
Advertise on podcast: Teras Hijrah
This podcast has
91 episodes
Language
IndonesianPublisher
Tri Sulasiana BaiduriExplicit
No
Date created
2020/10/07
Latest episode
2022/04/28
Average duration
12 min.
Release period
22 days
Description
Teras Hijrah Komunitas bagi muslimah yang ingin istiqomah dalam hijrahnya. Bersama dalam istiqomah meraih ridhaNya
Unlock Teras Hijrah podcast Email contact info,
Listeners & Audience details
Email contact information
Direct podcast contact details

Listeners
Audience numbers & engagement insights

Audience details
Podcast Insights

Podcast episodes
Check latest episodes from Teras Hijrah podcast
Lebih Bersemangat di Akhir Ramadhan Jangan Kasih Kendor
2022/04/28
Ramadhan sudah dipenghujung menuju akhir. Kadangkala terpaan ingin istirahat dari beribadah penuh semangat datang menghampiri. Bisikan membujuk untuk menyudahi amal shalih semakin sering terdengar.
Hari ini kita memasuki hari-hari akhir dari bulan Ramadhan, jangan menyerah sekarang....upayakan untuk lebih memperbanyak amal shalih justru di saat akhir seperti sekarang ini.
Al Hasan bin Shalih rahimahullah pernah menyatakan:
"Sesungguhnya syaithan bisa (memancing dg) membukakan 99 pintu kebajikan, agar masuk ke satu pintu keburukan yang syaithan inginkan."
Bisa jadi syaithan memang tidak begitu menghalang-halangi berbagai macam upaya keta’atan hingga akhirnya menghasilkan kesuksesan, namun ada ujung yang dinantinya, yang diharapkannya, semisal munculnya rasa ‘ujub/berbangga diri dg melalaikan pemberi nikmat, atau yang diinginkannya adalah munculnya sikap sudah cukup sehingga selanjutnya istirahat.
Suatu ketika Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah ditanya:
"Kapan seorang hamba dapat mengecap (waktu) istirahat? Maka beliau menjawab:
saat pertama kali kaki dia menginjak surga."
Imam As Syâfi’i rahimahullah juga pernah menyatakan:
"Mencari istirahat di dunia tidaklah layak bagi seorang ksatria, karena seorang ksatria senantiasa bekerja keras sepanjang zaman."
Ditanyakan kepada seorang ahli zuhud:
"Bagaimana jalannya agar seseorang menjadi salah satu pilihan Allah? Dia menjawab:
Jika dia menanggalkan istirahat dan senantiasa bersungguh-sungguh dalam menjalani keta’atan."
Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan,
"أهل الاستقامة في نهاياتهم، أشد اجتهادًا منهم في بداياتهم"
"Orang-orang yang istiqamah lebih bersemangat pada masa-masa akhir mereka, dibandingkan dengan pada masa-masa awalnya."
Ramadhan belum berlalu, maka jangan biarkan semangat ibadah dan tilawah kita mengendor.
Ramadhan memang akan segera berakhir, namun bukan berarti berakhir juga semua upaya amal shalih kita.
Lanjutkan ibadah, teruskan beramal shalih, lakukan terus ketaatan, semangat dalam tilawah....anda tidak sendirian....ada kami dan kita semua yang juga ingin dibebaskan dari api neraka disini...bersama beramal shalih.
Semoga Allah menjaga kita, memudahkan kita dalam beribadah dan mengampuni dosa-dosa kita serta menjauhkan kita dari api neraka.
Aamiin Allahumma aamiin yaa mujibassailiin
#janganmenyerah #sekarang #terus #berbagisemangat #dalamketaatan
Menjomblo, Menikah Atau Menambah
2021/11/25
Manakah yang lebih utama, menjomblo, menikah ataukah menambah istri?. Jawabannya tergantung.
Mengqadha Shalat Wajib
2021/11/08
