
Advertise on podcast: Kencan Dengan Tuhan
Rating
5from
This podcast has
2000 episodes
Language
IndonesianPublisher
Danang KurniawanExplicit
No
Date created
2020/05/01
Latest episode
2026/09/29
Average duration
7 min.
Release period
1 days
Description
Renungan harian Katolik dengan merefleksikan ayat Kitab Suci. Renungan ini disusun oleh Bapak Dodi Albertus dan telah lama viral di jagat WA Grup, kini hadir dalam media audio digital. selamat mendengarkan. Untuk kritik dan saran dapat dikirimkan ke email [email protected]
Unlock Kencan Dengan Tuhan podcast Email contact info,
Listeners & Audience details
Email contact information
Direct podcast contact details

Listeners
Audience numbers & engagement insights

Audience details
Podcast Insights

Podcast episodes
Check latest episodes from Kencan Dengan Tuhan podcast
Edisi Hari Rabu, 30 September 2026 - Selalu hidup dalam Firman Tuhan
2026/09/29
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 30 September 2026
Bacaan:
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." (Mazmur 119:9)
Renungan:
Seorang pelayan Tuhan bercerita tentang kejatuhannya dengan seorang wanita dan kemudian menyadari kesalahannya dan memohonkan pengampunan Tuhan.
Kisah ini terjadi dua tahun yang lalu, dan sampai saat ini, rumah tangganya masih terpecah karena sang istri tidak dapat mengampuninya. Lalu temannya bertanya, "Berapa lama Anda telah menjalin hubungan dengan wanita tersebut?" Ia menjawab, "Empat bulan." Temannya terperanjat dengan situasi ini, dan sebuah pemahaman ilahi tebersit dalam hati tentang konsekuensi dosa di mana dosa yang hanya berusia empat bulan memberikan dampak yang menghancurkan dalam bilangan tahun. Kenikmatan dosa yang sementara memberikan kesusahan hidup yang panjang. Mzm 107:17 berkata, "Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka."
Hal ini tentunya membuka cakrawala pikiran kita bahwa terlalu mahal harga yang harus kita bayar untuk sebuah dosa. Terlalu berisiko tinggi untuk setiap kenikmatan dosa yang kita jalani. Sebagai contoh, manusia lebih memilih hidup dalam kenikmatan dosa dalam jumlah bilangan 70-80 tahun masa hidup manusia, namun tidak menyadari bahwa akibat dari dosa yang akan membawanya pada kematian yang tidak lagi dapat diukur dengan jumlah bilangan tahun. Dosa yang membawa kepada kematian kekal. Dengan demikian, apa pun bentuk dosa yang ada tidak akan pernah seimbang dengan akibat yang akan kita terima. Jika demikian, mengapa kita masih bermain-main dengan dosa?
Di sinilah kita belajar nilai konsekuensi sebuah dosa yang mendamparkan kita pada sebuah harga yang mahal, yang seharusnya tidak perlu kita bayar. Daud pun pernah mengalami hal yang sama. Ia mengalami duka kematian anaknya dari hasil perzinaannya dengan Batsyeba. Adam dan Hawa terusir dari kenyamanan dan keindahan Taman Eden hanya karena satu gigitan buah yang dilarang Tuhan. Besar maupun kecil dosa tetaplah dosa yang akan memberikan konsekuensi yang harus dibayar. Ingatlah kalimat bijak yang sering kita dengar, "Manisnya dosa akan berakhir dengan kepahitan." Hal ini membuat kita mengerti bahwa kita mudah jatuh ke dalam sebuah pesona dosa sehingga kita melalaikan konsekuensinya. Mari kita tertanam dalam kebenaran ini agar kita menjaga setiap langkah kehidupan kita, dan hidup dalam terang firman Tuhan, agar kita tidak mudah tertipu dalam berbagai bentuk pesona dosa. Daud berkata, "Dalam hatiku aku menyimpan janji Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau." Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, aku ingin selalu hidup dalam firman-Mu sehingga aku tidak mudah tergoda oleh pesona dosa yang akan menjatuhkanku. Amin. (Dod).
Edisi Hari Selasa, 29 September 2026 - Tubuh sebagai bait Allah, Harus dirawat dan dipelihara dengan baik
2026/09/28
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 29 September 2026
Bacaan:
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1 Korintus 6:19)
Renungan:
Sangat penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan tubuh kita secara keseluruhan. Jangan biarkan gaya hidup yang tidak beraturan terus-menerus kita jalankan sehingga membuat tubuh kita menjadi lemah dan terserang berbagai macam penyakit. Jantung koroner adalah salah satu penyakit yang berbahaya, namun selain penyakit ini, masih ada begitu banyak jenis penyakit lain yang juga mematikan seperti diabetes, stroke, kanker, paru-paru, dlsb. Cobalah untuk memulai gaya hidup yang sehat. Berolahraga secara teratur dan tidak berlebihan, memakan buah-buahan dan sayuran, tidak melakukan kegiatan yang membahayakan kesehatan, seperti merokok, mabuk-mabukan, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula, dlsb. Rawatlah kesehatan tubuh!
Tuhan mengingatkan kita di dalam Alkitab bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus, oleh karena itu kita harus memuliakan Dia dengan tubuh kita. Bayangkanlah kita berada di dalam sebuah gereja. Tentu kita wajib untuk menjaga kebersihan gereja tersebut, bukan? Kita tidak akan mengotorinya apalagi merusaknya, karena kita beribadah di dalam gereja tersebut. Tentu kita ingin suasana yang nyaman ada di dalamnya. Apalagi mengingat bahwa di gereja tersebut kita berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa dan penyembahan. Gereja adalah rumah Tuhan dan rumah kita bersama! Hal ini sama dengan tubuh kita. Tuhan menganggap tubuh kita sebagai bait Roh Kudus, yang artinya sudah menjadi kewajiban kita untuk merawat dan melestarikannya, bukannya mengotori apalagi merusaknya. Tubuh kita juga adalah tempat kediaman Tuhan. Dia tinggal di dalam hati kita. Karena itu jangan pernah berpikir bahwa kita bebas berbuat semau kita terhadap tubuh sendiri, karena hal itu adalah keegoisan dan kesombongan. Ingatlah bahwa kita telah dibeli dan telah lunas dibayar dengan darah Kristus. Karena itu kita wajib menjaga kesehatan kita dan memuliakan Dia dengan tubuh kita! Tubuh yang sehat pasti akan dapat kita pakai terus untuk melayani Tuhan dalam berbagai bidang. Jika kita sakit, maka kita tidak dapat lagi melayani Tuhan dalam hal apa pun. Mari mulai gaya hidup yang sehat, dan terus melayani serta memuliakan Tuhan dengan tubuh kita! Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ampunilah aku jika selama ini aku sembarangan dalam menjaga tubuhku. Ajarilah aku untuk dapat merawat kesehatan tubuhku yang adalah bait-Mu sendiri. Amin. (Dod).
