
Advertise on podcast: Endgame with Gita Wirjawan
Rating
4.5from
This podcast has
305 episodes
Language
IndonesianPublisher
Endgame PodcastExplicit
No
Date created
2020/08/06
Latest episode
2026/10/21
Average duration
100 min.
Release period
9 days
Description
Join entrepreneur, educator, and proud Indonesian, Gita Wirjawan in exploring the ways forward for our society through stories and experiences by thought leaders, trailblazers, and opinion-makers from Indonesia and the region.
Unlock Endgame with Gita Wirjawan podcast Email contact info,
Listeners & Audience details
Email contact information
Direct podcast contact details

Listeners
Audience numbers & engagement insights

Audience details
Podcast Insights

Podcast episodes
Check latest episodes from Endgame with Gita Wirjawan podcast
Uang, Intelek, Energi: Pemodal Pegang Kunci Majunya Negara
2026/10/21
Episode ini membahas ‘investasi’ lebih dari sekadar perspektif keuangan. Bagi sebuah negara yang bercita-cita berdaya tawar kuat, investasi di pendidikan dan energi juga sebuah keharusan.Lamtiurida Hutabarat (Principal Investment Officer Infrastructure Lead, Malaysia IFC, World Bank Group) dan Steffanus Ade Widjaja (Managing Director, Investment at Danantara Indonesia) bekerja di persimpangan modal, infrastruktur, dan talenta.Bersama Gita Wirjawan, mereka membahas peran guru dan cara ‘menghargainya’, kebutuhan energi bagi ekonomi yang ingin tumbuh lebih cepat, kepentingan menerjemahkan ketidakpastian menjadi risiko, serta cara sebuah bangsa mengelola talenta lewat brain gain, brain circulation, dan brain linkage.Percakapan ini adalah buah kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation, pemberi beasiswa yang membuka banyak pintu untuk Tiur dan Stef hingga mereka ada di posisi saat ini di lembaga masing-masing.Topik Selengkapnya:0:00:00 - Intro0:01:30 - Latar Belakang Tiur dan Stef0:11:40 - Rombak persepsi tentang guru lewat insentif0:21:50 - Bisakah modal swasta membiayai pendidikan?0:27:33 - Energi: dari 5.000 MW ke 30.000 MW0:45:27 - Kendalanya modal atau proyek?0:57:23 - Tiongkok vs Asia Tenggara: empat atribut1:01:34 - Sektor apa yang bankable?1:03:24 - Pertumbuhan 8% dan lapangan kerja1:06:20 - Kuliah di AS vs di Indonesia1:08:45 - Sekolah unggulan dan ambisi siswa1:12:49 - Brain train, gain, circulation, linkage1:21:34 - Pelajaran dari pendidikan dokter spesialis1:25:20 - Kewirausahaan Tiongkok vs Amerika1:30:35 - Apakah MBA masih relevan?#Endgame #GitaWirjawan #Investasi------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:Ashby Monk: Indonesia’s Big Bet? An SWF Expert Breaks Down Danantara
Claudia Kolonas: Baca Instabilitas Pasar Saham dan AI
Hendri Saparini: Arah Ekonomi di Era Pemimpin Baru
Claudia Kolonas: Baca Instabilitas Pasar Saham dan AI
2026/10/14
This episode is brought to you by ASUS ExpertBook Ultra.We explore the importance of data protection in the AI era, particularly how businesses can embrace technological advancements without compromising data security. Agentic AI, as in ASUS Zenni Claw, goes beyond answering questions and carries out a sequence of tasks, with you making the final call. Local AI, as in ASUS AI ExpertMeet, can run on the device itself rather than in the cloud. Learn more: https://www.asus.com/id/laptops/for-work/expertbook/asus-expertbook-ultra/Kali kedua hadir di Endgame, Claudia Kolonas (pendiri dan pimpinan Pluang) membahas bagaimana geopolitik, harga energi, dan suku bunga dunia menekan negara berkembang, dan apa artinya bagi Indonesia. Dari sana, Claudia masuk ke narasi AI dan kekhawatirannya soal pembiayaan sirkular di antara perusahaan AI dunia. Ia juga mengupas perbedaan antara open-source dan open-weight, serta mengapa kedaulatan data penting bagi negara dan bisnis.
Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:01:17 - Perang & inflasi, apa aset yang antifragil?0:17:50 - Kenapa investasi ke AI ada risikonya0:24:34 - Bahaya data yang masuk ke AI milik luar0:32:35 - Kekhawatiran kesenjangan akibat AI0:37:04 - Halusinasi dan tantangan pendidikan era AI0:47:33 - Mengapa investor luar penting1:09:49 - Bagaimana AI genjot bisnis#Endgame #GitaWirjawan #ASUSExpertBookUltra------------------Yang disebut di video ini: Fitur Agentic Trading by Pluang (pertama kali hadir di Indonesia) menghubungkan asisten AI pilihanmu (perlu akun di penyedia AI tersebut) ke akun Pluang kamu untuk berdiskusi soal pasar, menganalisis aset, dan mengevaluasi portofolio lewat percakapan. Order hanya diproses setelah kamu konfirmasi, dalam batas yang kamu tetapkan. Pelajari lebih lanjut: https://pluang.com/fitur/agentic-tradingNantikan kolaborasi selanjutnya antara Pluang x Asus Indonesia, hadir segera di channel YouTube brand masing-masingGrup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.
Investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Bantuan trading AI memiliki risiko finansial. Analisis AI merupakan alat bantu, bukan saran investasi atau rekomendasi untuk membeli atau menjual aset. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan kamu.------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:Claudia Kolonas: Investment Myths, Finfluencers, and the AI Economy
Mochamad Asri: Talenta Indonesia Jadi Lead Architect di NVIDIABagaimana Agar Indonesia Lebih Punya Daya Tawar?
A. Setyo Wibowo: Plato, Negara Hancur dari Dalam, dan Otak yang Busuk Perlahan
2026/10/08
Ada masa ketika anak-anak adalah tanah yang masih basah, dan setiap tangan yang menyentuhnya meninggalkan bekas yang lama sekali memudar.Dari sebuah kampung di Ambarawa, Romo Augustinus Setyo Wibowo, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, menempuh jalan panjang lewat buku, seminari, hingga ruang kuliah di Roma dan Paris. Di sepanjang jalan itu, ia berkawan dengan para pemikir Yunani Klasik, dan dalam percakapan ini ia mengajak kita menyusuri jejak mereka.Kita kembali ke Athena, kota yang pandai berdebat dan pelan-pelan lupa untuk apa berdebat. Kita bertemu Sokrates yang memantik, bukan menggurui, lalu Platon yang percaya bahwa bangsa dibentuk sejak masa bermain. Kita mengikuti Aristoteles yang tinggal dua puluh tahun di Akademia, dan mendengar tafsir Romo tentang mengapa ia tak pernah memegang tongkat estafet itu.Dari Athena, percakapan bergerak ke hari ini: dialektika Hegel yang dipakai membaca perjalanan Indonesia, gua digital tempat kita duduk menatap bayang-bayang, dunia pascakebenaran, dan kecerdasan buatan yang membuat otak lebih nyaman tetapi belum tentu lebih hidup. Kita juga bicara tentang bakat yang perlu dirawat, tentang cinta tanah air sebagai modal, dan tentang penderitaan yang tak selalu bisa dihindari.Di ujung percakapan, ada harapan yang tidak bising, hanya tenang.Selamat menyimak.#Endgame #GitaWirjawan #SetyoWibowoLangsung ke bagian:0:00:00 - Intro0:02:00 - Guru-guru yang berjasa bagi Romo Setyo0:05:18 - Hobi membaca sejak kecil0:11:27 - Kuliah teologi di Roma dan Paris0:16:38 - Pengaruh Sokrates terhadap Platon0:18:21 - Filsafat politik di “The Republic”0:20:08 - Paideia: Filsafat pendidikan0:36:31 - Zeitgeist tumbuh kembang filsafat Yunani klasik0:42:49 - Bagaimana Platon mendidik Aristoteles0:56:14 - Alegori Gua Platon dan pascakebenaran1:08:27 - AI dan pembusukan otak (brain rot)1:31:17 - Penderitaan & Stoisisme------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:Tanah Jawa 300 Tahun yang Lalu - Peter Carey