“Qadha’: adalah melaksanakan kewajiban setelah waktunya, atau menjalankan shalat setelah habis waktunya.”
Wajib tidaknya mengqadha shalat tergantung kepada alasan mengapa seseorang sampai meninggalkan shalat hingga lewat waktunya.
Simak penjelasannya di podcast berikut:
Semua Agama Itu Sama! Masa Sih!?!
2021/09/19
Kalau ada yang bilang semua Agama itu sama, coba deh tanya ke dia: 'Udah pernah masuk berapa agama, emangnya?' Sok atuh kita simak di podcast kali ini yuk.....
U J I A N
2021/09/19
Ujian itu sesungguhnya adalah tanda kepantasan. Maksudnya? Yuk simak penjelasannya di podcast kali ini ya.....
Ghibah Yang Tidak Haram
2021/09/19
Ghibah (menggunjing) adalah membicarakan perihal orang lain yang tidak disukai olehnya, saat orang lain tersebut tidak ada, baik itu terkait kekurangan fisiknya, rumahnya, kendaraannya atau hal lainnya, baik menggunjingnya langsung lewat ucapan maupun tidak langsung seperti lewat grup Whatsapp, Facebook, Twitter dsb, baik menggunjingnya sembunyi-sembunyi berdua atau bertiga ataupun menggunjingnya ‘berjamaah’ dalam suatu majlis. Nabi saw bersabda:
“Tahukah kalian apa itu ghibah (menggunjing)?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”, Nabi saw berkata, “(yaitu) kamu menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci.” Lalu ada yang mengatakan, “Bagaimana jika apa yang aku sebut memang benar-benar dimiliki oleh saudaraku?” Nabi menjawab, “(Jika memang demikian) berarti engkau telah mengghibahnya. Namun jika (apa yang kamu sebut) tidak ada pada dirinya, berarti Engkau telah berdusta.” (HR. Muslim)
Ternyata......tidak semua ghibah itu haram lho. Yuk disimak podcast kali ini....
Life Begins at 40
2021/09/19
Usia 40 tahun adalah usia ‘kematangan’ seseorang, jika tidak berhati-hati dan sering mengevaluasi diri, bisa jadi kerugian yang akan terjadi; kematian keburu menghampiri saat lalai dalam mempersiapkan diri. Imam Al Ghazali dalam Ayyuhal Walad memberi nasehat kepada salah satu muridnya:
Dan barangsiapa yang usianya sudah mencapai 40 tahun namun kebajikannya tidak melebihi dosanya maka bersiap-siaplah ia masuk neraka.
Allah Ta’ala juga menyinggung saat manusia mencapai usia 40 tahun:
“… sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku (berilah ilham kepadaku) untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. “. (QS. Al-Ahqaf : 15).
SANG BAPAK KEBODOHAN
2021/09/14
Kecerdasan, kemuliaan, bahkan gelar sebagai ‘bapak kebijaksanaan’ (Abul Hakam), dan reputasi cemerlang sebelumnya, tidaklah selalu berakibat baik, justru hal-hal tersebut bisa ‘menghalangi’ untuk tunduk kepada kebenaran, terutama jika berhadapan dengan pembawa kebenaran yang levelnya sejajar dengannya apalagi jauh dibawah levelnya.
Begitu juga dengan gelar-gelar sekarang, tidak usah heran, jika dulu sebelum mendapatkan jabatan, seseorang bisa mendukung dakwah, sangat bijak, track recordnya baik, namun setelah mendapatkan posisi dan jabatan tertentu lalu berbalik menyerang dakwah.
Lalu kenapa nabi mengganti gelar ‘bapak kebijaksanaan’ (Abul Hakam) menjadi ‘bapak kebodohan’ (Abu Jahal)?, tidak lain karena penentangannya yang sangat keji terhadap dakwah, dialah yang sering ‘membubarkan’ pengajian yang dilakukan Nabi, memprovokasi orang yang sudah cenderung menerima dakwah nabi hingga orang-orang tersebut berbalik menentang nabi, paling bernafsu dalam memboikot total Nabi, Bani Hasyim dan Bani Abdul Muththalib.
