1583596214
Senjakala Pasca Remaja

Advertise on podcast: Senjakala Pasca Remaja

This podcast has
2 episodes
Language
Indonesian
Explicit
Yes
Date created
2021/08/30
Latest episode
2021/08/18
Average duration
2 min.
Release period
2 days

Description

“Hidup itu pilihan”, kata-kata paling sok filosofis yang sebetulnya sangat kontekstual, terbentur sana-sini oleh kenyataan. Boleh saja menjadi pilihan, namun juga baiknya disadari bahwa ada oknum memainkan kehidupan orang lain. Yang paling masuk akal buatku, “Hidup itu dijalani”. Tujuan, hal abstrak yang memotivasi mencapai kebahagiaan. Mungkin saja bisa berbeda satu dengan lainnya. Jika tujuanmu spiritual, jangan bandingkan dengan pilihan orang yang menuju kekayaan, sangat tidak masuk akal.

Unlock Senjakala Pasca Remaja podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Senjakala Pasca Remaja podcast


Kedua, Menuju Seperempat Abad
2021/08/18
Menuju Seperempat Abad Orang bilang Quarter Life Crisis, aku bilang Menuju Seperempat Abad. Sok tegar didepan kawan-kawan, berjuang saja demi hidup sendiri nanti. Bukan tak memikirkan, tapi yasudahlah. Generasiku terpenuhi kata-kata paling omong kosong, toxic, edgy tai kucing. Tidak ada yang filosofis dalam hidup ini, semuanya terbentur kenyataan. Yang filosofis hanya serial kapten Tsubasa. Rima tak lagi berakhiran sama, tak ada lagi sudut di roda berputar. Tak ada yang indah setelah ini, hari ini tidak buruk, kemarin juga biasa saja. Orang-orang manja menjadi influencer yang tidak sadar dirinya manja, membuat orang-orang diluar sana harus banting tulang tengah pekan mengejar suatu hal menjijikkan, karena harga diri ditukar dengan kekayaan. Tapi siapa yang tidak mau? Seniman-seniman papan atas sok bijaksana memilih jalan yang dirasanya tidak menyakiti hati orang, ironinya orang harus mati tersakiti hatinya. Rembulan malam berteriak, semuanya pura-pura tak mendengar. Rambut lurus mulai mengikal, kusut, tak tau arah. Sialan. Untuk ibu, ayah dan adikku. Kalian adalah semua-semua diluar hal tadi. Music, Mixing & Mastering by Mahsa Javier (@nowheremess)
Pertama, Pernahkah Kita Mendoakan Merapi?
2021/08/17
Pernahkah kita mendoakan Merapi? Tentu saja, maksut judul diatas tidak semata-mata hanya mendoakan gunung Merapi. Sempat terpikirkan sejenak di pikiran saya, ketika berada diatas motor pada saat siang hari yang sangat terik sambil mengumpat “Anjing panas bgt”. Dan di waktu yang bersamaan langit tiba-tiba mendung, lagi-lagi dalam hati saya mengucap, kali ini bukan umpatan, melainkan doa “Ya Allah jangan hujan”. Dan lagi lagi, di waktu yang bersamaan, dalam hati saya mengumpat “Bangsat, kok ya gini amat jadi manusia, dikit-dikit mencela bersamaan dengan dikit-dikit berdoa”. Kembali lagi ke urusan Merapi, ko ya kita menyalahkan gunung merapi meletus, bukan bermaksud mengecilkan korban letusan. Tapi apakah kita pernah mendoakan Merapi? Hujan kadang kala menghambat perjalanan, lantas kita mengumpat, tapi apakah kita pernah mendoakan hujan? Matahari kadang kala mengganggu dengan panas teriknya, lantas kita mengumpat, apakah kita pernah mendoakan matahari? Yang ada kita hanya meminta doa saja, tanpa pernah mendoakan. Sering kali terdapat kuburan yang sudah hancur termakan waktu kita temui, yang bisa jadi sudah tidak pernah di ziarahi atau bahkan sudah tidak pernah didoakan. Apakah pernah terbesit di pikiran kita untuk mendoakan? Music, Mixing & Mastering by Mahsa Javier (@nowheremess)

Podcast reviews

Read Senjakala Pasca Remaja podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Senjakala Pasca Remaja relevant audience podcasts


What do you want to promote?