Pendidikan Adalah Lentera Kita di Kala Gelap
Yuval Noah Harari & Mark Solms: Dawn of Future Consciousness
Namanya Diabadikan pada Benda Langit, Kosmolog Frontier Premana Premadi
2026/10/07
Dua setengah jam membahas sejarah alam semesta, tempat manusia di jagat raya, hingga peran pendidikan sains di masyarakat.Premana Wardayanti Premadi merupakan Guru Besar Astrofisika dan Kosmologi Institut Teknologi Bandung yang pernah menjabat sebagai Kepala Observatorium Bosscha ITB pada tahun 2018–2023. Satu almamater dengan Gita Wirjawan, Ibu Nana—panggilan akrab beliau—menempuh pendidikan doktoralnya di University of Texas, Austin.Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:02:57 - Terpesona dengan bulan sejak kecil0:08:26 - Siapa sosok Sokrates di hidup Premana Premadi0:12:37 - Bangsa dititipkan di pundak guru0:18:37 - Algoritma dan pentingnya membaca0:23:33 - Mengapa sains harus dipopulerkan0:47:59 - Mengapa dari ITB ke UT Austin0:58:01 - Cahaya dan kurvatur alam semesta1:03:49 - 3 menit pertama terbentuknya alam semesta1:17:16 - Apa sebetulnya energi dan materi gelap?1:37:57 - Cerita di balik asteroid ‘12937 Premadi’1:46:49 - Manusia sendirian di jagat raya?2:06:31 - Kehidupan multiplanet2:12:41 - AI dan kosmologi#Endgame #GitaWirjawan #PremanaPremadi------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:
Karlina Supelli: Cipta, Rasa, Karsa Manusia Indonesia
Garry Nolan - Alien & UFO: The Critical Question Nobody's Asking
"Gene Hunter" Prof. Herawati Sudoyo: Science Has No Borders
Kai-Fu Lee: The Future of Humanity in a World of AI
2026/10/07
“I didn’t imagine it would become this powerful.”If you’re looking for the world’s leading voices on AI, Kai-Fu Lee is among them. Former President of Google China, founding director of Microsoft Research Asia, and a pioneer in speech recognition at Apple, Kai-Fu Lee joins us to share his perspective on the rapid rise of artificial intelligence and what it means for our future.The conversation spans Taiwan’s transformation into a hub for scientific and technological talent, the forces behind AI’s remarkable rise, the future of China’s open-source AI ecosystem, and the economic and social changes AI could bring. We also explore a deeper question: as AI becomes increasingly capable, what remains uniquely human?#Endgame #GitaWirjawan #KaiFuLeeFull topics:00:04:33- What made Taiwan's great scientists00:10:16 - AI helps understand humanity better00:14:36 - Times in Apple and Microsoft Research China00:26:16 - Will China’s AI remain open source?00:44:16 - AI hallucination & critical thinking00:50:31 - Is STEM a structural challenge for AI development01:05:26 - AI, jobs, cost of labor01:24:06 - How tumor changed his life 01:31:16 - AI can’t take responsibility------------------Read Kai-Fu Lee's books:AI 2041: Ten Visions for Our Future - https://www.periplus.com/p/9780593238318AI Superpowers: China, Silicon Valley, and the New World Order - https://www.periplus.com/p/9780358105589
Get your copy of Gita Wirjawan’s book, “What It Takes: Southeast Asia”, NOW:https://books.endgame.id/Also available on Amazon:https://sgpp.me/amazon/Leave your review here:www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes
Suzie Sudarman: Propaganda, Kapitalisme, Utamakan Kepentingan Nasional
2026/10/07
Hanya Indonesia yang bisa menjaga Indonesia sendiri. Ketika kita bergantung pada kekuatan lain untuk melindungi bangsa, kita telah kehilangan kedaulatan.Bersama Suzie Sudarman, dosen senior Ilmu Hubungan Internasional yang telah 50 tahun mengajar di Universitas Indonesia, membahas Iran sebagai kekuatan keempat dunia, kritiknya terhadap pendidikan tinggi di tanah air, hingga cara-cara yang mungkin patut kita coba untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik.Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:01:35 - 31 tahun di Amerika Serikat0:08:05 - Kapitalisme yang infantil0:20:25 - Kritik pendidikan tinggi dan riset0:27:13 - Masyarakat perlu direkayasa dan propaganda?0:43:29 - “Kita lupa menjaga satu sama lain”1:02:00 - Iran, kekuatan keempat terbesar dunia?1:16:39 - Bunuh premanisme#Endgame #GitaWirjawan #SuzieSudarman------------------
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:
Negara Hanya Semaju Intelektualisasi Warganya
Vedi Hadiz: Oligarki, Negara, dan Ketimpangan Sukarela
‘Bapak Satelit Indonesia’: Kita Harus Bangun Industri Antariksa - Adi Rahman Adiwoso
Mochamad Asri: Talenta Indonesia Jadi Lead Architect di NVIDIA
2026/10/06
Membahas AI secara lebar dan dalam. Mulai dari hal yang sebabkan AI haus energi, peran perkembangan teknologi cip dalam pengembangan AI, hingga komparasi open-source dan close-source yang sejatinya bisa berkembang berdampingan.Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:01:55 - Keluarga terdampak Krismon 980:04:40 - Perjalanan pendidikan: Tokyo dan Texas0:23:31 - Kenapa AI punya problem energi0:29:51 - Edge AI0:38:48 - Moore’s Law0:40:55 - Mengapa open-source lebih baik untuk bersama0:51:06 - Efisiensi di bidang energi juga bisa bantu AI0:54:43 - Kompleksitas AI0:59:55 - AI dan cip 10 tahun ke depan1:04:12 - Cara tingkatkan minat STEM1:09:02 - Kualitas guru pengaruhi kualitas pendidikan1:22:31 - Mengapa ‘brain drain’ salah kaprah#Endgame #GitaWirjawan #NVIDIA------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:
When Businessman, Ex-Policymaker, and Engineer Collide to Talk About AI
Niki Luhur: How AI-Enabled Organized Crimes & Systemic Scams WorkDr. Yasantha: AI vs AGI & Homo Sapiens’ Next Chapter
Vedi Hadiz: Oligarki, Negara, dan Ketimpangan Sukarela
2026/10/06
Demokrasi akan kehilangan maknanya di mana pun ketimpangan menganga terlalu lebar—apalagi bila diperparah dengan ketimpangan sukarela (participative inequality). Mereka yang berbasis material kuat menulis ulang arti "kepentingan publik", lalu menyebarkannya lewat sekolah, lewat layar, hingga kita mengiranya kehendak bersama.Demokrasi bukan barang yang dipilih di etalase toko. Demokrasi harus tumbuh dari pergulatan, ditempa sejarah, bukan diberi cuma-cuma.Tentang bintang tamu:Professor Vedi Hadiz adalah Assistant Deputy Vice-Chancellor International (Indonesia) dari University of Melbourne, Australia yang juga menjabat sebagai Director dan Professor of Asian Studies di Asia Institute. Sebelumnya, beliau mengajar sebagai Professor of Asian Societies and Politics di Asia Research Centre, Murdoch University, serta Australian Research Council Future Fellow. Beliau juga pernah menjadi Associate Professor di Department of Sociology, National University of Singapore.Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:01:32 - Formasi pengetahuan Vedi Hadiz0:04:59 - Demokrasi dan oligarki0:20:43 - Sejarah dan makna liberalisme0:31:17 - Di Cina, kapitalisme di bawah Partai Komunis?0:38:55 - Festivalisasi vs Intelektualisasi0:48:00 - Serikat guru mogok kerja0:50:59 - Rekayasa sosial: Manajemen talenta bangsa1:02:41 - Dansa kapitalisme dan politik1:26:29 - Ketimpangan sukarela (participative inequality)#Endgame #GitaWirjawan #VediHadiz------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads
------------------
Episode lain yang mungkin Anda sukai:Kimberly Hoang: Myth on Capitalism and Sex Industry
Said Didu: Jangan Turunkan Layar di Kala Badai
Sebuah Surat Cinta untuk Indonesia
Hamid Awaluddin: Kognisi, Negosiasi, Adikuasa Berkompetisi
2026/10/06
Bersama Guru Besar Hukum Internasional, HAM, Diplomasi dan Resolusi Konflik, Universitas Hasanuddin—Bapak Hamid Awaluddin—membahas pendidikan dasar dan tinggi, seni berunding dalam konflik, serta bagaimana perkembangan dan dampak politik global.Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:02:12 - Sejak kecil bercita-cita menjadi ilmuwan0:08:20 - Desa, buku, dan balai baca0:25:42 - Sandiwara akademik, lomba meraih gelar0:37:49 - Rencana harus sensitif realitas 0:51:04 - Seni merundingkan perdamaian1:12:30 - Tiga miskalkulasi hegemoni1:22:23 - Kesalahpahaman Syi’ah1:26:19 - Iran peradaban yang berpendidikan1:28:24 - Ketergantungan kita ke Selat Hormuz1:30:12 - Matinya unipolarisme Amerika Serikat1:37:22 - Pesan untuk diplomat muda#Endgame #GitaWirjawan #HamidAwaluddin------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:
Pendidikan Adalah Lentera Kita di Kala Gelap
Jusuf Kalla: Begini Tugas Wakil Presiden
Sudirman Said: Bencana dan Revolusi Era Baru
------------------
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads
Sujeev Shakya: Takeaway from the Nepal Gen Z Protest in 2025
2026/10/06
CEO (Chief Eternal Optimist) of Nepal, Sujeev Shakya, talks about what it means for Nepal being land-linked—not land-locked—between two great civilizations, China and India.Sujeev also discusses what really happened in the September 2025 youth protest and the lessons for leaders across the world.About the guest: Sujeev is the Founder and CEO of Beed Management. He’s also the author of “Unleashing Nepal” (2009) and the newly published “Nepal 2043” (2025).#GitaWirjawan #Endgame #SujeevShakyaChapters:0:00:00 - Intro0:02:06 - Formative year of Sujeev Shakya0:04:29 - How South Asians became great communicators0:08:52 - 2500+ history of Nepal: Buddhism, Trade, and Intellect0:14:06 - Borobudur’s architect was from Nepal?0:16:34 - Bringing out and writing down history0:23:54 - How Nepal embrace multipolarity0:27:09 - HATS (Hydro, Agriculture, Tourism, Services)0:36:45 - Nepali talent portfolio0:42:28 - 2025 Nepalese Gen Z Protests0:55:05 - Selection vs election0:59:10 - What does democracy actually mean1:08:50 - How to actually build the culture of democracy1:17:25 - Nepal geopolitical stance------------------Get your copy of Gita Wirjawan’s book, “What It Takes: Southeast Asia”, NOW:https://books.endgame.id/Also available on Amazon:https://sgpp.me/amazon/Leave your review here:www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Also read Gita Wirjawan's papers:https://aparc.fsi.stanford.edu/public...
https://fsi.stanford.edu/publication/...
https://aparc.fsi.stanford.edu/southe...
