1578073372
Lentera

Advertise on podcast: Lentera

This podcast has
11 episodes
Language
Indonesian
Publisher
Maz Kiem
Explicit
No
Date created
2021/07/24
Latest episode
2026/01/20
Average duration
13 min.
Release period
165 days

Description

Lentera akan mengisi ruang kosong yang tersedia dengan HIKMAH keislaman

Unlock Lentera podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Lentera podcast


“Shalat Lima Waktu: Pesan Langit dari Allah”
2026/01/20
Peristiwa Isrā’ Mi‘rāj bukan sekadar kisah Nabi Muhammad ﷺ naik ke langit, tetapi sebuah pesan cinta dari Allah untuk umat-Nya, terutama untuk anak-anak kita. Dalam perjalanan luar biasa dari Makkah ke Masjidil Aqsa, lalu naik hingga Sidratil Muntaha, Nabi Muhammad ﷺ menerima hadiah terindah, yaitu shalat lima waktu.Shalat bukan beban, tetapi jalan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang shalih, disiplin, dan berakhlak mulia.
Akhlak Memuliakan Hidup Kita
2026/01/20
Birrul Wālidayn bukan sekadar: memberi uang, membelikan pakaian, atau mengantar ke dokter. Birrul Wālidayn adalah: lembut dalam tutur kata, rendah hati dalam sikap, sabar terhadap kekurangan orang tua, dan mendoakan mereka, hidup maupun wafat. Allah berfirman: وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.”(QS. Al-Isrā’: 23) Perhatikan ayat ini, hadirin.Perintah berbakti kepada orang tua langsung disandingkan dengan tauhid.Artinya, setelah hak Allah, hak terbesar adalah hak orang tua.
“Jagalah lisan.”
2026/01/20
Lisan itu kecil, tetapi dampaknya sangat besar.Satu kata bisa menjadi pahala, namun satu kata pula bisa menjadi dosa yang panjang. Allah ﷻ mengingatkan kita: ﴿مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ﴾Tidak ada satu kata pun yang diucapkan, melainkan ada malaikat yang mencatatnya. Betapa banyak penyesalan lahir bukan karena perbuatan besar, tetapi karena ucapan yang keluar tanpa dipikirkan. Abu Bakar r.a. memahami, bahwa siapa yang mampu menjaga lisannya, Allah akan menjaga kehormatannya.Karena dari lisan, persaudaraan bisa terjaga, dan dari lisan pula, permusuhan bisa bermula. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِفَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” Menjaga lisan bukan berarti selalu diam, tetapi berbicara ketika membawa kebaikan.Diam saat marah adalah ibadah.Diam saat emosi adalah keselamatan. Maka sebelum berbicara, timbanglah kata dengan iman.Karena setiap ucapan akan dipertanggungjawabkan. Jagalah lisan…karena di sanalah iman diuji, akhlak dikenal, dan kehormatan dipelihara. Pikir sebelum bicara.
Nilai seseorang bukan pada kata-katanya, tetapi pada amalnya
2026/01/20
“Hakikat nilai seseorang bukan pada kata-katanya, tetapi pada amalnya.Sungguh banyak orang berbicara kebaikan namun sedikit yang melaksanakannya.Maka jadilah manusia yang dikenal dengan perbuatannya, bukan hanya ucapannya.” Betapa banyak manusia yang mampu berbicara tentang kebaikan, namun sedikit yang sanggup menunaikannya dengan konsisten.Betapa sering kita mendengar nasihat yang indah, namun tak jarang yang mengucapkannya justru lupa menjadi teladan. Kata-kata mudah diucapkan, namun amal menuntut pengorbanan.Ucapan tidak selalu membutuhkan keikhlasan, tetapi amal takkan bernilai tanpa niat yang lurus karena Allah. Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk pandai berkata, tetapi untuk hadir sebagai manfaat bagi orang lain.Bukan sekadar berbicara tentang amanah, melainkan menjaga amanah meski tak ada yang melihat.Bukan hanya memuji keadilan, tetapi berlaku adil meski merugikan diri sendiri. Inilah hakikat keteladanan.Inilah dakwah yang paling kuat.Dakwah dengan perbuatan lebih tajam daripada seribu pidato.
Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Muharram
2021/08/13
Bulan Muharram adalah bulan yang istimewa karena disebut juga bulan Allah (syahrullah), bulan muharram juga merupakan bulan kedua setelah Ramadhan sebagai bulan penghapusan dosa. Dalam sebuah hadis dikatakan "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puaasa di bulan Allah (Muharram). Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam (HR. Muslim).  Puasa asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu (HR. Muslim). Puasa asyura yaitu puasa pada tanggal 10 Muharram.  Mari kita simak bersama hikmah bersama Lentera.......
AIR MATA PEMADAM API NERAKA
2021/08/05
