1559882972
Kosim

Advertise on podcast: Kosim

This podcast has
38 episodes
Language
Indonesian
Explicit
No
Date created
2021/03/24
Latest episode
2022/06/26
Average duration
5 min.
Release period
4 days

Description

Sapsup

Unlock Kosim podcast Email contact info,
Listeners & Audience details

Email contact information

Direct podcast contact details

Listeners

Audience numbers & engagement insights

Audience details

Podcast Insights

Podcast episodes

Check latest episodes from Kosim podcast


Soal ke 4
2022/06/26
Jawaban UAS soal ke 5 ekonomi keuangan daerah
Soal 4
2022/06/26
Jawaban UAS soal 4 ekonomi keuangan daerah
Jawaban soal UAS 3 ekonomi keuangan daerah
2022/06/26
Jawaban soal UAS yang ke 3 ekonomi keuangan daerah
Jawaban soal 2 ekonomi keuangan daerah
2022/06/26
Tentang DBH PBB
Jawaban soal 2 ekonomi keuangan daerah
2022/06/26
1. Jelaskan dengan baik dan rincikan gambar 2.1 di samping. 2. Jelaskan dengan baik dan rincikan gambar 2.2 disamping . Dan 3 pendapat dan pertanyaan saya .
Jawaban soal 1 ekonomi keuangan daerah
2022/06/26
Tentang dana perimbangan
JAWABAN UTS SOAL KE 5
2022/05/17
EKONOMI KEUANGAN DAERAH
Tugas ke 5 review jurnal KUA-PPAS
2022/05/17
Tugas ekonomi keuangan daerah
MOH KOSIM ( JAWABAN UTS EKONOMI KEUANGAN DAERAH SOAL 5 )
2022/05/14
1.POIN POIN PENTING DALAM TOPIK 5 Sosialisasi Permendagri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA. 2021 dan Permendagri Nomor 40 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan RKPD Tahun 2021 Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 89 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemerintah telah menetapkan Permendagri No. 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021. ruang lingkup pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021 dan format dokumen penganggaran dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 memuat sasaran, arah kebijakan, dan strategi pembangunan yang merupakan penjabaran tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyusunan RKP Tahun 2021 dimaksud merupakan upaya dalam menjaga kesinambungan pembangunan terencana dan sistematis yang dilaksanakan oleh masing-masing maupun seluruh komponen bangsa dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat secara berkelanjutan. Penyusunan RKP Tahun 2021 dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial, serta kebijakan anggaran belanja berdasarkan money follows program dengan cara memastikan program bermanfaat yang dialokasikan dan bukan hanya merupakan tugas fungsi Kementerian/Lembaga yang bersangkutan. Berkaitan dengan itu, pencapaian prioritas pembangunan nasional memerlukan adanya koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, melalui pengintegrasian prioritas nasional/program prioritas/kegiatan prioritas yang dilaksanakan dengan berbasis kewilayahan. RKP Tahun 2021 dimaksudkan sebagai pedoman bagi Kementerian/Lembaga dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2021 dan menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021. RKPD digunakan sebagai pedoman dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021. Untuk itu, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam menyusun RKPD Tahun 2021 melakukan sinergitas antara kebijakan Pemerintah Daerah dengan Pemerintah dengan mempedomani Permendagri Nomor 40 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021, dan kebijakan pemerintah dalam rangka penerapan tatanan normal baru, produktif dan aman COVID-19 di berbagai aspek kehidupan, baik aspek pemerintahan, kesehatan, sosial dan ekonomi. Selanjutnya, sinergitas kebijakan Pemerintah Daerah dan Pemerintah tersebut, lebih lanjut dituangkan dalam rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang disepakati Pemerintah Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai dasar dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2021. Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2021 dan Pedoman Penyusunan RKPD 2021 KUA dan PPAS pemerintah provinsi Tahun 2021 berpedoman pada RKPD Tahun 2021 masing-masing provinsi yang telah disinergikan dengan RKP Tahun 2021, sedangkan KUA dan PPAS pemerintah kabupaten/kota berpedoman pada RKPD Tahun 2021 masing-masing kabupaten/kota yang telah disinergikan dengan RKP Tahun 2021 dan RKPD provinsi Tahun 2021. Sehubungan dengan hal tersebut dalam rangka peningkatan kapasitas dan kapabilitas aparatur di lingkungan pemerintah daerah guna mendukung kebijakan serta regulasi baru pemerintah pusat maka kami LEDIKNAS menyelenggarakan Bimbingan Teknis Nasional dengan tema SOSIALISASI PERMENDAGRI NOMOR 64 TAHUN 2020 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN APBD TA. 2021 SERTA PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2021 SESUAI PERM
MOH KOSIM ( JAWABAN UTS EKONOMI KEUANGAN DAERAH SOLA 4 )
2022/05/14
1.POIN POIN PENTING DALAM TOPIK 4 ANALISIS PENGARUH STRUKTUR APBD TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN dan KOTA se-JAWA TIMUR
MOH KOSIM ( JAWABAN UTS EKONOMI KEUANGAN DAERAH SOAL 3 )
2022/05/14
POIN POIN PENTING DALAM TOPIK 1 ANALISIS KINERJA EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH DI PROVINSI LAMPUNG Kinerja Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Induk dan Pemekaran Perkembanga ekonomi daerah kabupaten dapat dianalisis dengan membuat Indeks Kinerja Ekonomi Daerah (IKE) yang pada prinsipnya adalah rata-rata dari indikator pertumbuhan PD non-migas (PPNM), PDRB per kapita (PPK), Rasio PDRB Kabupaten Terhadap PDRB Propinsi (RPKPP), Angka Kemiskinan (AK). Kinerja ekonomi dan keuangan kabupaten pemekaran (Pringsewu, Mesuji dan Tulang Bawang Barat) berdasarkan analisis menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten induk (Tanggamus dan Tulang Bawang). Indikator yang paling signifikan mendongkrak kinerja ekonomi di kabupaten pemekaran adalah indikator penurun angka kemiskinan, diikuti oleh percepatan pertumbuhan PDRB dan peningkatan pendapatan per kapita. Kinerja keuangan kabupaten pemekaran yang tinggi dibandingkan kabupaten induk didorong oleh indikator turunnya ketergantungan fiskal, penciptaan pendapatan, proporsi belanja modal, dan kontribusi sektor pemerintah. Sementara sumber pendapatan daerah sebagian besar berasal dari dana transfer pusat (dana perimbangan). Pangsa pertanian, ukuran wilayah, pendidikan, kesehatan, transfer pemerintah pusat, belanja pemerintah daerah berpengaruh terhadap kinerja ekonomi daerah Harapan Semoga kedepannya bisa lebih meningkat lagi dan terus mengelola dengan baik agar terus mengurangi data kemiskinn yang telah terjadi. Perytanyaan. Mengapa perlu mengetahui kinerja pemerintah daerah? Bagaimana cara menganalisis kinerja keuangan? Apa saja rasio keuangan daerah? Alasan saya membuat pertanyaan ini adalah agar lebih tau bagaimna perkembangan yang terjadi di masa yang akan datang……
MOH KOSIM ( JAWABAN UTS SOAL 2. )
2022/05/14
1. Jelaskan poin-poin penting topik 2. Memberikan pertanyaan untuk topik dan alasannya

Podcast reviews

Read Kosim podcast reviews


0 out of 5
0 reviews

Podcast sponsorship advertising

Start advertising on Kosim relevant audience podcasts


What do you want to promote?