Edisi Hari Senin, 28 September 2026 - Selalu terkoneksi denganNya
2026/09/27
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 28 September 2026
Bacaan:
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." (Wahyu 3:20)
Renungan:
Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang akan menjemput ibunya yang akan datang ke Jakarta. "Pagi itu Leny dari Jakarta menelepon ibunya yang berada di Kupang, yang akan datang ke Jakarta. Ia mengingatkan agar handphone ibunya langsung diaktifkan saat transit di Denpasar. Saat jadwal yang ditetapkan bahwa pesawat mendarat di tempat transit, Leny segera menghubungi ibunya untuk memastikan keadaannya baik-baik saja, sebab saat itu ibunya sedang mengidap penyakit dalam, yaitu maag kronis. Namun sayang handphonenya tidak bisa dihubungi. Apalagi saat menghubungi pihak bandara, mereka mengatakan bahwa ibunya tidak berada di ruang tunggu bandara Denpasar. Seluruh keluarga menjadi panik, takut terjadi sesuatu pada sang ibu. Dengan pasrah Leny hanya dapat menunggu pesawat yang akan membawa ibunya ke Jakarta sambil terus berdoa. Dengan perasaan tidak keruan ia memerhatikan barisan penumpang di pintu keluar. Betapa senangnya saat ia melihat ibunya ada di antara para penumpang itu. "Kenapa Mama tidak mengaktifkan HP? Saya hubungi Mama dari siang tadi tetapi tidak bisa," kata Leny dengan penasaran sambil memeriksa HP ibunya. "Mama dari tadi juga tunggu telepon kamu, Nak. Tetapi karena HP-nya tidak berdering, makanya tidak Mama cek," jawab ibunya dengan santai. "Ya jelas HP-nya tidak bisa berbunyi, kan belum diaktifkan Ma," jawab Leny dengan sedikit kesal. Ibunya ternyata sudah sedikit pikun di usia 71 tahun ini dan hal itu belum disadari oleh Leny. Komunikasi antara Leny dan ibunya terputus karena sang ibu tidak menyalakan handphone."
Kisah ini mengingatkan pada hubungan kita dengan Tuhan. Kita mendengar orang lain berbicara dan menyaksikan bagaimana Tuhan hadir di dalam hidup mereka dan berbicara. Kemudian kita sendiri mulai bingung karena tidak merasakan kehadiran-Nya, apalagi mendengarkan suara-Nya. Apa yang menjadi masalahnya? Apakah Tuhan tidak mau berbicara kepada kita? Setelah itu, kita mulai meragukan kehadiran Tuhan di dalam hidup ini, padahal kita sendiri yang tanpa sadar telah memutus koneksi dengan Tuhan.
Tuhan senantiasa datang menghampiri umat-Nya, namun terkadang kita tidak menyadarinya. Sebenarnya kita sendiri yang salah, sebab kita tidak membuka koneksi dengan Tuhan sehingga kita tidak dapat merasakan atau mengetahui kehadiran-Nya di sisi kita. Koneksi itu akan kembali terhubung ketika kita memberikan waktu untuk berdoa dan membaca firman-Nya. Hubungan komunikasi kita dengan Tuhan harus selalu tersambung dan tidak boleh terputus. Jangan meremehkan masalah ini! Hal ini sangat penting bagi kita supaya selalu terkoneksi dengan Tuhan untuk mengetahui tujuan-tujuan dan apa yang harus kita lakukan sehingga tidak terjadi kesalahan. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, aku mau supaya koneksi antara aku dan Engkau selalu aktif dan tidak pernah putus. Aku memohon kiranya Roh-Mu memampukanku. Amin. (Dod).
Edisi Hari Minggu, 27 September 2026 - Berserah dan Terus berharap padaMu
2026/09/26
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 27 September 2026
Bacaan:
"Dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan." (Roma 5:4)
Renungan:
Sebuah film Bollywood bercerita tentang tiga orang mahasiswa yang menjalin persahabatan, senantiasa berusaha hadir dan saling membantu serta memotivasi di dalam setiap suka dan duka yang mereka alami. Sebuah ungkapan yang selalu menjadi andalan bagi mereka jika di antara mereka berada di dalam kesulitan hidup ialah all is well. Ungkapan tersebut memang sederhana, namun sangat berpengaruh di dalam hidup mereka masing-masing. All is well berarti semuanya baik-baik saja. Hal tersebut memang bisa dikatakan sebagai bentuk sugesti yang positif bagi mereka di dalam menghadapi persoalan atau tantangan. Tidak jarang ketika mereka masing-masing mengalami persoalan, ungkapan tersebut mendorong mereka untuk bertahan, bahkan membuat mereka menjadi lebih tenang sehingga bisa mengambil tindakan yang benar.