MELEPAS UNTUK TERBANG
2021/09/14
Induk burung melepas anak burung untuk bisa terbang ke cakrawala lebih luas dan mempelajari cara bertahan hidup serta hidup seekor burung yang sesungguhnya dengan terbang. Sebenarnya demikian juga dengan kita, orangtua......kita pun harus bisa melepas anak-anak kita untuk terbang menuntut ilmu lebih banyak diluar rumah.
Mbok Ya Kamu Tuh Belajar
2021/09/01
*Mbok ya kamu itu belajar ini
Nabi Muhammad itu hidupnya sangat bersahaja. Padahal di punya 'jalur khusus' kalau pengin gunung emas, atau lautan permata. Tidak. Nabi tidak mau. Dia bahkan sering berhari2 tidak punya bahan makanan. Untuk menahan lapar, dia ikat batu di perutnya. Jika perutnya bunyi, dia kencangkan ikatannya.
Manusia paling suci, paling mulia di dunia, hidupnya begitu.
Kita semua, yang mengaku muslim, harusnya bangga sekali dengan teladan ini. Lantas bisa teriak, "Nabi kami, hidupnya sangat sederhana!" Kemudian meneladaninya. Nah, jika kita belum bisa begitu levelnya, masih jauh sekali, karena masih cinta dunia. Mbok ya pastikan, kita tidak malah mencuri, maling, rampok, agar hidup kita enak.
Silahkan saja kalau mau kaya. Perut kenyang. Mobil mewah. Rumah megah. Dan semua kenikmatan hidup lainnya. Tapi ayolah, pakai cara jujur. Dagang dengan baik. Usaha dengan baik. Bekerja dengan baik. Bisa loh kaya. Bukan maling!
Sedihnya, negara 87% muslim, kok korupsi dimana2. Pejabat2 sibuk malaki anak buah demi posisi jabatan. Pejabat2 sibuk minta honor dari proyek2, bahkan proyek memakamkan orang pun dia mau dapat honornya.
Nabi itu sungguh sederhana.
Suatu hari, Umar datang berkunjung. Dia melihat Nabi tidur di tikar, hingga membekas di badannya. Umar menangis lihatnya. Itu Nabi, yang punya kekuasaan, yang punya 'koneksi' bahkan jika dia ingin gunung dilemparkan ke sebuah tempat. Bisa! Bayangkan gunung segede gunung Bromo, atau gunung2 lainnya, dilemparkan.
Lah, kamu, kekuasaanmu itu apa? Cuma punya asisten2 yg sibuk membungkuk2. Cuma punya staf, ajudan yg sibuk terbirit2. Hanya itu doang kekuasan kamu. Tapi lihatlah, duuh Gusti, kamu diam2 juga korup. Jangankan amanah, kerja yang benar, ini malah korup. Padahal hidupmu sudah dibayari semua oleh negara.
Ini sedih loh melihatnya.
Seriusan. Sedih banget.
87% penduduk negeri ini muslim. Koruptor banyak. Tukang suap banyak. Tukang boong. Tukang ngibul, buanyak! Mulai dari maling2 kecil, hingga maling2 elit. Mulai dari perkara sepele, ngambil hak orang lain, nyomot hak orang lain; sampai koruptor, rampok besar.
Tidakkah mereka mau memahaminya, itu teh, semua harta, semua kekuasaan, tidak ada yang bakal dibawa mati. Kamu segitunya mengejar dunia ini?
Rugi sekali menukar keabadian akherat dengan fananya dunia.
Bodoh sekali membeli siksaan panjang dengan kenikmatan harta benda sesaat saja. Mencuri. Maling. Korup! Menjijikkan.
Buta Politik Hidup Makin Sempit
2021/09/01
“Buta terburuk adalah buta politik. Orang yang buta politk tak sadar bahwa biaya hidup, harga makanan, harga rumah, harga obat, semuanya bergantung pada keputusan politik. Dia membanggakan sikap anti politiknya, membusungkan dada dan berkoar “AKU BENCI POLITIK”. Sungguh bodoh dia yang tak mengetahui bahwa karena dia tidak mau tahu politik, akibatnya adalah pelacuran, anak terlantar, perampokan, dan yang terburuk, korupsi dan perusahaan multinasional yang menguras kekayaan negeri” [ Bertolt Brecht ,Penyair dan Dramawan Jerman].