Said Didu: Jangan Turunkan Layar di Kala Badai
2026/10/06
Refleksi pembangunan bangsa dari masa ke masa bersama Muhammad Said Didu, seorang pengamat kebijakan publik yang pernah berjuang baik di dalam maupun di luar sistem.Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:01:23 - Pengalaman bekerja dengan Soeharto0:12:56 - Bangsa berjiwa sosialis, ekonomi kapitalis?0:19:52 - Yang menggerogoti kita pelan-pelan0:24:36 - Pedagang ketidakpastian0:31:33 - Tetap kembangkan layar kapal, meski badai0:48:26 - Kesejahteraan guru dan pendidikan1:07:23 - Sanksi moral dan politik#Endgame #GitaWirjawan #SaidDidu------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:Goodreads------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:Sebuah Surat Cinta untuk Indonesia
Bivitri Susanti: Mengapa Hukum yang Buruk Boleh Ditentang?
Etika Politik, Tata Negara, Filsafat Ekonomi ala Tom Lembong
Martyn Terpilowski: What Technocracy in Business Looks Like
2026/10/06
Martyn Terpilowski, CEO & Founder Bhumi Varta Technology (Bvarta), shares his views and experiences on doing business in Indonesia. This episode talks about our business and investment ecosystem, as well as building a corporate culture.#Endgame #GitaWirjawan #MartynTerpilowskiChapters:0:00:00 - Intro0:01:36 - Personal background: From North England to Tokyo0:07:51 - Work culture in Japan, Hong Kong vs Indonesia0:12:08 - Technocracy attracts talent (and money)0:19:58 - Startup0:24:26 - How to channel money to the right talent and ideas0:36:31 - Best practices in Southeast Asia0:41:24 - It takes decades to build a proper business0:52:26 - How foreign investment works1:02:24 - Building business culture1:12:53 - What would make a business succeed/fail1:19:57 - Education------------------
Get your copy of Gita Wirjawan’s book, “What It Takes: Southeast Asia”, NOW:https://books.endgame.id/Also available on Amazon:https://sgpp.me/amazon/Leave your review here:www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Related Endgame episodes
Sandiaga Uno: Tanah Gemah Ripah, Ramah, Bernilai Tambah
Azman Mokhtar: “There’s More to Life than Finance and Economics”
Jessica Tan: How She Leads Half A Million Employee
Saraswati Djojohadikusumo: Setiap Kita Punya Peran
2026/07/21
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia’, sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini: https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini: what-it-takes------------------Rahayu Saraswati Djojohadikusumo membahas latar belakang keluarga, lika-liku perjalanan pendidikan, hingga aktivisme kepemimpinan perempuan, demokrasi, dan industri kreatif. Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:02:23 - Jatuh cinta dengan seni peran sejak kecil0:14:41 - Kesehatan mental0:32:14 - Dua sisi latar belakang keluarga0:40:10 - Demokrasi dan Pendidikan1:06:57 - Kepemimpinan perempuan1:18:23 - 4 cara kelola talenta terbaik1:26:46 - Kemampuan bercerita, soft power, IP1:37:42 - Spiritualitas dalam menjaga kesehatan mental1:48:46 - Menemukan purpose tidaklah instan1:55:45 - Meritokrasi2:09:32 - AI#Endgame #GitaWirjawan #SaraswatiDjojohadikusumo------------------Special thanks to our ‘Future Narrators’ channel members:Mariko Yoshihara, Yemotto