Perasaan khawatir, kehilangan, gagal, kecewa, putus asa, dan sebagainya, adalah hal-hal yang sering kali dihadapi oleh setiap orang dalam kehidupannya. Bahkan tidak jarang juga orang itu akan menarik diri dari lingkungannya, bisa saja karena merasa malu, kecewa, takut dengan lingkungannya. Sehingga, dari situ juga dapat mengakibatkan putus harapan bagi orang tersebut. Beratnya persoalan yang dihadapi oleh seseorang akan sangat berpengaruh terhadap psikologis atau kejiwaan orang itu. Tidak jarang orang tersebut akan merasa menemukan jalan buntu di dalam permasalahannya. Pikiran dan perkataan kita dalam menghadapi setiap persoalan sangat berpengaruh bagi diri kita. Hal tersebut akan memengaruhi bagaimana sikap kita di dalam menghadapi permasalahan tersebut. "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu." (Ams 24:10). Di sini jelas dikatakan bahwa ketika kita tawar hati atau patah semangat dan terus terpuruk oleh keadaan tersebut, maka kita tidak akan mendapat kekuatan dan pengharapan.
Mzm 37: 3-5 menjelaskan beberapa hal penting yang dapat menjadi pegangan di dalam menghadapi setiap persoalan yang ada. Kunci utamanya adalah "percaya kepada Tuhan", kemudian "diam", berarti tetap tenang dan bertahan di dalam setiap tantangan. Selanjutnya "setia" yang berarti taat di dalam melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Dan, "bergembira karena Tuhan", berarti tetap bersukacita walau bagaimanapun kondisi kita dalam menghadapi tantangan yang ada. Sukacita yang kita miliki akan menunjukkan bahwa kita tetap memiliki kepercayaan dan pengharapan di dalam Tuhan. Pengharapan yang kita miliki di dalam Tuhan akan kita terima melalui sebuah pertahanan diri kita di tengah masalah yang sedang menyerang kita. Percaya, tenang atau bertahan, taat, serta tetap bersukacita merupakan bentuk penyerahan diri kita secara total di dalam Tuhan. Kita akan melihat Tuhan bertindak di saat kita menyerahkan keberadaan kita sepenuhnya kepadaNya. Semua akan baik-baik saja karena Tuhan mampu memberikan yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk bertahan di dalam menghadapi setiap tantangan dan masalah yang ada, dan ajarilah aku untuk terus berharap kepada-Mu. Amin. (Dod).
Edisi Hari Sabtu, 26 September 2026 - Jaga Sikap, hindari menyakiti sesama, hadirkan damai
2026/09/25
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 26 September 2026
Bacaan:
"Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh." (Kejadian 27:41)
Renungan:
Di dalam Alkitab kita bisa membaca sebuah kisah menarik tentang dua orang bersaudara, yaitu kisah Yakub dan Esau. Kisah Yakub dan Esau ini sebenarnya menunjukkan keadaan keluarga Ishak yang tidak begitu harmonis. Awal persoalannya adalah pilih kasih, yaitu Ishak lebih mengasihi Esau dan Ribka lebih mengasihi Yakub. Masalahnya menjadi lebih parah karena Ribka membuat kesalahan yang besar, yaitu membantu Yakub untuk mengambil berkat kesulungan Esau. Namun, sekaligus di sini juga menunjukkan kesalahan Yakub, sebab Yakub mengikuti petunjuk Ribka yang salah. Kita bisa melihat dampak negatif dalam kehidupan keluarga itu karena tindakan ceroboh tersebut.
Dampak bagi Esau. Esau menjadi dendam kepada Yakub. Begitu sakit hatinya Esau sehingga dengan adiknya sendiri dia bisa sangat benci, bahkan lebih dari itu, ada rencana untuk membunuh adiknya.
Dampak bagi Yakub. Yakub harus hidup dalam pelarian. Kej 27:43 menjelaskan tentang perkataan Ribka, di mana Ribka menyuruh Yakub lari kepada Laban, saudara Ribka di Haran. Kata "lari" menunjukkan tindakan yang harus segera dilakukan, tidak boleh ditunda-tunda lagi. Memang tempat tujuan sudah jelas, yaitu Haran, tetapi bukan berarti tempat yang nyaman bagi Yakub, sebab pada kenyataannya Yakub harus menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari Laban.
Kita bisa melihat pelajaran penting dalam kisah Yakub dan Esau ini, yaitu: Pertama, kita harus senantiasa bertindak dengan hati-hati. Jangan ceroboh dan asal menerima saja saran orang lain. Sekalipun ada saran dari orang-orang yang dekat dengan kita, bahkan mungkin dari keluarga kita, namun jika saran tersebut untuk melakukan sesuatu yang tidak benar, kita harus menolaknya.
Ingat, kita tidak boleh kompromi dengan ketidakbenaran. Sebab, hal itu pasti akan berakibat buruk bagi kita dan bagi orang lain yang bersangkut-paut dengan tindakan kita. Kedua, kita tidak boleh dendam. Betapa sakitnya hati kita atas perlakuan orang lain, kita tetap tidak boleh dendam. Sebab, tanpa kita sadari, dendam akan merugikan diri kita sendiri, sebab dendam akan menghilangkan kebahagiaan kita. Serahkan pembalasan kepada Tuhan! Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menjaga tindakanku sehingga tidak menimbulkan sakit hati sesamaku dan jauhkan aku dari dendam atas tindakan orang lain. Amin. (Dod).
Edisi Hari Jumat, 25 September 2026 - Tetap berupaya berbuat kebaikan
2026/09/24
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 25 September 2026
Bacaan:
"Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang." (1 Tesalonika 5:15)
Renungan:
Ada pepatah Amerika yang berkata, "Orang menangkap lebih banyak lalat dengan madu daripada dengan cuka." Artinya, adalah sangat bijak jika kita menyelesaikan konflik dengan cara menabur kasih dan perbuatan-perbuatan yang baik. Respons berupa emosi yang meledak-ledak ketika kita merasa disakiti atau dirugikan orang lain, seharusnya tidak kita lakukan karena akan menghancurkan tali persaudaraan.
