebelum peristiwa besar terjadi.
Pdt. Ir. Timotius Subekti menjelaskan perbedaan antara mereka yang cepat tanggap, seperti murid Yohanes, dengan mereka yang lambat dalam merespons petunjuk Tuhan. Beliau menekankan bahwa peristiwa dunia saat ini merupakan tanda menjelang hari sudah malam, merujuk pada masa penderitaan yang akan datang.
Fokus utama pengajaran ini adalah mengajak gereja untuk bangun dari tidur rohani, menyangkal diri, dan memikul salib sebagai persiapan menghadapi nubuat akhir zaman, agar umat dapat tergolong sebagai buah sulung yang siap menyambut kedatangan Tuhan.
15.01.2021
Pdt. Ir. Timotius Subekti - SIKAP YANG DEWASA! - IBADAH PA
2026/09/05
Audio ini merupakan sesi pendalaman Alkitab yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti.
Fokus utama dari ajaran ini adalah mengenai pentingnya memiliki sikap yang dewasa secara rohani sebagai orang percaya. Seseorang yang dewasa rohani digambarkan sebagai individu yang mampu menanggapi ajakan Tuhan dengan cepat, yaitu dengan cara menghiasi diri dalam kekudusan serta hidup sesuai dengan kebenaran firman-Nya.
Dalam pembahasan ini, ditekankan bahwa gereja terdiri dari kelompok buah sulung dan buah susulan. Kelompok buah sulung adalah mereka yang percaya dan melakukan firman nubuat sebelum hal tersebut digenapi, sehingga mereka siap menyambut Tuhan. Sementara itu, kelompok buah susulan akan melewati masa sengsara sebelum akhirnya diangkat. Oleh karena itu, umat diingatkan untuk selalu berjaga-jaga, berdoa, dan mencari wajah Tuhan agar memiliki kekuatan untuk luput dari masa sengsara dan godaan duniawi.
Selain itu, dijelaskan bahwa mencari Tuhan bukan sekadar meminta berkat atau pertolongan, melainkan mengejar pribadi Tuhan itu sendiri. Sikap yang dewasa melibatkan ketekunan dalam berdoa, ketaatan pada perintah Tuhan, dan kerelaan untuk menderita demi kebenaran.
Pesan penutup dari ibadah ini adalah ajakan untuk tetap memelihara kerinduan dan persekutuan yang intim dengan Tuhan di tengah situasi dunia yang penuh tantangan, dengan harapan akan tubuh kemuliaan saat Tuhan datang kembali.
Podcast reviews
Read Pdt. Timotius Subekti podcast reviews
Podcast sponsorship advertising
Start advertising on Pdt. Timotius Subekti relevant audience podcasts
You may also like to advertise on these Podcasts

4.5185359
Who, When, Wow!
Tinkercast | Wondery

4.6686971103
Armchair Expert with Dax Shepard
Armchair Umbrella

4.9553842188
The MeidasTouch Podcast
MeidasTouch Network

4.639655
Only Murders in the Building Podcast
Straw Hut Media

4.7828512
The Home Service Expert Podcast
Tommy Mello: $200 Million Founder|Forbes, Inc., Entrepreneur Columnist

4.443321344
Something You Should Know
Mike Carruthers | OmniCast Media

4.7906254
Everything is Fine
Jennifer Romolini and Kim France

4.610742564
Serialously with Annie Elise
Annie Elise & Audioboom Studios

4.41171483
The Outlier Health Podcast
Matt Frazier, Matt Tullman, Isabelle Caputo, and Doug Hay

4.616069353
Giggly Squad
Hannah Berner & Paige DeSorbo