IBRAHIM, hobi kluyuran, Fajar Prasetyo, Dyah Firgiani, Arie Gunardi, Yayi Trisnawati D, Teddy Chow, Wwertyssnb, Widi Aphrian, hndraable, hendro trihatmojo, Muhammad Taufik Evendi, QunÔºáan Syukrilah, Ariyo Arinsa Putra, Reda Bellarbi, Muhammad Ismail Mubarak, KATE WOLSKA, Itje Chodidjah, Geralt Fajar Bukan, Jack Duan, Lucy March, Mr Gman, Irawan Purwono, Agnes Pranindita, nazaruddin nasir, 747sgw, Patricia S, Gusko Adnyana, Jerry Budiman, Mawan Darmawan, diah anggraini, Adrian Baskoro, Bambang Haryanto, Ezwan Zakaria, Naufal M, Kianti Darusman, Revolution R, liza dewi, Joanna felicia, Taswin Munier, M Firaldi Akbar Zulkarnain, Seno wibowo, Hendry Ahen, Ferdy Reza, Haju Ara Podcast, Ayu Arman, Flores Exotic Tours, Niki S, Anita Amalia, Dewi Risnawati, birgietta katherine, Derry Harnanda, Ridwan Sakidja, Rita Sahara, Sanityas Prawatyani, erna girirachman, Ronny Wijaya, Alvin Rivaldi, Stella sinaga, Kawal Jakarta, Freddy Wijaya, Bambang Made, fsoenardi, ULFA, Daniel Tagu Dedo, Yoggi Dinata, Omabudi Herawan, Dina Siswa, rita triani, Beatrice Cynthia Walter, Dendy Hernama, sentraikanlaut sentraikanlaut, Nur Aini, Sri Rahayu Fitriani, Ainia Putri Ayu Kusuma, faiza kamalia, agung Murdifi, Liely Noor Qadarwati, agita sari, Boodguns, Anang Rikza Masyhadi OFFICIAL, Didik Muktiyanto, muksin muksin, Rudi Gmail Nuriadi, Vindow Harum, irawan karseno, gaby diovani, abson Ly26, jaka susila, Reinhard Santoso, tjia martin, Roni Pebrianto, Roberto Sontani, achmad subarkah, Omo Abdul Madjid, Uswatun Khasanah, alex ondang, Arya Family, muzakir tombolotutu, Timmy Kids, only1su, Wee Khien Tan, Dawani Magdalena, Ricko Ciady, theresia margriet, Tri Laylaa Shaiza, Retno Sri, Buyung Aji Saputro, Fredrik Ong, Gricelle Sachi Sihombing, Erwin Loe, Dhanie Soeharto
Alex Krainer: When “the Few” Run the World, “the Many” Should Rise
2026/06/26
The world order is changing. The West is no longer the undisputed center of global power. Europe is gradually experiencing a decline in influence. Developing nations are emerging as formidable competitors. Economic elites are increasingly locked in battles with one another. Meanwhile, public awareness is rising in a wave unlike anything seen before.These are the arguments put forward by Alex Krainer, market analyst and founder of Krainer Analytics, in his conversation with Gita Wirjawan. In this episode, Krainer invites us to rethink the long-term trajectory of our world and reflect on what truly matters about our shared humanity in an era of war: preserving our freedom, or becoming servants of the system.Full topics:0:00:00 - Intro0:01:30 - Grew up with history, power, and politics0:05:50- How war intellectually shaped Alex Krainer0:11:40 - "The European Union is going to disintegrate"0:20:26 - Civil war: "The clash is inevitable"0:28:30 - Ukraine-Russia hostility “will never end”?0:34:45 - Neocolonialism: “You’re conquering a country through debt."0:39:35 - Oil price could worsen0:43:55 - Eschatological look of the Middle East conflict0:50:53 - Iran: “This isn’t Trump’s war”0:53:45 - We can’t avoid Thucydides Trap1:00:40 - Oligarchy, “this is by design”1:08:30 - Why we can beat plutocracy#Endgame #GitaWirjawan #AlexKrainer------------------You may