Seorang petani merasa terganggu oleh tetangganya yang adalah seorang pemburu. Pemburu itu memiliki beberapa anjing galak, yang sering melompati pagar dan memangsa domba-domba petani tersebut. Petani itu sudah sering meminta tetangganya untuk mengendalikan anjing-anjingnya, tapi tidak juga ada tindakan yang nyata dari pihak si pemburu. Tiap kali anjing-anjing itu melompati pagar yang memisahkan rumah si petani dan si pemburu, beberapa ekor domba pasti terluka parah. Karena kesabaran si petani sudah sampai di ambang batas, ia pergi ke kota untuk menemui seorang hakim dan menceritakan duduk perkaranya dengan si pemburu. "Pak, saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan agar anjingnya dirantai atau dikurung. Kalau saya melakukan itu, Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang ingin Anda miliki, tetangga yang menjadi teman atau musuh?" tanya si hakim dengan bijak. Karena si petani lebih memilih untuk menambah satu orang teman lagi dalam hidupnya, maka si hakim menawarkan sebuah solusi, "Baiklah, saya akan memberikan sebuah jalan keluar yang baik bagi Anda, sehingga domba-domba Anda aman, dan tetangga Anda itu dapat menjadi sahabat yang sejati." Setelah mendengar penjelasan, si petani pun pulang. Sesampai di rumah, si petani menjalankan saran dari hakim tersebut. Dia mengambil tiga ekor domba dan memberikannya kepada ketiga orang putra tetangganya yang masih kecil. Ketiga bocah itu sangat senang dan selalu bermain dengan domba-domba pemberian si petani. Melihat kegembiraan putra-putranya, si pemburu pun membangun sebuah kandang yang tinggi bagi anjing-anjingnya sehingga domba-domba milik putranya aman. Sejak saat itu anjing-anjing si pemburu tidak pernah lagi mengganggu domba si petani. Efek lain dari sikap baik si petani adalah jembatan persahabatan yang lebih dulu dibangun si petani membuat si pemburu suka berbagi hasil buruan kepadanya. Di lain kesempatan si petani membalasnya dengan mengirimkan daging domba atau keju kepada keluarga si pemburu. Dalam waktu yang relatif singkat mereka menjadi tetangga yang bersahabat. Tidak masalah di mana ia ditabur, kasih dan penerimaan selalu membawa dampak yang positif.
Kita seharusnya mengembangkan sikap yang luhur, saling menghormati, dan penuh kasih ketika menjalani hidup dengan sesama, supaya kita dapat menikmati indahnya sebuah kerukunan. Rukun itu sebuah berkat! Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk membina kerukunan kepada semua orang, dengan demikian aku bisa menjadi garam dan terang dunia. Amin. (Dod).
Edisi Hari Kamis, 24 September 2026 - Menjadi saksi kehadiran Tuhan
2026/09/23
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 24 September 2026
Bacaan:
"Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." (Ayub 1:11)
Renungan:
Ayub adalah seorang tokoh Alkitab yang dikenal akan kesalehannya. Tuhan pun memuji kualitas rohani Ayub. Namun, hal ini bukan hal yang istimewa di mata Iblis, Iblis pun mengajukan argumentasinya atas pujian Tuhan. Hingga akhirnya Tuhan mengizinkan penderitaan terjadi dalam kehidupan Ayub. Namun kita tahu, pada akhirnya Ayub menjadi pemenang atas tantangan imannya, dengan memberi pernyataan, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau." Inilah sesungguhnya nilai dari sebuah kesaksian hidup.
Penderitaan hidup sering kali melahirkan sebuah tanda tanya, "Mengapa kesalehan hidup tidak dapat menjamin kenyamanan hidup?" Hidup ini sepertinya tidak adil. Kepedihan hidup akan sangat mudah menghancurkan hidup seseorang yang di luar Tuhan. Namun, bagi orang yang berakar di dalam Tuhan, kepedihan menjadi seperti sebuah kesaksian untuk menjadi teladan bagi orang lain, layaknya seperti sebuah mercusuar yang akan memberi arahan pada kapal-kapal yang berlayar di tengah kegelapan untuk menemukan tempat berlabuh. Karena di dalam getirnya hidup, kita mengajari dunia untuk tetap tersenyum di tengah derai air mata dan melihat sukacita di tengah dukacita. Kita memberi teladan tentang kebahagiaan yang tidak bergantung pada apa yang dialami, tetapi pada sebuah hati yang berpaut pada Tuhan. Bukankah ini menjadi kerinduan hati Tuhan atas kualitas rohani yang kita tunjukkan dan perankan di dalam panggung dunia ini?
Marilah kita bersyukur atas kehadiran-Nya, yang menjadi tambatan kebahagiaan di tengah kerasnya kehidupan. Seperti sebuah pernyataan berikut, "Kebahagiaan dan sukacita sejati harus kita tambatkan pada sebuah tempat yang tidak akan dapat beralih, yang hanya dapat kita temukan di dalam Tuhan. Itu tidak bergantung pada apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimana kita meresponi apa yang sedang kita alami." Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, biarlah keberadaan-Mu di hidupku menjadi sumber sukacita di tengah penderitaan, sehingga hidupku menjadi kesaksian bagi orang lain. Amin. (Dod).
Edisi Hari Rabu, 23 September 2026 - Tetaplah rendah hati
2026/09/22
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 23 September 2026
Bacaan:
"Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6)
Renungan:
Ada pepatah yang berbunyi, "Di atas langit masih ada langit." Pepatah ini singkat namun sungguh mendalam maknanya. Pepatah ini mengajarkan kepada kita untuk selalu mawas diri dengan tidak menyombongkan diri atas apa yang kita miliki dan kita capai dalam hidup ini. Ketika kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling kaya, maka sesungguhnya masih ada orang yang lebih kaya dari kita. Ketika kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling pintar, maka sesungguhnya masih ada orang yang lebih pintar dari kita. Ketika kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling tampan atau cantik, maka sesungguhnya masih ada orang yang lebih tampan atau cantik dari kita.