Apa yang disampaikan Bertolt Brecht tersebut nampaknya masih relevan dan terjadi saat ini. Semua penderitaan anak manusia di belahan dunia termasuk di negeri tercinta ini akar masalahnya karena masyarakat banyak yang antipati terhadap politik.
POLITIK KAIN PEL
2021/09/01
Ada pertanyaan seru yg kerap ditanyakan kpd para pengemban dakwah politik ekstra-parlementer: "Kalian mau menegakkan Islam, mau menghapus kerusakan yg terjadi, tapi kalian ga mau masuk parlemen? Ibarat udah tau lantai kontor tapi ga mau turun buat ngepel?"
.
Coba dijawab ya 😁 Pertama, kita sepakati dulu, kalau lantai kotor maka lantai harus dibersihkan, yes? Lantai kotor adalah analogi kerusakan pada tubuh umat saat ini
.
Nah, pertanyaan selanjutnya: dg apa kita akan membersihkannya?
.
Saat ini hanya tersedia kain pel yg kotor. Kain pel kotor adalah analogi dari sistem rusak saat ini. Kita pun telah sepakat, ini memang bukan kain pel ideal untuk membersihkan kekotoran yg terjadi. Sebab kain pelnya memang sudah kotor dari si empunya yg bikin, ga bisa diapa-apain lagi 😅 Namun saat ini hanya kain pel itu saja yg ada di depan mata kita
.
Maka sebagian ada yg langsung turun menggunakan kain pel non-ideal itu untuk bersih-bersih. Apa yg ada dulu, itu yg dipakai sambil berharap kotorannya jadi bersih
.
Pertanyaan selanjutnya, apakah kita akan terus berharap dg kain pel kotor by default ini untuk bersih-bersih?
.
Maka seharusnya ada orang-orang yg ga turun kerja ngepel, namun ia berkerja di luar arena untuk mengusahakan adanya kain pel baru yg bersih dan ideal
.
Memang yg tugasnya mengusahakan adanya kain pel ideal ini akan absen dari panggung bersih-bersih. Sehingga bila yg terfokus hanya melihat pada area panggung, akan dg mudah menuduh yg ga dipanggung ga bekerja
.
Karena yg ga kerja ngepel-ngepel, sedang kerja di tempat lain, membangun pabrik kain pel yg ideal yg nantinya akan melancarkan acara bersih-bersih kita semua 😁
.
Jika analogi ini belum bisa dicerna, gpp. Sebab saya pun perlu ngaji intensif seminggu sekali selama bertahun-tahun, menuntaskan berkitab-kitab dg mengupas syarahnya, untuk bisa sampai pd sebuah pemahaman. Mengapa pilih metode yg ini, bukan yg itu, mengapa yg ini yg berhasil, yg itu tidak, dsb
.
So, save your energy, ga perlu merasa wajib kasih sanggahan disini 😅 *Kibas Khimar* Lebih asik kita duduk bareng tuker pikiran sambil nge-teh syantiek dg temen2
Podcast reviews
Read Teras Hijrah podcast reviews
Podcast sponsorship advertising
Start advertising on Teras Hijrah relevant audience podcasts
You may also like to advertise on these Podcasts

4.373117
Dirty Work
KNBR | Cumulus Media San Francisco

4.3211745
The Standard
The Evening Standard

4.999390
Enchanted Ears: A Disney Adults Podcast
Angela & Joe: Your Disney Friends

4.7257178
Canzano and Wilner
Canzano and Wilner

4.440535
The Firm of Harris and Marang
Audacy

524188
Hello Hayes
Alexandra Hayes Robinson

4.718829
Today's Catholic Mass Readings
USCCB

4.5187225
Trash To Cash Reselling Podcast
NC Picker & American Arbitrage & Commonwealth Picker

527089
The Holly Perkins Health Podcast
Holly Perkins, BS CSCS

4.62251100
Titus Podcast
Christopher Titus