also like these episodes: • We’re Not in World War III Yet, Realist Jo... • Francis Fukuyama: Is Western Civilization ... • Myth on Capitalism and Sex Industry - Kimb... ------------------Special thanks to our “future narrators” channel members:Mariko Yoshihara, Yemotto IBRAHIM, hobi kluyuran, Fajar Prasetyo, Dyah Firgiani, Arie Gunardi, Yayi Trisnawati D, Teddy Chow, Wwertyssnb, Widi Aphrian, Faizal …Mariko Yoshihara, Yemotto IBRAHIM, hobi kluyuran, Fajar Prasetyo, Dyah Firgiani, Arie Gunardi, Yayi Trisnawati D, Teddy Chow, Wwertyssnb, Widi Aphrian, Faizal Tajuli, hndraable, hendro trihatmojo, Muhammad Taufik Evendi, Qun'an Syukrilah, Charles Andrew Tang, Ariyo Arinsa Putra, Reda Bellarbi, Jaz Simbolon, Muhammad Ismail Mubarak, KATE WOLSKA, rrtrent892, Itje Chodidjah, Geralt Fajar Bukan, Jack Duan, Elmi CK Ong, Lucy March, Anggun Noventina, Irawan Purwono, Krishna Putra, Agnes Pranindita, nazaruddin nasir, 747sgw, Patricia S, Gusko Adnyana, Jerry Budiman, Mawan Darmawan, diah anggraini, Adrian Baskoro, Bambang Haryanto, Ezwan Zakaria, Irene Kurniati, Naufal M, Kianti Darusman, Revolution R, liza dewi, Joanna felicia, Susanto Uno, Taswin Munier, M Firaldi Akbar Zulkarnain, Seno wibowo, Hendry Ahen, Ilham R, Ferdy Reza, Ayu Arman, Haju Ara Podcast, Flores Exotic Tours, Niki S, Anita Amalia, Dewi Risnawati, birgietta katherine, Derry Harnanda, Ridwan Sakidja, Rita Sahara
Kimberly Hoang: Myth on Capitalism and Sex Industry #269
2026/06/22
The web of capitalism operates everywhere, in every transaction, every policy, every "done deal" that never sees the light. In the midst of it all, we are slowly losing something far greater: the meaning of being human.Kimberly Kay Hoang, professor of sociology at the University of Chicago, joins Endgame to uncover what has long remained hidden, from spiderweb capitalism to a sex industry far more complex than we assume, and to the question we rarely dare to ask plainly: what have we already sacrificed in the name of progress?#Endgame #GitaWirjawan #KimberlyHoang---------------Get your copy of Gita Wirjawan’s book, “What It Takes: Southeast Asia”, NOW:https://books.endgame.id/Also available on Amazon:https://sgpp.me/amazon/Leave your review here:www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes---------------Related Endgame episodes: • How AI-Enabled Organized Crimes & Systemic... • Jiang Xueqin: Our True Wealth Is Our Consc... • Di Mana Titik Tengah Kekuasaan dan Kebebas...
Podcast reviews
Read Endgame with Gita Wirjawan podcast reviews
john in 10 mile 2025/12/03
lots of time for nothing
Strong avoid.
Podcast sponsorship advertising
Start advertising on Endgame with Gita Wirjawan relevant audience podcasts
You may also like to advertise on these Podcasts

4.52257452000
The Joe Rogan Experience
Joe Rogan

4.499002914
Morbid
Ash Kelley & Alaina Urquhart

4.6908522
You Can Heal Your Life ™
Hay House

4.41164993
Extratime
Major League Soccer

4.8815227
ArtCurious Podcast
Jennifer Dasal/ArtCurious

4.9328211394
REAL AF with Andy Frisella
Andy Frisella

3.99008560
20/20
ABC News

4.91363711
The Learning Leader Show With Ryan Hawk
Ryan Hawk

4.92112501
the bossbabe podcast
Natalie Ellis

4.3385801993
The Megyn Kelly Show
SiriusXM