Banyak orang berpendapat bahwa dosa yang paling dibenci oleh Tuhan adalah dosa kesombongan. Apakah itu benar atau tidak, faktanya Tuhan bertindak sangat tegas pada kesombongan manusia. Perhatikanlah fakta-fakta Alkitab berikut ini: Tuhan membuang Lucifer/Iblis dari Sorga, ketika dengan sombong ia ingin menyamai Tuhan; Tuhan menghentikan pembangunan menara Babel, ketika dengan sombong manusia di bumi hendak mendirikannya hingga ke langit; Tuhan merendahkan Raja Nebukadnezar dengan makan rerumputan seperti hewan, ketika dengan sombong ia membanggakan Kerajaan Babel; Tuhan menampar Raja Herodes hingga tewas ketika dengan sombong ia menerima pujian rakyatnya yang menganggapnya sebagai Tuhan. Dari fakta-fakta di atas maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kesombongan adalah dosa yang paling dibenci Tuhan. Mengapa Tuhan begitu membenci kesombongan manusia? Sebab kesombongan itu langsung berurusan dengan pribadi Tuhan sendiri, yang tidak ingin diduakan oleh apa pun dan oleh siapa pun. Ia tidak ingin ditandingi oleh yang lain. Ia ingin menjadi yang "Satu-satunya", yang mengatasi segala ciptaan-Nya. Itulah sebabnya hukum pertama dari "10 Hukum" yang diberikan-Nya kepada umat-Nya, Israel, adalah agar mereka tidak menduakanNya (Kel 20:3).
Oleh karena itu, apa pun yang kita miliki dan yang telah kita capai dalam hidup ini, hendaklah itu tidak membuat kita menjadi sombong. Sebab jika kita mulai meninggikan diri, maka Tuhan sendiri yang akan merendahkan kita (Mat 23:12). Ingatlah bahwa bukan hanya kita yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berhasil. Bahkan ada orang yang lebih berhasil daripada kita. Untuk itu, jadilah orang yang rendah hati karena Tuhan mengasihi orang-orang yang rendah hati. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menjadi orang yang selalu rendah hati sehingga aku tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain di sekifarku. Amin. (Dod).
Edisi Hari Selasa, 22 September 2026 - Belajara dari kegagalan dan berusaha lebih keras
2026/09/21
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 22 September 2026
Bacaan:
"Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya." (Amsal 10:4)
Renungan:
Ada seekor keledai masuk ke dalam lobang yang cukup dalam. Si pemilik keledai mencoba untuk mengeluarkan keledainya, tapi tidak berhasil. la juga tidak bisa mengangkatnya keluar dari lobang tersebut. Akhirnya, dengan sedih hati, ia memutuskan untuk menguburkan saja keledai kesayangannya itu. la mulai melemparkan tanah sedikit demi sedikit ke dalam lobang itu. Keledai yang sudah kebingungan di dalam lobang itu, menjadi bertambah bingung. Setelah jatuh ke dalam lobang. sekarang ia dilempari dengan tanah. Tapi sang keledai tetap bersemangat untuk hidup. la menggoyangkan badannya untuk menjatuhkan tanah-tanah yang ada di punggungnya. la kemudian menginjak tanah-tanah itu. Semakin banyak tanah yang dibuang ke dalam lobang, ternyata membuat sang keledai semakin timbul ke permukaan lobang. Akhirnya, ketika petang hari tiba, sang keledai pun bisa meloncat keluar lobang tersebut.
Kesalahan bisa saja kita buat di dalam kehidupan ini, seperti keledai ini yang terperosok ke dalam lobang yang dalam. Tetapi, kita harus mempunyai semangat yang terus menggebu untuk bangkit dan berhasil kembali. Jika keledai tersebut hanya duduk saja di dasar lobang. maka ia akan segera terkubur dan tamatlah riwayatnya. Tapi, dengan bersemangat dan tetap berharap dapat keluar dari lobang itu, ia mengebaskan tanah-tanah yang jatuh ke badannya, dan menginjak tanah-tanah itu.
Di dunia ini, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan jika kita mau belajar dan berusaha lebih keras dan lebih bersemangat. Untuk masalah penghidupan di dunia ini, firman Tuhan berkata: Apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu. (Kej 27:40). Untuk masalah rohani, firman Tuhan berkata: Jikalau kamu tetap dalam firmanku, kamu benar-benar adalah murid Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yoh 8:31-32). Mari, bangkit kembali, dan belajar lagi dengan memperbaiki apa yang salah. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk nasihat-Mu hari ini. Benar aku harus lebih bersemangat lagi untuk belajar dari kesalahanku. Amin. (Dod).
Edisi Hari Senin, 21 September 2026 - Percaya kepadaNya dalam keadaan apapun
2026/09/20
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 21 September 2026
Bacaan:
"Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus." (Matius 14:28-29)
Renungan:
Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air mengajarkan kepada kita tentang iman di tengah badai dan pengakuan para murid bahwa Yesus adalah Anak Allah. Di samping itu, masih ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah ini. Salah satunya adalah keberanian Petrus untuk keluar dari zona nyamannya menghampiri Tuhan Yesus. Bagi Tuhan Yesus, berjalan di atas air bukanlah hal yang mustahil, tetapi bagi Petrus yang adalah manusia biasa, itu adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Namun demikian, Petrus meminta Tuhan Yesus untuk mengundang dirinya berjalan di atas air menghampiri Tuhan Yesus. Di tengah-tengah terpaan angin sakal, Tuhan Yesus mengundang Petrus untuk berjalan di atas air menghampiri diri-Nya. Dengan berani, Petrus mengeluarkan kakinya dari dalam perahu ke atas air dan mulai berjalan perlahan-lahan. Namun setelah beberapa langkah, ia mulai takut karena tiupan angin dan mulai tenggelam.
Tentunya diperlukan suatu keberanian yang besar untuk melakukan apa yang dilakukan oleh Petrus. Berada di dalam perahu yang sedang diterjang angin sakal, biasanya kita akan bertahan dalam zona nyaman kita dengan berpegangan erat-erat agar tidak jatuh ke air. Keberanian Petrus untuk keluar dari zona nyaman timbul karena ia memandang bahwa yang ia hampiri adalah Tuhan Yesus. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan melakukan hal yang tidak mungkin bagi kita, tetapi mungkin bagi Tuhan, harus juga dimiliki oleh setiap pengikut Yesus. Perlu diingat, yang dimaksud dengan "hal yang tidak mungkin bagi kita, namun mungkin bagi Tuhan" bukanlah dalam segala hal, melainkan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan berakhir untuk kemuliaan-Nya. Jika hari ini kita sedang ditantang seperti Petrus untuk keluar dari zona nyaman dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya dan untuk kemuliaan-Nya, lakukanlah. Jangan ragu! Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuha Yesus, berikanlah aku keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan melakukan hal yang Engkau kehendaki, yang semata-mata untuk kemuliaan-Mu. Amin. (Dod).