“Allah memiliki para  malaikat di langit ketujuh. Mereka bersujud sejak  Allah menciptakan mereka hingga hari kiamat.  Mereka menggigil ketakutan karena takut kepada  Allah Swt. Apabila hari kiamat tiba, mereka mengangkat kepala dan berkata, Mahasuci Engkau,  kami tidak menyembah-Mu dengan penyembahan yang sebenar-benarnya.” Diriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda,  “Allah Swt berfirman, Pada hamba-Ku tidak  berkumpul dua ketakutan dan dua rasa aman.  Barangsiapa takut kepada-Ku di dunia Aku akan  memberikan keamanan kepadanya di akhirat.  Sebaliknya, barangsiapa merasa aman kepadaKu di dunia, Aku akan memberikan rasa takut  kepadanya pada hari kiamat.” Allah Swt berfirman, Karena itu, janganlah  kalian takut kepada manusia tetapi takutlah kepada-Ku (QS al-Mâ’îdah [5]:44). Karena itu, janganlah kalian takut kepada mereka,  melainkan takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar  orang yang beriman (QS Âli ‘Imrân [3]: 175) Hikmah ini merupakan karya al Imam al Ghozali dalam sebuah bukunya yang berjudul Mukasyafah al Qulub
TADARRUJ dalam menuntut ilmu
2021/07/31
Ibnu Hajar dalam Fahtul Bari menjelaskan, ajaran pertama kali yang dibawa oleh Islam untuk orang-orang Makkah adalah tantang tauhid, janji surga bagi orang yang beriman, dan ancaman neraka bagi orang bermaksiat dan kafir. Ketika jiwa mereka sudah tenang, baru kemudian mengajarkan persoalan hukum. ndai saja langsung mengajarkan hukum, seperti mengharamkan mengkonsumsi khamr (minuman keras), tentu Islam akan sulit diterima. Pasalnya, mengkonsumsi khamr sudah menjadi kebiasaan hidup orang Mekah, dan mereka begitu menikmatinya. Jika langsung diharamkan, pasti mereka sangat terusik dan hampir mustahil mereka menerima ajaran Islam. Meski kemudian khamr diharamkan, itu pun dengan proses yang panjang. Demikian juga sama kaitannya dengan proses belajar. Jika pelajar tingkat pemula langsung mengkaji pelajaran tingkat menengah ke atas, tanpa memulai dari yang bawah dulu, rasanya mustahil memperoleh ilmu. Sebagaimana jika fase awal dakwah langsung mengajari persoalan hukum, pasti Islam sulit diterima oleh orang Mekah kala itu.
Perlunya Kesucian Hati Dalam Menuntut Ilmu
2021/07/30
Dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin, Syekh Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali atau yang lebih dikenal dengan Imam al-Ghazali menjelaskan, dalam menuntut ilmu, hendaknya hati dibersihkan dari sifat-sifat tercela. Ini salah satu syarat utama bagi penuntut ilmu. Bagaimana supaya hati yang akan disinggahi ilmu, betul-betul bersih dari hal-hal menghalangi masuknya ilmu. “Syarat yang pertama dalam menuntut ilmu adalah mensucikan hati dari akhlak-akhlak buruk dan sifat-sifat tercela. Karena pada hakikatnya, mencari ilmu merupakan ibadah, shalat yang bersifat rahasia, dan mendekatkan diri kepada Allah ta’ala secara batin.”  “Sebagaimana shalat yang merupakan ibadah zahir tidak sah kecuali dengan mensucikan diri secara zahir dari hadats dan najis. Demikian pula dalam menghidupkan hati dengan ilmu, tidak bisa kecuali setelah mensucikan hati dari akhlak-aklak buruk dan sifat-sifat yang najis.”
Musyawarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
2021/07/27
Allah menyuruh Ibrahim untuk menyembelih anaknya, tanpa ragu-ragu langsung dilaksanakan kemudian dipangggilnya Ismail untuk bermusyawarah. Dari musyawarah itu Ismail setuju dirinya dijadikan kurban oleh ayahnya (QS as-Shaffat: 107), ketika Ismail dieksekusi oleh ayahnya, Ismail sabar dan pasrah kepada Allah. Nabi Ibrahim yakin tidak akan ada sebuah perintah dari Allah tanpa jaminan dari Allah. Buktinya benar bahwa sembelihan Ibrahim diganti dengan sembelihan kambing yang sangat besar, inilah cikal bakal adanya syariat kurban. Oleh karena itu marilah kita berkurban semoga Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih besar.
Kurban Sebagai Perwujudan Takwa
2021/07/25
Idul Adha adalah momen yang penting untuk mengingatkan akan pentingnya pengorbanan. Idul Adha atau Idul Kurban membawa pesan penting dibalik ibadah kurban, yakni penyembelihan sifat-sifat kebinatangan manusia. Sebagaimana tujuan utama kurban itu sendiri, yaitu bukan semata persembahan daging kurban melainkan unsur ketakwaan dan ketulusan para perkurban.
Sejarah Kurban Pertama Manusia Berawal dari Konflik Qobil dan Habil
2021/07/22
Qobil dan Habil diperintahkan untuk berkurban. Qobil mempersembahkan hasil tanamnya sementara Habil mempersembahkan seekor kambing ternaknya. Namun Allah SWT lebih memilih kurban persembahan Habil.

Podcast reviews

Read Lentera podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Lentera relevant audience podcasts


What do you want to promote?