Edisi Hari Minggu, 20 September 2026 - Ijinkan Tuhan mengisi Hatimu
2026/09/19
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 20 September 2026
Bacaan:
"Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia." (Mazmur 103:13)
Renungan:
Ada seorang anak bernama Felisia yang tersiksa dengan kondisi yang ia alami. Semua yang terjadi dalam hidupnya bagaikan tikaman sebuah pisau yang terus-menerus dihunjamkan ke perutnya. Felisia terbuang dari sejak lahir. Saat ibunya sedang mengandung dirinya, ayahnya berselingkuh dan jarang pulang ke rumah. Ibunya selalu menjadi sasaran amukan ayahnya. Hal ini membuat ibunya marah dan membenci Felisia yang sedang ia kandung. Akhirnya, ibunya membuang anak itu ke tong sampah di depan rumah sepasang suami-istri yang kaya. Anak itu akhirnya dirawat oleh pasangan kaya tersebut dan dianggap seperti anak kandungnya sendiri. Namun setelah dewasa, Felisia tetap merasakan kekosongan besar di hatinya. la rindu ayah kandungnya. Suatu ketika ibunya bertemu kembali dengan Felisia dan menceritakan bagaimana kejahatan yang ayahnya lakukan dahulu. Felisia terkejut, namun hati kecilnya tetap tidak rela, ia mau bertemu ayahnya. Di saat itulah ibunya membentak, "Anggap saja ayahmu tidak ada! Kalau dia mau peduli sama kamu, harusnya sudah dari dulu! Jangan pikirkan dia lagi, anggap sudah mati!" Felisia hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Dirinya yang sebelumnya kelihatan seperti wanita tangguh, kini terlihat sangat rapuh. Meskipun ia telah mendapatkan orang tua pengganti yang sangat mengasihinya, dan juga bertemu kembali dengan ibu kandungnya, tetapi itu tetap tidak cukup. Sampai saat ini hati kecil Felisia masih menjerit, "Ayah! Di mana kamu berada? Aku ingin bertemu Ayah satu kali saja sebelum aku mati!"
Banyak orang mengalami tragedi yang serupa seperti yang dialami Felisia. Beberapa orang terlahir tanpa sosok ibu, beberapa terlahir tanpa sosok ayah. Ada yang terlahir tanpa sosok keduanya dengan berbagai macam sebab, entah karena orang tuanya meninggal, atau karena mereka sengaja menelantarkan anaknya. Kekosongan itu begitu menggigit perasaan dan hati setiap orang yang mengalaminya. Kenyamanan hidup di dunia dan segala sesuatu yang dunia tawarkan tidak cukup untuk mengisi kekosongan itu. Jadi, dengan apakah hati yang kosong karena kehilangan figur orang tua itu harus diisi?
Hanya ada satu Pribadi yang bisa mengisi kekosongan hati kita, yaitu Tuhan. Mengapa demikian? Karena hanya Tuhan yang sanggup memberikan kasih sayang sejati yang kita butuhkan. Pemazmur mengenal betul Pribadi Tuhan yang begitu menyayangi anak-anak-Nya. Semua air mata yang berderai keluar dari matanya, dan semua doa-doa serta harapan yang keluar dari mulutnya, selalu diperhatikan Tuhan. Tuhan mengerti betul apa yang anak-anak-Nya rasakan. Dia tahu ada kekosongan di dalam hati anak-anak-Nya. Yang Dia mau adalah agar anak-anak-Nya bersedia membuka hati bagi-Nya untuk mengisi kekosongan itu. Namun, Tuhan tidak akan memaksa kita, semua tergantung kesediaan kita menerima-Nya di dalam hati kita. Mari, izinkan Tuhan mengisi kekosongan hati kita. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, masuklah dalam hatiku dan penuhi aku dengan kasih sayang-Mu. Aku sangat merindukan sentuhan dan pelukan kasih-Mu. Amin. (Dod).
Edisi Hari Sabtu, 19 September 2026 - Bersyukur dan Berbahagia di usia senja
2026/09/18
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 19 September 2026
Bacaan:
"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu." (Yesaya 46:4)
Renungan:
Ada sebuah tulisan yang bagus bagi pembaca yang sudah memasuki masa tua dengan umur mulai 60 tahun. Tulisan ini dapat menjadi renungan bagi mereka yang berstatus anak. Tulisan itu adalah sebagai berikut:
"Jika kita pernah memimpikan dan mengecap kemewahan hidup di dunia, kini kita menyadari bahwa kehidupan terindah dan paling berbahagia adalah memiliki pikiran yang tenang dan hati yang tenteram. Dunia terasa menyenangkan ketika kita masih bisa tersenyum dan berbahagia bersama teman-teman yang lain.
Tidak perlu bingung menunggu kunjungan anak dan cucu sekalipun kerinduan sudah sesak di dada. Pikirkanlah dengan jernih, mereka tentu memiliki kehidupan pribadi yang harus diurus. Anak harus bekerja, cucu harus ke sekolah. Ya, mereka hidup seperti gasing yang tak berhenti berputar. Mereka juga terjepit antara orang tua dan anak-anak. Yang tua seperti matahari senja, yang muda bagai matahari pagi. Dan tentu saja yang muda lebih mendapatkan banyak perhatian karena harapan dan masa depan mereka lebih banyak. Itu sudah hukum alam. Itulah siklus perjuangan hidup anak manusia yang tak seorang pun bisa menyangkalnya. Ingatlah bahwa anak-anak kita selalu lebih sibuk daripada kita karena tantangan hidup selalu lebih berat dibandingkan kehidupan di zaman dahulu.
Dalam hidup ini, entah sebagai suami dan istri, atau orang tua dan anak, entah harmonis dan intim atau tidak, masing-masing hidup memiliki keunikan dan dinamikanya sendiri. Karena itu kita harus belajar mengatasi kesepian dengan menemukan cara menghibur dan menyemangati diri sendiri ketika merasa sendirian. Usia senja memiliki harga diri dan kemuliaan tersendiri sama seperti siklus empat musim. Masing-masing siklus memiliki keindahan, kebaikan dan kenangan manis sendiri. Masing-masing juga mempunyai kesukaran, perjuangan dan air mata sendiri. Tersenyumlah dan nikmatilah setiap fase kehidupan yang sedang kita jalani.
Usia senja adalah awal fase hidup yang baik, tenang, damai, tidak terburu-buru dan penuh sukacita. Kita harus mempertahankan damai sejahtera, tidak terlalu menuntut, lebih legowo dan menjadi orang yang pemaaf. Jangan terlalu geer jika diperhatikan ataupun baper saat diacuhkan. Tetap tinggal atau diajak berangkat pergi tidak masalah, apa pun pilihannya tetaplah bersukacita. Tetaplah tersenyum ketika menyambut hari yang baru dan berlakulah baik pada diri sendiri."
Berbahagialah kita bila di masa senja ini kita masih bisa menikmati sisa hidup ini dengan bercengkrama bersama keluarga dan semua sahabat. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk pemeliharaan dan penyertaan-Mu kepadaku sampai saat ini. Aku bersyukur untuk semua keluarga dan sahabatku. Amin. (Dod).
Edisi Hari Jumat, 18 September 2026 - Berani menjadi saksi Kristus
2026/09/17
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 18 September 2026
Bacaan: Kisah Para Rasul 3:9
"Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah."
Renungan:
Ketika seorang anak berhasil di dalam studinya, tentu dia akan sangat senang. Di sisi lain, orang tuanya menjadi bangga. Apalagi kalau dia mencapai nilai tertinggi dan mendapat penghargaan atas prestasinya, maka sangat mungkin orang lain akan bertanya, "Anak siapakah dia?" atau "Siapa sih orang tuanya?" Anak itu telah mengangkat nama orang tuanya.
Demikian juga ketika seseorang menerima berkat atau mujizat, maka sudah seharusnya itu menjadi jalan untuk sebuah kesaksian di hadapan orang lain. Si lumpuh di Gerbang Indah telah memberikan contoh untuk hal itu. Dikatakan bahwa, "Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah." Mujizat kesembuhan itu tidak mungkin disembunyikan dan si lumpuh pun tak mau menyembunyikan dengan berpura-pura lumpuh lagi. Dia berjalan kian kemari, yang mau tidak mau membuat orang-orang di sekitarnya melihat dia. Menariknya adalah, dia berjalan sambil memuji Tuhan. Situasi menjadi berubah, di mana biasanya orang-orang melewati Gerbang Indah itu dengan pandangan yang biasa-biasa saja ketika melihat si lumpuh, namun sekarang mereka melihatnya dengan penuh keheranan. Dikatakan, "Sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya."Tidak menutup kemungkinan di antara mereka ada orang-orang yang suka menghakimi sesamanya, seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat.
Sepertinya tentang mujizat masih tidak begitu populer pada saat itu, meskipun Yesus sudah "mempopulerkannya" selama pelayanan di negeri Israel. Terbukti bahwa mereka takjub dan tercengang, di mana ini bukan saja merupakan sikap kekaguman, namun juga karena mereka tidak tahu. Dengan meminjam bahasa kita, mungkin mereka berkata, "Bagaimana orang yang lumpuh sejak lahir itu tiba-tiba bisa berjalan?" Padahal, dengan mendengar si lumpuh itu memuji Tuhan, seharusnya pikiran mereka tertuju kepada mujizat Tuhan, sebab apa yang terjadi itu di luar nalar manusia. Tetapi, dengan kejadian itu membuat Petrus dan Yohanes berkesempatan untuk memberitakan Kabar Baik. Tidak perlu berpanjang lebar lagi, Petrus langsung menjelaskan tentang Yesus. Bayangkan seandainya si lumpuh berpura-pura lumpuh lagi, mungkin karena takut tidak lagi mendapat sedekah, dan tidak mau berjalan sambil memuji Tuhan, maka tidak ada kesempatan untuk bersaksi tentang Yesus saat itu, karena tidak ada orang yang berkumpul karena terheran-heran. Namun, kenyataannya si lumpuh sudah menjadi sarana kesaksian tentang Yesus, bahkan dirinya juga bisa dikatakan sudah menjadi saksi, karena sudah memuji Tuhan atas berkat kesembuhan yang dia terima. Kalau kita disembuhkan dari sakit kita, sesungguhnya itu harus menjadi sarana kesaksian. Kalau kita dilepaskan dari jerat masalah ekonomi dan keuangan, maka itu pun harus menjadi sarana kesaksian. Apalagi jika kita diberi kesempatan untuk memperoleh keberhasilan dalam usaha dan karier, maka biarlah nama Yesus menjadi dikenal. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, berikanlah aku keberanian untuk bersaksi tentang-Mu, terutama ketika aku mengalami mujizat-Mu, sehingga banyak orang diselamatkan. Amin. (Dod).
Edisi Hari Kamis, 17 September 2026 - Selalu menjaga tetap dekat dengan Tuhan
2026/09/16
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 17 September 2026
Bacaan:
"Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15)
Renungan:
Love Canal adalah sebuah terusan yang letaknya berdekatan dengan Niagara Falls. Tempat ini menjadi perhatian dunia ketika ditemukan 21.000 ton limbah beracun. Ternyata diketahui bahwa sebelumnya beberapa perusahaan Amerika yang telah diberikan wewenang oleh pemerintahan AS berusaha menguburkan produk-produk sampah beracun di bawah tanah. Mereka mengisi wadah-wadah logam besar dengan sampah kimia dan produk-produk lain yang membahayakan nyawa, lalu menutup drumnya rapat-rapat dan menguburkannya jauh di bawah permukaan tanah. Mereka mengira bahwa hal itu akan berakhir di situ. Namun seiring berjalannya waktu, banyak wadah tersebut mulai bocor dan sampah beracun itu mulai merembes ke permukaan, serta menyebabkan berbagai macam masalah. Masalah itu awalnya terdeteksi setelah kelahiran anak-anak di daerah ini disertai dengan kecacatan, dan banyak orang yang mulai meninggal karena kanker. Di samping itu, hewan peliharaan juga kehilangan bulu-bulu mereka. Akhirnya dilakukan investigasi setelah majalah Niagara Falls Gazette mempublikasikannya pada tahun 1976. Setelah sekian lama, blok-blok tersebut ditumbuhi oleh rumput-rumput dan dikenang sebagai tragedi lingkungan terburuk sepanjang sejarah Amerika.
Sebagaimana limbah pabrik telah mencemari kehidupan orang-orang yang ada di daerah Love Canal, walaupun telah berusaha disembunyikan, demikianlah juga jikalau kita menyimpan akar pahit, suatu saat pasti akan menimbulkan efek yang merusak baik bagi diri sendiri maupun bagi banyak orang. Efek dari akar pahit itu dapat merembes keluar melalui kemarahan, depresi, perasaan tidak berharga, atau juga sikap dan omongan yang kasar, serta berbagai sikap negatif lainnya, yang pada akhirnya tidak menjadi berkat bagi orang lain.
Daud, dalam hubungannya dengan Saul, tidak berusaha menyimpan akar pahit, padahal pengalamannya dengan Saul sangat tidak menyenangkan. Alkitab mencatat bahwa tanpa kesalahan yang dia buat, Saul selalu berusaha membunuhnya. Daud harus hidup dalam pelarian, tetapi dia tetap tidak menyimpan akar pahit, sehingga dia sanggup memaafkan Saul. Adalah baik kalau kita memerhatikan firman Tuhan ini, "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibr 12:15). Atasilah akar pahit itu dengan tidak menjauh dari kasih karunia Tuhan, yaitu selalu menjaga hubungan dengan Tuhan dan mengenal-Nya lebih dalam melalui firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ampunilah aku jika selama ini aku menyimpan akar pahit. Mampukan aku untuk mendekatkan diri lagi kepada-Mu sehingga akar pahit itu bisa tercabut dari diriku. Amin. (Dod).
Edisi Hari Rabu, 16 September 2026 - Miliki Harapan dan Ketekunan dalam hidup
2026/09/15
Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 16 September 2026
Bacaan: Kisah Para Rasul 3:4-5
"Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka."
Renungan:
Dalam kisah si lumpuh di Gerbang Indah, si lumpuh hanya mempunyai harapan yang standar. Dia adalah orang lumpuh yang dibawa ke Gerbang Indah untuk meminta sedekah dari setiap orang yang mau masuk ke Bait Suci. Harapannya hanya menerima sedekah, termasuk sedekah dari Petrus dan Yohanes ketika mereka melewati gerbang tersebut. Itulah sebabnya dikatakan di dalam Kis 3:5, "Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka." Seseorang menjelaskan, "Berharap untuk menerima sesuatu dari mereka - Karena itu adalah kebiasaan yang umum bagi semua yang memasuki Bait Suci untuk membawa uang untuk diberikan ke perbendaharaan, atau kepada orang miskin, atau keduanya. Di tempat inilah teman-teman lelaki lumpuh membaringkannya di gerbang Bait Suci, karena ini adalah tempat yang paling mungkin untuk menerima sedekah." Jelas bahwa tidak ada yang lain yang diharapkan selain sedekah. Dengan kata lain, yang ada di dalam pikiran si lumpuh ini hanya menerima sedekah dari orang-orang yang lewat di depannya, tidak ada yang lain.
Harapan si lumpuh ini memang masuk akal, sesuai kebutuhan, tetapi dia telah kehilangan fokus kepada harapan yang lain, yaitu kesembuhan. Tentu ada sesuatu yang membuat si lumpuh itu hanya mempunyai harapan yang standar. Sangat mungkin dia sudah putus asa karena kelumpuhan yang dia alami adalah sejak lahir. Tidak ada yang menolong dan menyembuhkannya. Namun, bisa jadi karena desakan keluarga, khususnya orang tuanya yang mungkin malu atau teman-temannya, yaitu daripada hidup tidak berguna, lebih baik meminta-minta, sehingga bisa mendapatkan penghasilan. Apa pun itu, yang jelas si lumpuh hanya punya harapan yang standar saja. "Ah, cuma lulusan SD, biarlah asal bisa makan dan minum," "Yah, hanya anak seorang petani, sekolah sampai SMA juga sudah cukup," "Hanya orang desa, nggak perlulah berharap meniti karier di kota." Mungkin nada-nada kepasrahan seperti itu yang saat ini menguasai diri kita, sehingga kita tidak mau berharap yang lebih dari harapan standar. Ingat, mempunyai harapan yang di atas standar itu tidak salah, hanya perlu dibarengi ketekunan. Oleh sebab itu, ubah pola pikir kita dan naikkan tingkat pengharapan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keadaanku saat ini. Aku ingin lebih maju lagi. Aku berharap bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Amin. (Dod).
Podcast reviews
Read Kencan Dengan Tuhan podcast reviews
clement cl 2021/01/10
Tuhan memberkati...
Renungan sangat membantu Intimasi dengan BAPA. TUHAN YESUS memberkati...
Podcast sponsorship advertising
Start advertising on Kencan Dengan Tuhan relevant audience podcasts
You may also like to advertise on these Podcasts

4.9172314
Pool Chasers Podcast
Greg & Justin, Swimming Pool

54266
Mortgage Gumbo
Mortgage Gumbo

4.8181132
Rachel Watches Star Trek
Rachel Watches Star Trek

4.997100
Way of the Heart Podcast
Jake Khym and Brett Powell

4.321340
I Want My Podcast
I W M P

4.936104
Shoot Edit Chat Repeat
Vicki Knights & Eddie Judd

4.61373
AFROBEATS & AMAPIANO w/ DJ BOAT
DJ Boat

4.311396
Discussions of Truth
Ian Trottier

53296
F5 Live: Refreshing Technology (Audio)
PLUGHITZ Live

51500
Share Your Salary
Audacy